Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
76. Mendekati HPL


__ADS_3

Tidak terasa, saat ini usia kandungan Nasya sudah 9 bulan, dan hampir mendekati HPL.


Semenjak acara tujuh bulanan di kediaman Ayah dan Ibu, El bekerja dari rumah, hingga meeting pun El lakukan dengan online, hanya sesekali saja Ilham datang kerumah untuk mengantarkan dokumen penting yang harus El tanda tangani.


Di usia kehamilan Nasya yang hampir mendekati hari kelahiran anak anaknya, Nasya sudah sangat sulit saat hendak bangun,.maka dari itu El selalu menemani sang istri kemanapun pergi.


Seperti sekarang ini, saat Nasya sedang melihat taman bunganya yang berada di lantai atas, pandangan El tidak bisa lepas dari sang istri.


"By, nanti sore kita jalan jalan di danau yaa? Nana bosan setiap hari hanya dirumah saja" Dengan mengerucutkan bibirnya kearah El, Nasya mengutarakan isi hatinya yang merasa jenuh setiap hari hanya berkeliling di lingkungan komplek rumahnya saja.


"Iya sayang.! Nanti sore kita akan jalan jalan, tapi sebelum jalan jalan ByBy ingin menjenguk mereka dahulu" El segera mematikan laptopnya dan menghampiri sang istri yang sedang dalam mode merajuk, dengan mengusap perut Nasya dan mengedipkan matanya sebelah.


"Dasar mesum.!" Nasya yang masih kesal dengan sikap El kini malah membelakangi sang suami.


"Anak anak Papih yang manis, Papih akan buat Mamih kalian melayang dahulu yaa.! Jadi, tolong kerja samanya dengan Papih" El kini berjongkok tepat di depan perut Nasya dan mengajak berbicara anak anaknya, seraya mengusap perut Nasya yang sudah sangat besar.

__ADS_1


Dengan menuntun sang istri untuk turun dan menuju kamar mereka, El benar benar sangat gemas saat melihat istrinya sedang dalam mode merajuk.


"Tapi pelan pelan saja yaa By, dan tidak ada babak kedua, Nana sudah lelah kalau harus mengulang lagi" Nasya mulai memperingati El agar memperlakukannya dengan lembut dan tidak ada ronde berikutnya.


"Kalau masalah babak selanjutnya, ByBy tidak bisa janji" El yang memang selalu tidak pernah merasa puas saat melakukan penyatuannya dengan Nasya hanya sekali, dia tidak bisa berjanji.


"Nanti malam saja lanjut lagi By.!" Nasya mulai bernegosiasi dengan sang suami.


Tanpa terasa kini mereka sudah sama sama polos tidak memakai selembar benang pun di tubuh mereka, El membuang pakaian mereka sembarang arah ke lantai.


Mulai dari mengusap pelan perut Nasya dan kini kedua tangan El sudah bergerilya memainkan dua benda kenyal kesukaannya yang sudah semakin besar karena kehamilan sang istri.


Kemudian El menghisap dan **********, serta meninggalkan banyak jejak nya disana, Nasya yang sudah terbuai dengan permainan El, segera menekan kepala sang suami untuk melakukan lebih.


El yang mengerti akan istrinya, segera membungkam mulut Nasya dengan mulutnya, mereka saling mengecap, menghisap, bertukar Saliva dan El mulai mengarahkan benda pusakanya ke tempat paling ternyaman sehingga membuat Nasya benar benar melayang dengan perlakuan suaminya.

__ADS_1


Keringat sudah bercucuran dan membanjiri tubuh mereka, sementara Nasya terus memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya agar tidak berteriak.


Dengan penuh kehati hatian dan penuh kelembutan, El segera menyudahi pergumulannya dengan Nasya.


Cup


Tidak lupa El selalu mengecup kening sang istri setelah mereka melakukan penyatuannya seraya berucap "Terimakasih sayang".


Deru nafas mereka masih memburu, Nasya yang merasakan lelah setelah penyatuannya kini mulai tertidur, dan El segera menyelimuti sang istri yang sudah tertidur pulas.


Sementara El bangkit dari tempat tidur dan mengambil pakaian mereka yang berserakan di atas lantai karena ulahnya, dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket karena habis olahraga ranjang.


Hmm, kira kira siapa yaa nama kedua anak kembar mereka 🤔


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian

__ADS_1


See you 😘😘


__ADS_2