Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Surprise Keluarga


__ADS_3

Tak terasa sudah 5 tahun berlalu sejak Dika meninggalkan mansion keluarganya.


Ia ingat betul bagaimana beratnya keluarganya melepasnya untuk melanjutkan S2 di Inggris.


Papi, Mami dan adiknya Angelina.


Begitu juga nenek tercintanya Ny Indira Ajiwijoyo yang sangat disegani oleh seluruh anggota keluarga karena sifatnya yang sangat tegas tetapi sangat penyayang.


Akan tetapi ia kukuh untuk tetap melanjutkan rencananya untuk kuliah atau dengan kata lain kabur untuk bisa hidup dengan bebas tanpa dibebani dengan aturan-aturan dalam keluarga.


Walaupun akhirnya ia tetap harus kembali pulang ke tanah air.


Mobil mereka memasuki pagar besar yang dijaga 2 orang penjaga.


Pintu pagar besi yang sangat tinggi itu terbuka.


Terlihat Taman indah di kanan kiri jalan menuju mansionnya.


Ada air mancur indah tepat didepan mansion yang megah.


Di depan mansion ada terpakir beberapa mobil mewah milik keluarga Ajiwijoyo.


Shofia hanya terdiam melihat suasana sekelilingnya.


Ia melihat wajah Dika sudah tegang saat mereka memasuki pagar mansionnya.


Ahhh ternyata keluarganya sangat kaya sekali, pikir Shofia.


Mengapa Dika tidak cerita yaaa, dan ini membuat Shofia sedikit takut.


Bagaimana kalo rencana ini gagal.


"Dika...." panggil Shofia. Dika menoleh.


"Ya..."jawab Dika dengan wajah tegangnya.


"Apa kamu yakin kita masih harus melakukannya?" tanya Shofia berbisik takut kalo supir di depannya mendengar.


"Tentu saja"jawab Dika tegas.


Mereka telah sampai di depan Mansion.


Pelayan membuka pintu mobil dan sedikit terkejut melihat ternyata yang keluar adalah seorang wanita yang sedang menggendong bayi.


Dika keluar dari arah lain.

__ADS_1


Ia memegang pundak Shofia dan menuntunnya masuk ke dalam Mansion.


Shofia sedikit terkejut dengan perlakuan Dika.


Ia sedikit menepis tangan Dika dengan bayinya, tapi Dika malah mengencangkan rangkulannya sambil menatapnya tajam.


Shofia melihat kesekelilingnya.


Ia terpana melihat kemewahan rumah itu. Perabotan dengan nuansa emas mendominasi warna di setiap sudut ruangan.


Saat memasuki salah satu ruangan tiba-tiba terdengar tepuk tangan yang sangat riuh.


"Selamat Datang" teriak semua orang yang berada di dalam ruangan.


Mereka seketika menghentikan tepuk tangannya ketika melihat Dika masuk bersama dengan wanita yang sedang menggendong bayi.


Mami, papi dan Angelina datang menghampiri Dika.


Mereka mencium kedua pipi Dika dan memeluknya secara bergantian.


Lalu muncul Miranda keluar dari kerumunan orang-orang tadi medekati Dika.


Wanita yang sangat cantik dengan body seperti seorang foto model kelas dunia mengenakan gaun yang sangat mewah dan elegan dengan potongan dada rendah serta gaunnya menjuntai kebawah dengan potongan di atas paha yang membuat semua laki-laki pasti akan terkesima.


Miranda mencium bibir Dika. Dika tidak membalas.


"Dika, kamar mandi dimana?" tanya Dika.


Dika setengah terkejut mendengar Shofia bicara padanya


"Eh disana. Pelayan tolong antar Shofia ke kamar mandi!" kata Dika menyuruh salah satu pelayan untuk mengantarkan Shofia.


Shofia lalu menyerahkan bayinya ke Dika.


Lalu berlari ke kamar mandi.


Seluruh mata kini tertuju ke arah Dika dan bayi dalam gendongannya.


Lalu tiba-tiba Miranda berteriak


"Bau apa ini??" sambil menatap Dika.


Dika kaget mendengar teriakan Miranda.


Lalu mulai mengendus ke arah popok bayi yang digendongnya.

__ADS_1


Ewwww ternyata Bayi itu pup.


Dika hampir tidak tahan mencium aroma tidak sedap dari popok bayi tapi ditahannya agar sandiwaranya tidak ketahuan.


Untung tidak lama kemudian Shofia muncul dan mengambil bayinya dari Dika.


"Sepertinya bayi kita sedang pup" kata Dika.


Seluruh orang kaget mendengar Dika menyebut bayi kita pada Shofia.


Shofia pun tak kalah kaget mendengar kata kita keluar dari mulut Dika.


Lalu Shofia meletakkan bayinya diatas meja terdekat dan meminta tolong Dika untuk mengambil tisu basah dari tas ranselnya.


Dengan sigap Shofia membersihkan kotoran dari pantat bayinya.


Ia menyerahkan popok kotor itu ke Dika.


Dika langsung kaget setelah mengambil popok kotor dari tangan Shofia lalu segera memberikannya kepada orang terdekatnya.


Disana ada Miranda yang langsung kaget menerima popok kotor dari tangan Dika dan langsung memberikannya kepada orang disampingnya yang tak lain adalah maminya Dika.


Maminya Dika tak kalah kaget dan langsung berteriak.


Shofia melihat kejadian itu hanya geleng-geleng kepala dan segera berdiri menyerahkan bayinya ke Dika yang sudah selesai dibersihkan.


Lalu Shofia mengambil popok kotor itu ke arah orang yang terakhir yang mendapat lemparan popok.


Ia bertanya kepada salah satu pelayan dimana tempat sampah.


Lalu pelayan mengambil popok kotor itu dan berlari keluar untuk membuangnya.


Setelah kejadian itu semua orang kembali menatap Dika meminta penjelasan terutama kedua orang tuanya dan Miranda.


Tidak lama kemudian ada seseorang yang baru muncul di ruangan tersebut yang membuat beberapa orang yang hadir mundur beberapa langkah kebelakang.


Ny Indira memasuki ruangan itu dan langsung memeluk cucu kesayangannya.


"Dika..akhirnya kau pulang juga. Nenek sangat merindukanmu". ucap Ny Indira seraya melepaskan pelukannya.


"Maaf nek, Dika baru pulang sekarang. Dika juga sangat rindu sama nenek" ucap Dika sambil memegang tangan neneknya.


Tak lama tatapan Ny Indira beralih ke arah Shofia dan bayinya. Dika yang melihat neneknya menatap Shofia langsung menelan ludahnya dan berkata


" Nek, kenalkan ini Shofia istriku dan ini bayi kami". kata Dika lirih.

__ADS_1


Seketika Mami Dika dan Miranda pingsan.


__ADS_2