Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
43. Kebahagiaan Mamah


__ADS_3

Semuanya berjalan seperti biasanya seperti hari hari sebelumnya, waktu berjalan begitu cepat, hari berganti bulan dan tidak terasa kini usia kandungan Nasya sudah menginjak bulan ke empat.


Sesuai yang di rencanakan sebelumnya, mereka akan mengadakan acara syukuran empat bulan kehamilannya di rumah Mamah, dan ketika memasuki bulan ke tujuh, baru mereka akan melakukan syukuran kembali di kediaman Ayah dan Ibu Nasya


Karena Nasya mengandung bayi kembar, tidak heran kalau perut Nasya juga lebih besar dari kehamilan pada umumnya, mual dan muntah serta pusing di pagi hari kini berangsur sudah mulai hilang.


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya tiba di rumah Mamah, setelah memarkirkan mobilnya di garasi, El dan Nasya segera turun.


"Assalamu'alaikum" Ucap mereka ketika masuk ke dalam rumah Mamah, mereka memperhatikan sekelilingnya, tenda serta kursi di halaman rumah sudah bertengger indah menghiasi pekarangan, tidak lupa di dalam juga sudah di dekor sedemikian rupa oleh Mamah.


"Wa'alaikumsalam, ternyata kalian sudah datang," Mamah langsung menoleh ke arah mereka berdua dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, walaupun usianya sudah tidak muda lagi, namun kecantikan Mamah tidak luntur di makan usia.


Mamah menghampiri mereka dan langsung menggandeng menantunya menggantikan El untuk menuntun masuk kedalam.


"Mah, sepertinya kita langsung naik ke atas saja, kasihan Nana kalau duduk terlalu lama," El berucap karena merasa kasihan melihat sang istri yang sekarang sudah mulai merasa berat dengan kehamilannya.


"Sayang, mulai sekarang kamar kalian di lantai bawah, Mamah sudah merenovasinya tepat di samping ruang kerja Almarhum Papah, jadi Nasya tidak perlu naik turun tangga lagi, apalagi nanti kalau mereka sudah lahir, pasti akan repot" Mamah berbicara kepada Nasya, seraya mengusap perut menantunya yang sudah agak membesar lalu menuntunnya untuk masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan untuk mereka.


"Bagaimana perkembangannya sayang? Apa mereka sudah mulai bergerak?" Tanya Mamah yang kini menggantikan El yang berada di samping Nasya, sedangkan El yang mengikuti langkah kedua wanita yang berarti dalam hidupnya hanya menghela nafasnya pelan.


"Alhamdulillah Mah, mereka dalam keadaan sehat, dan mereka juga sudah mulai merespon saat di sentuh dan sudah mulai terasa gerakan nya" Jawab Nasya yang memang sudah mulai merasakan gerakan gerakan kecil dari kedua anak yang ada di dalam kandungan nya saat perutnya di sentuh.


"Alhamdulillah, semoga mereka tetap sehat sampai hari kelahirannya kelak" Mamah berdoa supaya kedua cucu yang sedang di kandung Nasya sehat sampai mereka lahir.


"Aamiin" Jawab El dan Nasya secara bersamaan.


Ceklek


Mamah membukakan pintu kamar yang telah di persiapkan sebelumnya, semua barang-barang yang ada di dalamnya terlihat masih baru, ternyata Mamah memang sudah mempersiapkan semuanya.


Yang menjadi pusat perhatian El dan Nasya adalah dua buah box bayi yang sudah bertengger di sudut ruangan, bahkan mereka berdua belum mempersiapkan segala kebutuhan untuk anak anak mereka.


"Sebaiknya kalian istirahat saja dulu, kalau perlu sesuatu panggil saja para pelayan yang ada," Mamah memberikan perintah kepada Nasya agar beristirahat, karena semua acara telah Mamah handle sepenuhnya.


"Baik Mah, terimakasih karena Mamah sudah mau repot repot untuk menyiapkan nya" Jawab Nasya setelah mendaratkan bokongnya di tepi ranjang.


"Mamah tidak merasa di repotkan sama sekali, justru Mamah sangat bahagia ternyata kalian tidak menunda untuk memiliki momongan" Dengan antusias serta senyum yang mengembang dari wajahnya, Mamah menjelaskan kalau dirinya memang sangat bahagia, bahkan dengan senang hati mempersiapkan semuanya.


"Oiya,! Berhubung Mamah tidak tau jenis kelamin mereka, jadi Mamah beli box bayi nya yang berwarna netral saja" Lanjut Mamah menjelaskan kalau dia sudah menyiapkan dua box bayi dengan warna merah dan hijau untuk anak anak mereka kelak.

__ADS_1


"Menurut dokter Arum, mereka masih belum terlihat jenis kelaminnya Mah, mungkin setelah menginjak usia trimester ketiga baru akan terlihat dengan jelas jenis kelaminnya" Nasya menjelaskan setelah kemarin dia dan El melakukan kontrol ke rumah sakit untuk melihat perkembangan Baby twins mereka.


"Tidak mengapa, yang terpenting mereka dalam keadaan sehat,! ya sudah kalau begitu Mamah keluar dulu, untuk memantau kondisi di luar" Pamit Mamah bangkit dari duduknya dan segera keluar dari dalam kamar.


Tidak berselang lama terdengar suara ketukan pintu dari luar, El segera beranjak untuk me


bukannya, ternyata seorang pelayan sedang berdiri dengan membawa nampan berisi dua porsi makanan untuk mereka.


"Maaf Tuan, tadi saya di suruh Nyonya besar untuk mengantarkan makanan ini" Ucap sang pelayan yang masih terlihat sangat muda dengan membawa nampan berisi makanan di hadapannya.


"Terimakasih Bik," Jawab El mengambil nampan tersebut.


"Sama sama Tuan, kalau begitu saya permisi dulu" Dengan membungkukkan badannya, pelayanan tersebut segera pergi dan berlalu dari depan kamar, dan El segera menutup pintu kamar.


"Siapa By?" Tanya Nasya yang sedang membuka kerudung dan menaruhnya di atas nakas.


"ART baru Mamah, dia membawakan makanan" Jawab El menunjukan nampan berisi makanan kepada sang istri lalu menaruh nya dan Segera menghampiri sang istri duduk di tepi ranjang.


"Sayang, kapan ByBy bisa buka puasa,?" El menatap sang istri lalu mengusap pipi Nasya yang sudah sangat menggemaskan karena kehamilan nya dengan tangan kanannya.


Nasya yang merasa malu karena di tatap sang suami, hanya menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sudah di pastikan merah karena ulah sang suami yang menatapnya penuh arti.


Perut Nasya tiba tiba saja berbunyi, El yang mendengarnya hanya tersenyum lalu berjongkok di hadapan sang istri untuk mendengar langsung pergerakan kedua anaknya yang masih terlalu kecil seraya berucap, "Ternyata anak anak Papih sudah lapar, tapi Papih juga butuh vitamin dari Mamih kalian, ternyata menunggu selama berbulan bulan tidak menjenguk mu, serasa berabad abad Papih menahannya," Langsung saja El mendapat tanggapan dari kedua anaknya yang ada dalam perut Nasya.


"Awwssshhh" Nasya meringis saat kedua anaknya mulai merespon.


"Sayang, jangan nakal yaa di dalam, kasihan Mamih kalian" Di akhiri dengan El mengecup perut sang istri lalu mengambil nampan dan menyuapi sang istri makan sesekali dia menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.


Tok...tok...tok


Pintu kamar kembali di ketuk, setelah mereka menghabiskan makan bersama, dan nampaklah Mamah dengan seorang MUA untuk merias Nasya.


"Sayang, sekarang kamu di rias dulu yaa, karena Mamah sudah menyiapkan gaunnya, silahkan kamu pilih sendiri, sebentar lagi Ayah dan Ibu sampai, sekarang mereka sedang dalam perjalanan kesini" Mamah menjelaskan kalau kedua orang tua Nasya sedang dalam perjalanan menuju kesini.


"Baik Mah,!" Jawab Nasya.


"Kalau begitu ByBy ke ruang kerja dulu, Ilham sudah datang dan sedang menunggu di sana" Pamit El kepada sang istri, dan di angguki Nasya.


Kurang lebih satu jam Nasya di rias, Nasya menjatuhkan pilihan gaunnya yang berwarna biru agar senada dengan kemeja yang El kenakan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" Terlihat Ibu masuk ke dalam kamar dan menghampiri putrinya yang sudah terlihat sangat cantik dengan gaun syar'i berwarna biru laut senada dengan kerudungnya.


"Wa'alaikumsalam, Ibuuuu,!" Nasya langsung menoleh ke arah sumber suara, dan merentangkan kedua tangannya menyambut sang Ibu yang menghampirinya.


"Putri Ibu sangat cantik, dan sepertinya Ibu tidak percaya kalau kamu sekarang akan menjadi seorang Ibu dan mempunyai anak, rasanya baru kemarin Ibu menimang putri Ibu" Ibu berucap seolah tidak percaya dengan apa yang sekarang terjadi.


"Ayah kemana Bu? Kenapa tidak kelihatan?" Tanya Nasya karena tidak melihat sang Ayah.


"Ayah sedang berbincang dengan suamimu, tadi mereka bertemu di depan" Jawab Ibu menjelaskan.


"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Ibu dengan mengelus lembut perut putrinya yang sudah mulai terlihat bulat.


"Alhamdulillah baik Bu,! Dan mulai terasa gerakannya " Ujar Nasya menjelaskan kalau anak dalam kandungannya sangat aktif.


"Apa mual dan muntah nya sudah menghilang Nak?" Tanya Ibu kembali.


"Alhamdulillah sudah tidak terlalu Bu,! Hanya sekarang sudah mulai lapar terus" Tutur Nasya yang merasakan sekarang dia mudah cepat lapar.


"Itu hal wajar Na, apalagi kamu mengandung anak kembar, jadi porsinya juga harus di tambah, supaya mereka sehat" Ibu berucap dengan mengusap kepala sang putri tercintanya lembut.


Ibu serta Mamah menuntun Nasya untuk keluar dari kamar menuju tempat acara, ternyata tamu undangan dari panti asuhan serta warga sekitar sudah berkumpul.


Banyak para tamu undangan tasyakuran yang hadir Mendokan Nasya serta kandungannya.


Rangkaian acara satu persatu telah selesai, anak anak dari panti asuhan serta tetangga komplek satu persatu telah pulang, kini tinggal keluarga inti saja yang masih ada.


"Na, Ibu dan Ayah pulang yaa, supaya nanti tidak terlalu malam sampai rumah," Kemudian Ibu berpamitan kepada sang putri, dan di angguki Nasya.


"Iya Bu, terimakasih karena sudah hadir disini, dan hati hati di jalan" Nasya berucap lalu memeluk sang Ibu haru.


Nasya mengantar Ibu serta ayahnya sampai depan rumah dan sampai mobil mereka tidak terlihat.


"Mah, kami akan pamit sekarang," El berpamitan kepada sang Mamah yang sedang duduk manis di ruang keluarga.


"Lho, kalian tidak ingin menginap disini?" Bukannya menjawab ucapan El, Mamah justru bertanya balik.


"Tidak Mah, mungkin lain kali kami akan main ke sini untuk menginap" Dengan penuh ke hati hati an.El berucap, agar tidak menyinggung perasaan sang Mamah.


"Baiklah, tapi kalian harus hati hati di jalan," Nampak rasa sedih di wajah Mamah, karena rumah akan terasa sepi kembali setelah mereka pulang.

__ADS_1


__ADS_2