
Perlahan Nasya meraba kasur di sampingnya, namun Nasya tidak merasakan keberadaan sang suami.
Dengan membuka matanya perlahan, Nasya menyusuri setiap sudut kamarnya, lebih tepatnya kamar tamu yang letaknya di bawah.
Namun sudah di renovasi oleh El sebelum mereka memutuskan untuk menginap.
Semua barang barangnya pun serba baru, hingga kamar mandi pun El rubah senyaman mungkin, karena El tidak ingin istrinya naik turun tangga dalam kondisi yang sedang hamil seperti sekarang ini.
"Kemana ByBy, dari dalam kamar mandi pun tidak terdengar suara" Lirih Nasya berucap lalu mencoba duduk di tepi ranjang.
Saat Nasya melirik ke samping, ternyata di atas nakas sudah ada nampan berisi makanan dan minuman.
"Itu pasti ByBy yang menaruhnya, tapi kemana dia?" Nasya terus saja bertanya tanya sendiri.
"Apa mungkin ByBy sedang berbicara dengan Ayah mengenai bisnis?" Berbagai pertanyaan pun terlontar dari mulut Nasya.
__ADS_1
"Kebetulan juga aku sudah sangat lapar, lebih baik sekarang aku makan saja dulu, baru nanti aku akan mencarinya" Tanpa ba-bi-bu lagi, Nasya segera memakan makanan yang sudah tersedia.
Karena memang perutnya sudah sangat lapar dan anak anak dalam kandungannya pun pasti sudah menanti asupan makanan dari Ibunya.
"Alhamdulillah, perut aku Sekarang sudah terisi, sekarang aku keluar saja, pasti ByBy sedang berbicara dengan Ayah" Belum sempat Nasya beranjak dari duduknya, terlihat El masuk kedalam kamar.
Ceklek
"ByBy dari mana saja?" Pertanyaan Nasya pun langsung keluar begitu melihat sang suami masuk dan menghampirinya.
"Jadi setelah ByBy mengambil makanan di dapur, ByBy menemui bang Raffa dan ikut bergabung dengan mereka" Lanjut El menjelaskan kalau dia habis berbincang dengan Ayah mertuanya dan juga bang Raffa.
"Apa sekarang bang Raffa masih ada By?" Tanya Nasya begitu mendengar nama Abang nya di sebut dengan mata yang berbinar.
"Iya sayang, tadi juga Ayah berpesan agar bang Raffa disuruh menunggu kamu bangun, karena bang Raffa juga katanya sudah sangat kangen dengan adik manjanya" Ucap El dengan mencubit manja hidung mancung sang istri karena gemas.
__ADS_1
"By, Nana ingin bertemu dengan bang Raffa sekarang juga" Dengan mengusap hidungnya yang sedikit agak memerah karena cubitan manja dari sang suami, Nasya mencoba berusaha bangun dari kasur dengan di bantu El.
"Pelan pelan saja sayang jalannya," Nasya yang sangat antusias begitu mendengar kata Abang nya, seolah lupa dengan kondisi badannya yang sedang mengandung.
"Maaf By, Nana lupa, karena Nana sudah lama tidak berjumpa dengan bang Raffa" Nasya langsung memelankan langkahnya begitu mendapat peringatan dari sang suami seraya tersenyum.
"Abang, Nana kangen dengan Abang, kenapa Abang jarang sekali menghubungi Nana, kapan Abang sampai? Kenapa tidak memberitahu Nana kalau Abang sudah sampai? Abang pasti sudah lupa dengan Nana?" Nasya langsung berteriak begitu melihat Abang nya yang sedang berbincang dengan Ayah dan Ibu di ruang keluarga,di susul dengan Nasya yang duduk di samping Ibunya.
Sedang El hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal saat melihat sikap manja istrinya terhadap Abang nya.
Berbagai pertanyaan pun Nasya lontarkan kepada Abang nya, seolah sudah beberapa tahun tidak berjumpa.
"Nana, sekarang kamu sudah punya suami, jadi tolong jaga sikap kamu di depan suamimu, Abang ini laki laki Na, jadi faham bagaimana reaksi dari suamimu" Raffa menjeda ucapannya sejenak, lalu melerai pelukannya dari Nasya untuk menjaga perasaan El.
"Kamu itu kebiasaan Na, setiap kali bertanya pasti seperti petasan renteng.! Alhamdulillah kabar Abang baik, Abang juga sangat kangen dengan adik Abang yang bawel dan manja ini, Abang sengaja jarang menghubungi Nana, karena Abang sudah tenang kamu sekarang sudah ada yang menjaganya, Abang sudah sampai sejak tadi pagi, hanya saja Abang istirahat sebentar di hotel, jadi Abang kesininya agak siangan, sampai kapan pun Abang tidak akan pernah lupa dengan jasa dari Ayah dan Ibu yang telah membesarkanku dan juga adik aku yang sekarang sudah bahagia dengan suaminya, dan insyaallah sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu dari anak anaknya," Panjang lebar Raffa menjelaskan, bukan hanya terhadap Nasya, tapi juga terhadap Ayah, Ibu dan juga El, sedang Ibu sudah tidak bisa menahan air matanya lagi untuk tidak keluar, walau bagaimanapun Raffa sudah dia anggap seperti anak kandungnya sendiri, walaupun bukan dari darah dagingnya.
__ADS_1