Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
81. Di Perbolehkan Pulang


__ADS_3

Hari ini Nasya dan sepasang bayi kembarnya di perbolehkan pulang, setelah Nasya sudah mulai belajar berjalan dengan di bantu sang suami dan suster yang selalu berjaga di saat Nasya sedang menyusui anak anaknya.


"By, sekarang mereka sudah mulai membuka matanya saat sedang menyusu," Celoteh Nasya saat melihat anak anaknya sudah membuka matanya dan menatapnya saat di susui.


"Perkembangan Ibu dan kedua bayi kembar juga sekarang sudah sangat baik, nanti di rumah kalau memang asi nya keluar terus, Ibu bisa memompanya dan di taruh di botol steril khusus untuk menaruh asi, dan di taruh di freezer, kalau ingin di berikan jangan lupa untuk menghangatkannya terlebih dahulu." Ucap dokter Arum yang saat ini sedang memeriksa perkembangan Nasya dan juga sepasang anak kembarnya.


"Baik dokter, dan terimakasih karena sudah membantu istri dan anak anak saya" Tidak lupa El mengucapkan terimakasih kepada dokter Arum.


"Sama sama Tuan, itu memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter" Jawab dokter Arum.


"Semoga Ibu dan si kembar selalu sehat," Doa dokter Arum saat mengusap kedua bayi kembar yang ada di dalam box bayi setelah mereka kenyang meminum asi dari Nasya.


"Aamiin" Ucap El dan Nasya secara bersamaan.


Ceklek


Pintu ruang perawatan Nasya terbuka, dan ternyata Mamah yang masuk dengan dua orang baby sitter yang sebelumnya telah El rekomendasikan dari yayasan yang di bawah naungan yayasan yang di kelola Mamah nya.


"Apa semuanya sudah siap?" Tanya Mamah dengan menggendong bayi Nevan sedang El menggendong bayi Nessa.


Salah satu suster membantu mendorong kursi roda Nasya sampai depan lobi.



__ADS_1


Setelah sampai di rumah ternyata Ayah dan Ibu sudah menunggu depan.



El memang melarang Ayah dan Ibu untuk menjemput di rumah sakit, lebih baik menunggu di rumah saja, karena El kasihan kalau Ayah dan Ibu harus bolak balik.



"Bagaimana keadaannya Nak?" Tanya Ibu saat melihat putrinya di tuntun sang suami turun dari mobil.



"Alhamdulillah Bu, sekarang sudah lebih baik," Jawab Nasya, sedang Ayah beralih menggendong Nevan dari suster.




"Nessa juga tidak kalah cantik Kek.!" Kini giliran Mamah yang berucap saat menggendong cucu perempuannya dengan menunjukan Nessa ke arah Ayah Nasya.



"Cucu cucu Kakek memang tampan dan cantik," Beo Ayah yang memuji kedua cucunya.


__ADS_1


"Sayang, sepertinya kita sudah di tinggalkan, pamor kita sudah kalah dengan si kembar." El yang menyadari kalau dirinya sudah tidak ada yang menghiraukan, kini mulai cemburu dengan anak anaknya sendiri.



"Sudah tua juga, tapi masih saja cemburu terhadap anak anak kamu sendiri" Mamah yang mendengar El bersuara, mencoba memperingati anaknya.



Nasya yang mengerti akan suaminya, segera mempererat genggaman tangannya di lengan El, dan mengusap dada bidang suaminya agar tenang.



Dan benar saja, El langsung luluh hanya dengan usapan lembut tangan sang istri.



"Maafkan Ibu yaa, karena Ibu jarang menjenguk kalian saat di rumah sakit," Ibu yang merasa bersalah karena jarang menjenguk putri dan cucu cucunya, hanya bisa memandang Nevan yang di berikan Ayah.



"Tidak apa apa Bu, yang terpenting adalah doa, agar kami selalu sehat" Sahut Nasya saat dirinya kini sedang bersandar di kepala ranjang.



"Apa sekarang kamu akan menyusui mereka?" Mamah yang mengerti karena Nasya meraba dadanya, mulai bertanya.

__ADS_1



"Iya Mah, sekarang sudah dua jam, dan sudah waktunya mereka untuk menyusu" Sahut Nasya dan Mamah segera meletakkan Nevan di pangkuan Nasya.


__ADS_2