Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Diculik


__ADS_3

Keesokan harinya setelah pulang dari kantor, Dika membawa bungkusan besar kerumahnya.


"Nek nenek" teriak Dika memanggil ny Indira.


Ny Indira yang sedang duduk bersama Angelina di ruang keluarga menjawab.


"Nenek disini Dika. Ada apa sih kamu baru datang udah teriak gitu?" tanya Ny Indira bingung mendengar teriakan Dika.


"Ini nek, Dika mau kasih nenek sesuatu yang pernah nenek minta. Ini baru datang dari Inggris" jawab Dika sembari memberi bungkusan besar itu ke neneknya.


Ny Indira menerima bungkusan itu dan membukanya. Ternyata itu adalah pigura foto pernikahan Dika dan Shofia.


"Wah kalian sangat bahagia sekali terlihat di foto ini" kata ny Indira senang sekali ketika melihat foto itu.


"Iya ya nek. Kak Dika sangat tampan sekali disini dan kakak ipar sangat cantik walaupun terlihat malu" Angelina menimpali.


"Iya dong. Kan emang kakakmu ini udah tampan dari lahir" kata Dika nyengir.


"Yeee narsis kan, Jadinya ke GRan deh" jawab Angelina manyun.


Dika hanya tersenyum setelah menggoda adiknya.


"Ayo dika bantu nenek pajang foto ini di Dinding itu" perintah ny Indira.


Foto pernikahan itu dipajang di dinding bersebelahan dengan foto keluarga Ajiwijoyo.


Ny Indira tersenyum bahagia memandangi foto itu.


Tak lama kemudian mami masuk ke ruang keluarga.


Terus mami melihat foto pernikahan Dika dan Shofia.


"Apa-apaan sih ini Dika. Ngapain foto jelek ini dipajang disini. Bikin ruangan ini jadi kumuh" kata mami ketus.

__ADS_1


"Ih mami, ini kan foto pernikahan anak mami sendiri. Dan nenek loh yang menyuruh untuk dipajang disini" jawab Angelina.


"Pernikahan apaan...mami ngga pernah merestui pernikahan ini" ucap mami kesel.


"Udah ngga usah ribut" kata Ny Indira kesal mendengar celoteh menantunya sambil berlalu diikuti oleh Dika.


Mami tambah kesel dicuekin oleh putranya sendiri ditambah saat melihat foto itu lagi.


***


Beberapa hari kemudian saat Dika hendak berangkat ke kantor, di tengah jalan mobilnya dipepet sama 2 mobil yang pengendaranya tidak Dika kenal.


"Apa-apaan sih tuh mobil mepet-mepet mobil gue" teriak Dika sambil terus berusaha mengendarai mobilnya agar tidak tertabrak.


Tapi kedua mobil itu terus memepetnya bahkan membunyikan klakson memberikan tanda agar Dika menepikan mobilnya.


Akhirnya mau tidak mau Dika harus memberhentikan mobilnya. Saat mobilnya sudah berhenti ada beberapa orang laki-laki dengan badan yang kekar keluar dari 2 mobil tadi dan menyuruh Dika untuk keluar dari mobil.


Dika dibawa ke sebuah salah satu studio martial arts milik tuan Akbar.


Mata dika ditutup, mulutnya diplester dan tangannya diikat oleh tali dibelakang tubuhnya.


"Dimana Shofia? Dimana kau menyembunyikannya? ada hubungan apa kau dengan Shofia?" tiba-tiba terdengar teriakan Tuan Akbar yang sangat keras sambil membuka plester dimulut Dika keras membuat Dika sangat kaget sekali.


"Siapa kamu, kenapa kamu menanyakan Shofia, kamu siapanya Shofia?" jawab Dika balik tanya yang malah membuat tuan Akbar menjadi tambah geram.


"Sial**, an****,b****** kamu tidak ada hak buat bertanya disini. Tugasmu hanya harus menjawab pertanyaanku" teriak tuan Akbar semakin murka.


"Aku tidak akan menjawab sebelum kalian menjawab pertanyaanku" kata Dika ketus.


" Kurang ****, gantung dia sekarang!" perintah tuan Akbar kepada anak buahnya.


Kemudian mereka menggantung kaki Dika hingga kepala Dika berada di bawah.

__ADS_1


"Ayooo sekarang jawab pertanyaanku tadi, Dimana Shofia?" teriak tuan Akbar masih emosi.


Dika yang sudah mulai sakit kepala masih tetap bertahan.


"Katakan dulu siapa kalian baru aku akan menjawabnya" ujar Dika lirih.


"Aku bapaknya Shofia. Cepat katakan dimana putriku?" teriak tuan Akbar emosi walaupun akhirnya menjawab pertanyaan Dika.


Dika mendengar bahwa yang menculiknya adalah bapaknya Shofia sedikit merasa tenang.


"Shofia ada dirumahku, bapak" jawab Dika lebih sopan.


"Dimana rumahmu? dan jawab pertanyaanku yang pertama tadi!" ujar tuan Akbar masih dengan nada emosi.


" Bapak, tolong turunkan saya dulu. Kepala saya sudah sangat pusing. Saya akan menjelaskan semuanya kepada bapak" pinta Dika kepada tuan Akbar karena memang kepalanya sudah sangat pusing sekali dengan posisi tergantung seperti itu.


"Turunkan dia dan lepas tutup kepalanya !" perintah tuan Akbar lagi dengan suara yang mulai sedikit tenang.


Akhirnya Dika diturunkan dari gantungan tadi dan didudukan kesebuah kursi. Kemudian tutup kepalanya pun dibuka.


Dika mulai melihat kesekelilingnya. Dika melihat ada bapak-bapak paruhbaya dengan badan yang kekar dengan kumis tebal diatas mulutnya yang menambah kesan galak.


" Kenapa kamu membawa kabur anak saya, Arya? tanya tuan Akbar ketus.


Rupanya tuan Akbar salah orang. Dikiranya orang ada dihadapannya ini adalah Arya mantan pacar Shofia.


" Huk huk saya buka Arya" Dika kesal hingga terbatuk setelah mendengar nama Arya.


Tuan Akbar kaget mendengar jawaban Dika.


"Terus kamu siapa??" tanya Tuan akbar lagi.


" Namaku Andika Ajiwijoya, suami Shofia" jawab Dika lantang.

__ADS_1


__ADS_2