
El masih di buat tidak percaya dengan istri menggemaskannya, karena semalam Nasya benar benar menguasai dirinya dan lebih dominan saat olahraga ranjang mereka.
Kini El sedang membuat sarapan pagi untuk mereka, setelah shalat subuh berjamaah El berolahraga di sekitar mansion sedang Nasya tertidur kembali.
Nasi goreng seafood dan segelas susu hamil telah El siapkan di atas meja makan.
Tidak berselang lama Nasya keluar dari dalam kamar dengan muka khas bantal nya, dan menghampiri El yang sedang menata peralatan makan di atas meja.
"Maafkan Nana yaa By,! Tadi Nana tidak sempat membantu ByBy membuat sarapan" Ucap Nasya dengan bergelayut manja di lengan suaminya.
"Tidak masalah, tadi juga ByBy hanya iseng saja yang ingin memasak makanan untuk sarapan, setelah tadi habis olahraga" El membelai lembut kepala Nasya yang terbalut kerudung instan.
El menggeser kursi dan menuntun sang istri untuk duduk.
"Terimakasih By" Ucap Nasya setelah duduk di kursi dan menatap El dengan senyum manis nya.
Setelahnya El mengambilkan Nasya nasi goreng seafood dan ayam goreng krispi kedalam piring dan menaruhnya di depan sang istri.
"Ini sebagai ucapan terimakasih ByBy karena servis semalam" Ucap El seraya mengedipkan matanya sebelah yang sukses membuat Nasya sedikit menundukkan kepalanya karena malu.
"Makan yang banyak, agar kalian sehat" Lanjut El berucap setelah mengambil makanan untuknya juga.
Mereka makan dengan hening, tidak bisa di pungkiri El memang pandai dalam mengolah makanan, bahkan rasanya pun sangat pas di lidah.
"By, dari mana ByBy pandai memasak?" Akhirnya Nasya bertanya juga setelah mereka selesai makan.
"Selama dua tahun ByBy kuliah di Amerika, dan di sana ByBy hanya tinggal di apartemen sendiri, jadi dari situlah ByBy mulai belajar memasak, karena makanan di sana kebanyakan terbuat dari olahan yang tidak menjamin akan kehalalan nya" Jelas El kepada Nasya.
"Memang nya di sana tidak ada yang memasak untuk ByBy?" Tanya Nasya lagi.
__ADS_1
"Di sana ByBy hanya memperkerjakan seorang ART untuk merawat rumah saja, kalau untuk makan lebih sering ByBy membuat nya sendiri, tapi nanti saat mereka sudah launching ByBy pasti akan mengajak mereka untuk keliling dunia" Lanjut El menjelaskan niatnya untuk mengajak istri serta anak anak mereka kelak untuk keliling dunia.
"Rencananya nanti kita pulang jam berapa By?" Nasya bertanya kepada El untuk memastikan mereka akan pulang kapan.
"Sepertinya mereka akan tiba setelah jam makan siang" Sontak El melihat arloji yang ada di pergelangan tangannya.
"Oiya, rencananya kapan acara konferensi pers di selenggarakan?" Lanjut Nasya yang ingin beranjak dari duduknya.
"Menurut Ilham Lusa, dan ByBy harap kamu kuat dan tetap tegar saat berhadapan dengan Laura, dan tetaplah berada di samping ByBy apapun yang terjadi nanti" El membawa Nasya menuju ruang keluarga agar Nasya merasa rileks.
"Insyaallah By, Nana akan kuat menghadapinya" Kini Nasya sedang menonton televisi yang menayangkan acara talk show.
"Tenang saja,! Ilham sudah mengatur keamanannya, kalau sampai Laura berulah maka ByBy akan mencabut semua akses dan fasilitas Laura" Jelas El yang memang semuanya sudah di atur Ilham.
"Apakah ByBy yakin kalau Laura tidak akan membuat keributan?" Tanya Nasya lagi.
"Untuk sekarang kita ikuti saja permainan mereka, yang jelas ByBy sudah mengumpulkan bukti bukti tentang kelicikan serta kejahatan Laura, seperti hasil tes DNA dan percakapan antara Laura dan James, dan kalau Laura berulah maka ByBy akan mencabut akses kredit card untuk Laura dan semua fasilitas yang ByBy berikan untuknya, saat ini ByBy tidak tega karena dia sedang hamil, dengan berjalannya waktu ByBy akan bertindak lebih kejam terhadapnya, apalagi kalau sampai menyentuh kamu dan calon anak anak ByBy" Panjang lebar El menjelaskan kalau dirinya dan Ilham sudah mendapatkan bukti tentang kejahatan Laura dan saingan bisnis El.
"Sebenarnya apa yang mereka inginkan dari kita By?" Tanya Nasya lagi dengan menatap sang suami, berharap El mau menjelaskan nya.
"Itu hal yang biasa dalam bisnis, dan Laura hanyalah alat mereka untuk menjatuhkan ByBy, dengan kabar Laura hamil anak ByBy maka perusahaan yang sudah lama bekerjasama dengan ByBy akan mengambil sahamnya dan memutus hubungan kontrak kerjasamanya dengan ByBy" Jelas El lagi dengan menggenggam telapak tangan istrinya dan di angguki Nasya.
Tidak berselang lama, seorang pelayan menghampiri mereka dan memberitahukan kalau di luar ada tamu.
"Maaf Tuan, Nyonya, di luar ada tamu" Ucap sang pelayan memberitahukan mereka yang sedang asik bercengkrama.
"Suruh masuk saja kedalam, aku akan segera menemuinya" Titah El terhadap sang pelayanannya.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi" Pamit sang pelayan melenggang pergi meninggalkan mereka dan segera menemui tamunya untuk menyuruhnya masuk kedalam.
__ADS_1
"Mungkin itu salah satu orang yang akan membawa kita segera pulang dan meninggalkan pulau mahar ini, kalau begitu segera masuk dan bersiap, ByBy akan segera menyusul" Kini El menuntun sang istri masuk kedalam kamar untuk segera bersiap karena sebentar lagi mereka akan segera meninggalkan pulau.
"Iya By, kalau begitu Nana ingin beristirahat dulu sebentar" Ujar Nasya seraya bersandar di kepala ranjang.
Bayangan El pun sudah tidak terlihat dari balik pintu, lalu Nasya merebahkan tubuhnya sempurna di atas kasur, dan perlahan menutup matanya sempurna untuk berkelana ke alam mimpi.
"Bagaimana kabar Tuan? Apa semuanya sudah beres Tuan?" Sapa ajudan El yang mengenakan seragam jas hitam lengkap.
"Alhamdulillah kabar kami sangat baik selama berada di sini, dan kami sudah siap" Jawab El.
"Lebih baik sekarang kamu istirahat saja di kamar tamu, kalau butuh sesuatu panggil saja pelayan." El menyuruh salah satu ajudannya yang menjemputnya untuk beristirahat sejenak, karena mereka akan melakukan perjalanan setelah makan siang.
"Baik Tuan," Jawab sang ajudan dengan sedikit agak menundukkan kepalanya di hadapan El.
"Kalau begitu aku aku akan segera berkemas dan setelahnya kita akan makan siang bersama terlebih dahulu" El bangkit dari duduknya dan meninggalkan ajudannya.
Setibanya El di dalam kamar dia langsung tersenyum saat melihat istrinya sedang tertidur, lalu El menyusul duduk di samping istrinya dengan memainkan ponselnya.
Kini mereka sedang makan siang bersama dengan ditemani para pekerja dan ajudan yang baru saja datang untuk menjemput mereka.
"Mang, tolong masukkan koper kedalam mobil, dan jaga serta rawat pulau ini," El segera memerintahkan pelayan nya untuk membereskan barang barang mereka dan memasukkannya kedalam mobil setelah mereka selesai makan.
"Baik Tuan, segera akan saya laksanakan" Jawab sang pelayan dan segera melaksanakan perintah Tuan nya.
"Bibi, aku pamit pulang dulu yaa" Kini giliran Nasya yang berpamitan kepada pelayan yang sedang membersihkan meja makan.
"Iya Nyonya, hati hati di jalan, dan semoga liburan ini sangat berkesan, dan kapan rencananya akan balik kesini lagi?" Jawab sang bibi mendoakan majikannya dan kembali bertanya.
"Insyaallah nanti setelah mereka lahir bi" Jawab Nasya dengan menatap sang suami.
__ADS_1
"Semoga nanti Dede nya lahir dengan selamat dan sehat, Nyonya!" Tidak lupa sang bibi mendoakan agar nanti Nasya sehat saat melahirkan.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kita pamit dulu," Akhirnya El pamit kepada para pekerja yang menjaga dan merawat pulau tersebut.