Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
72. Jangan Sampai Terjatuh


__ADS_3

Dengan mengenakan dress hamil hijau mint dan kerudung dengan warna peach, Nasya terlihat sangat cantik dan elegan, di tambah dengan make-up dari pihak MUA terkemuka, sehingga menambah kesan anggun walaupun perut Nasya sudah membesar.


Begitu pun dengan El yang mengenakan kemeja dengan warna yang senada dengan sang istri, namun ketampanan El tidak hilang ataupun luntur, justru terlihat semakin cool di usianya yang sudah terbilang dewasa dan matang.


Rangkaian acara tujuh bulanan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dan kendala sedikitpun, para tamu undangan yang hadir pun cukup banyak, sehingga banyak orang yang mendoakan calon anak anak mereka.


Setelah acara pengajian di lalui, mulai dari pembacaan ayat ayat suci Al-Quran, hingga tausiah dari ustadz dan ustadzah pun berjalan dengan lancar.


Kini giliran acara adat dengan tema mandi dengan bunga tujuh rupa, dari tujuh wadah yang berbeda, tujuh gayung yang berbeda, tujuh kain yang berbeda.


Hingga sang suami harus menangkap kelapa gading dari bawah, dan jangan sampai terjatuh, yang sebelumnya di taruh dari depan dada dan turun ke bawah.


Selanjutnya oleh sang suami kelapa gading tersebut di belah dengan menggunakan golok.

__ADS_1


Di lanjutkan dengan melempar uang koin sebanyak mungkin kepada tamu yang hadir, dengan harapan semoga anak anak yang lahir kelak selalu mendapat keberkahan.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, tamu undangan satu persatu mulai pulang ke rumahnya masing-masing.


Hanya tinggal saudara inti yang masih terlihat ada di ruang tamu sedang bercengkrama satu sama lain.


"Na, sepertinya kamu mengandung anak kembar yaa?" Tanya salah satu saudara dari Ibunya Nasya yang memang belum mengetahui kalau Nasya sedang mengandung bayi kembar.


"Iya Tante, minta doanya Tante, semoga saat nanti persalinan anak anak Nana sehat dan selamat" Jawab Nasya, dan tidak lupa Nasya meminta doa untuk calon anak anaknya.


"Menurut perkiraan dokter sih, tanggal 8 bulan februari Tante" Jawab Nasya lagi.


"Ohh,! Sudah terlihat jenis kelaminnya?" Lagi lagi Tante nya bertanya.

__ADS_1


"Maaf Tante, Om, dan semuanya, bukannya Nana tidak sopan, Nana izin masuk ke kamar dahulu, karena Nana lelah sekali dan ingin segera beristirahat" Nasya mencoba mengalihkan pembicaraan dengan keluarganya karena tidak ingin membuka jenis kelamin kedua anaknya dengan siapapun.


Karena Nasya sepakat dengan El dan juga Mamah untuk merahasiakan jenis kelamin kedua anaknya, agar menjadi kejutan.


"Iya sayang tidak apa apa, lebih baik sekarang kamu istirahat saja di kamar, kami juga sebentar lagi akan pamit pulang dengan Ayah dan Ibu kamu," Ucap salah satu Paman Nasya yang mengerti dengan kondisi keponakannya saat ini.


Namun, sikap yang lain justru di tunjukkan sang Tante yang tidak puas dengan jawaban Nasya tadi, itu terlihat dari cara Tante membuang muka kearah samping karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


"Kalau begitu kami permisi masuk kedalam kamar dulu Om, Tante dan semuanya" Kini giliran El yang angkat suara untuk berpamitan masuk kedalam kamar.


El yang selalu setia menemani sang istri di sampingnya, kemudian bangun dan perlahan menuntun Nasya untuk masuk kedalam kamar.


"By, Nana jadi merasa tidak enak terhadap Tante, sepertinya Tante sangat marah sekali" Ucap Nasya begitu masuk kedalam kamar dan segera bersandar di kepala ranjang untuk mengistirahatkan pinggang nya yang sudah terasa sangat pegal kalau duduk terlalu lama.

__ADS_1


"Sudah, jangan terlalu di pikirkan, toh, nanti juga mereka akan tahu sendiri setelah mereka lahir" El mencoba menenangkan sang istri.


Kemudian mereka tertidur karena merasakan lelah setelah rangkaian acara prosesi tujuh bulanan yang baru saja berlangsung.


__ADS_2