
"Kalau memang telah terjadi sesuatu, lebih baik sekarang kalian istirahat saja di kamar, Nana juga pasti sudah sangat lelah," Mengalah sudah Mamah, yang mengerti akan kedua anak nya, mungkin saat ini mereka ingin istirahat dahulu.
"Apa Mamah tidak apa apa kalau Nana tinggal?" Kini giliran Nasya yang bertanya kepada Mamah mertuanya dengan sorot mata yang terlihat sangat sedih, karena merasa tidak enak meninggalkan sang Mamah sendirian di ruang tamu.
"Tidak apa apa sayang, Mamah sudah terbiasa sendiri, jadi jangan hiraukan Mamah, kalian juga kan butuh istirahat, nanti kita bersama kembali saat makan malam.
"Baiklah Mah, kalau begitu kami istirahat dahulu di kamar" Kemudian Nasya berpamitan kepada Mamah mertuanya lalu segera bangun dari duduknya untuk beristirahat di dalam kamar.
Setelah mereka sampai di dalam kamar, El segera menuju kamar mandi, untuk membersihkan badannya dan berharap dengan guyuran air dingin, rasa kesalnya benar benar hilang.
Sementara Nasya menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami dan meletakkannya di atas kasur.
Ceklek
Tidak berselang lama, pintu kamar mandi terbuka, tampaklah El yang sudah terlihat sedikit agak segar dan juga wangi.
"Air nya sudah ByBy siapkan di dalam bathtub," El berbicara sambil memakai baju ganti yang sudah Nasya siapkan tepat di hadapan sang istri tanpa rasa canggung sedikitpun.
Sedang Nasya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, karena merasa malu melihat tubuh polos sang suami.
"Tidak usah di tutupi, bukankah kamu juga sudah melihat semuanya, bahkan sering merasakannya" El mencoba melirik dan menggoda sang istri dengan mengedipkan sebelah matanya.
Jangan di tanya bagaimana reaksi Nasya saat ini, sudah bisa di pastikan wajahnya merah seperti tomat.
"Tapi Nana belum terbiasa By!" Ucap Nasya bangun lalu segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
"Padahal sudah sering melihatnya, apalagi merasakannya, tapi masih saja malu" Ucap El lirih sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Karena melihat tingkah gemas dari sang istri, semakin Nasya bertingkah semakin gemas El di buatnya.
Sementara menunggu sang istri selesai dengan aktivitas mandinya, El pun menyiapkan pakaian ganti untuk Nasya.
Tidak lupa, El membuka ponselnya, sambil duduk bersandar di kepala ranjang, untuk mengecek apakah ada email yang masuk dari Ilham.
Saat El tengah asyik berselancar dengan benda pipih di tangannya, Nasya keluar dari dalam kamar mandi dan segera mengambil pakaian ganti yang sudah El siapkan lalu segera masuk kembali kedalam kamar mandi.
"Huffhh, untung saja tadi ByBy tidak mengetahui saat aku sedang mengambil pakaian ganti di atas kasur" Lirih Nasya berucap dan segera memakai piyama lengan panjang yang telah El siapkan.
"By, Nana jadi merasa tidak enak karena meninggalkan Mamah sendirian di depan, padahal Mamah sudah jauh jauh menyusul kita kesini" Saat ini Nasya tengah duduk di samping El dan El langsung meletakkan ponselnya dan menatap Nasya saat mendengar suara dari sang istri.
"Baiklah, sekarang kita temui Mamah, dan menawarkan apakah Mamah akan menginap disini, ByBy berharap semoga saja Mamah mau,!" Ujar El dengan menggenggam tangan Nasya dan mereka segera keluar dari dalam kamar untuk bergabung dengan Mamah.
"Novi, untuk makan malam nanti, kamu masak apa?" Nasya bertanya kepada Novi yang kebetulan melintas di hadapannya.
"Tidak usah Novi, terimakasih,! Apakah semuanya sudah siap, karena sepertinya kita akan segera makan bersama, dan sekarang aku ingin keruang tamu sebentar untuk menemani Mamah" Tolak Nasya saat Novi menawarkan menu yang lain.
"Sudah siap semuanya Nyonya, tinggal menatanya saja di atas meja makan, nanti akan saya panggil Nyonya saat semuanya sudah siap" Jawab Novi dengan sedikit membungkukkan badannya di hadapan majikannya.
"Sayang, ByBy akan keruang kerja dulu sebentar, kamu keruang tamu saja menemui Mamah," Titah El kepada sang istri, mungkin Mamahnya ingin berbincang banyak hal tentang masalah wanita dan kehamilan Nasya.
Jadi El memutuskan untuk keruang kerja sebentar, sedang Nasya menemui sang Mamah di ruang tamu.
"Mah, apa Mamah butuh sesuatu? Biar Nana minta tolong Novi untuk mengambilkannya" Saat ini Nasya tengah duduk di sofa ruang tamu untuk menemani Mamah mertuanya yang sedang membaca majalah bisnis yang terdapat di atas nakas di sudut ruang tamu.
Sontak Mamah langsung menoleh kearah sumber suara dan langsung meletakkan majalah yang dia pegang, dan menaruhnya kembali.
__ADS_1
"Tidak usah sayang, El kemana?" Mamah yang mengerti dengan kondisi anaknya langsung bertanya kepada Nasya.
"Kak El sedang di ruang kerjanya Mah," Jawab Nasya menjelaskan kalau saat ini El sedang berada di ruang kerjanya.
"Ohh," Sedang Mamah hanya menyahutinya dengan membulatkan mulutnya saja dan menganggukkan kepalanya.
"Maaf Nyonya, makanannya sudah siap di meja makan," Tiba tiba saja Novi datang dan menghampiri Nasya serta Mamah yang berada di ruang tamu.
"Terimakasih yaa Novi," Nasya langsung mengucapkan terimakasih kepada Novi karena sudah memberitahukan kalau makanannya sudah siap.
"Sama sama Nyonya,! Dan Nyonya besar" Kini giliran Novi yang berucap dan hanya di angguki oleh Nasya dan Mamah.
"Bagaimana kalau sekarang kita makan saja Mah?" Tawar Nasya dengan menatap sang Mamah.
"Pasti kalian sudah lapar yaa? Baiklah, kalau memang ini keinginan dari kedua cucu Mamah, jangankan makan bersama, kita jalan jalan bersama pun pasti akan Mamah kabulkan" Kini giliran Mamah yang merasa sangat di perlukan oleh menantu kesayangannya, seraya mengusap perut buncit Nasya yang sudah seperti hamil 9 bulan.
Tidak heran memang, di usia kehamilan Nasya yang baru menginjak usia 7 bulan, namun Nasya seperti sudah mengandung 9 bulan, itu karena Nasya sedang mengandung bayi kembar.
"Hehehe, Mamah bisa saja, semakin kesini, entah mengapa Nana sering merasa lapar dan mudah sekali lelah, padahal Nana tidak melakukan Aktivitas fisik yang berat" Keluh Nasya di hadapan Mamah mertuanya, yang merasakan semakin kesini Nasya sering merasa lelah dan juga mudah lapar.
"Tidak mengapa sayang,! Itu hal yang wajar yang di alami hampir setiap ibu yang sedang mengandung, apalagi sekarang kamu sedang mengandung bayi kembar, jadi sekarang ada dua nyawa yang harus kamu jaga" Jelas Mamah yang menasehati Nasya kalau itu adalah bagian dari proses ibu yang sedang mengandung.
"Baiklah, lebih baik sekarang kita menuju meja makan saja, Mamah juga sudah terasa lapar sekarang" Kini giliran Mamah yang mengusap perutnya untuk menunjukkan kalah dirinya juga sudah merasa lapar lalu mengajak Nasya untuk segera menuju meja makan.
"Novi, tolong panggilkan Tuan di ruang kerja" Titah Nasya saat mendaratkan bokongnya di kursi dan segera menyuruh Novi untuk memanggilkan sang suami yang ada di ruang kerjanya.
"Baik Nyonya, segera akan saya panggilkan" Jawab Novi setelah menuangkan air minum di gelas.
__ADS_1