Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
68. Berpisah Di Bandara


__ADS_3

Setelah kemarin Mamah dan Nasya puas berbelanja di mall terbesar yang ada di Singapura, kini mereka akan bersiap untuk pulang ke Indonesia.


Pekerjaan El yang ada di Singapura juga sudah bisa El lepas.


"Apa semua barang sudah tidak ada yang tertinggal lagi di apartemen?" Tanya El saat melihat Nasya menghampirinya yang sedang asik dengan benda pipih di tangannya.


"Sepertinya sudah tidak ada By" Jawab Nasya yang kini duduk tepat di samping sang suami.


"El, apa kita bisa berangkat sekarang? Karena Mamah sedang di tunggu di yayasan panti asuhan yatim piatu, saat ini mereka sedang mempersiapkan peresmian untuk pembukaan cabang baru lagi" Tiba tiba saja Mamah datang menghampiri mereka dan mengutarakan kalau dia sudah di tunggu kehadirannya di yayasan panti asuhan yatim piatu.


"Kalau memang semuanya sudah siap dan sudah di pastikan tidak ada lagi barang yang tertinggal, lebih baik sekarang kita segera berangkat" Kini El beralih menatap sang istri yang juga sedang menatapnya.


Tanpa fikir panjang, mereka segera turun kebawah dan menuju bandara internasional Changi untuk menaiki jet pribadinya.


Karena perjalanan yang tidak terlalu lama memakan waktu, mereka telah sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta.

__ADS_1


Terlihat Ilham telah siap membukakan pintu mobil dan juga seorang supir Mamahnya yang memang sudah di telpon sebelumnya.


"Sayang, maafkan Mamah yang tidak bisa mampir kerumah kalian, karena Mamah sudah di tunggu di yayasan, mungkin lain kali Mamah akan singgah dirumah kalian" Mamah yang memang sudah menganggap Nasya layaknya anak sendiri, merasa tidak enak saat mereka harus berpisah di bandara karena ada keperluan.


"Tidak apa apa Mah, lain kali Mamah masih bisa, pintu rumah selalu terbuka lebar untuk Mamah" Nasya yang mengerti akan kesedihan Mamah mertuanya, langsung saja memeluknya.


"Jangan lupa untuk menghubungi Mamah kalau memang terjadi sesuatu terhadap mereka" Perlahan Mamah melerai pelukannya dan beralih mengusap perut buncit sang menantu.


"Baik Mah, pasti akan Nana kabari kalau suatu saat Nana butuh bantuan Mamah" Ujar Nasya dengan senyum yang sangat manis.


"Siap Mah, El pasti akan selalu standby 24 jam dalam menjaga buah cinta El dengan Nasya" Lalu El mengangkat tangannya ke atas kepala dan layaknya orang yang sedang memberikan hormat.


Akhirnya mereka berpisah di bandara, dengan Ilham sebagai supirnya El, Nasya dan tidak ketinggalan Novi.


Sedangkan Mamah di jemput supir pribadinya langsung menuju yayasan.

__ADS_1


Novi yang masih merasakan mabuk dalam perjalan, hanya bisa menahannya karena tidak ingin memperlihatkannya di hadapan sang majikan.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kita di rumah, Nana sudah tidak sabar ingin segera melihat tanaman bunga di atas" Beo Nasya begitu keluar dari dalam mobil, El yang melihat Nasya berbicara menoleh dan tidak lupa mengedipkan matanya.


"Khemm" Ilham yang melihat sepasang suami istri tengah saling menatap satu sama lain, langsung saja mengejutkan mereka berdua.


Nasya yang merasa tidak enak, segera menundukkan kepalanya dan berlalu masuk kedalam rumah di susul dengan El.


Sementara Novi langsung saja menuju dapur dari arah samping rumah, karena sudah tidak tahan ingin segera mengeluarkan isi perutnya yang merasa tidak nyaman.


Sebelumnya Author minta maaf 🙏 karena beberapa hari author tidak update, di karenakan kemarin author habis pindah rumah.


Dan dua hari kemudian Author juga habis menjenguk anak di pesantren 🙏.


Tapi akan Author usahakan untuk update.

__ADS_1


Terimakasih untuk dukungannya 😘😘


__ADS_2