
Shofia terbangun dan dilihatnya Dika masih tidur dengan posisi masih memeluknya.
Shofia dengan hati-hati memindahkan tangan laki-laki yang sudah menjadi suaminya yang sah.
Lalu ia berjalan ke kamar mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya.
Dilihatnya banyak sekali tanda kepemilikan yang diberikan Dika semalam.
Shofia pun tersipu malu. Walaupun ini bukan hal yang pertama baginya.
Karena dulu sudah biasa ia lakukan bersama Arya, mantan pacar yang meninggalkannya.
Tapi ini kali pertama ia melakukannya bersama Dika, suaminya.
Setelah Mandi, Shofia keluar dari kamar mandi dan membangunkan Dika.
"Dika ayo bangun!", bisik Shofia di telinga Dika.
Dika hanya menggeliat dan melanjutkan tidurnya.
Shofia terus membangunkan Dika dan sekarang mulai dengan Suara yang lebih keras.
"Dikaaaa banguuuun....", ucap Shofia.
Dika membuka matanya.
Dilihatnya istrinya di pinggir tempat tidur hanya mengenakan handuk yg melilit dibadannya.
Bukannya bangun, Dika malah menarik Shofia ke dalam pelukannya.
"Sayang, cantik banget sih kamu pagi-pagi. Bikin mau lagi nah", ucap Dika sambil membenamkan wajahnya ke leher Shofia.
"Mandi dulu sana deh", kata Shofia sambil berusaha melepaskan tangan Dika dari pinggangnya.
__ADS_1
"Tapi abis mandi boleh yaa?", ucap Dika seraya memegang dagu Shofia.
"iya udah mandi dulu cepetan", ujar shofia.
Dika lalu melepaskan pelukannya dari Shofia.
"ok deh, nyonya Dika", kata Dika sambil meletakan bibirnya ke bibir Shofia.
Shofia kaget lalu mendorong suaminya.
"Ihhhh Dika nih nakal aahh. Ayo sana cepatan" teriak Shofia kesel.
Dika segera lari ke kamar mandi setelah melihat wajah istrinya yang manyun.
Setelah Mandi, Dika keluar hanya mengenakan handuk saja.
Shofia melihat dada bidang dan perut six pack suaminya.
Shofia pun tersipu malu.
"Kenapa sayang? Ganteng banget kah suamimu ini?. Nih semua milik kamu kok", ucap Dika lalu mendekati Shofia yang duduk di pinggir tempat tidur.
"Apaan sih Dika. " ucap Shofia malu dan wajahnya bertambah merah.
Dika menjadi begitu gemas melihat wajah istrinya yang tersipu malu.
Tanpa ragu, ia lalu mencium bibir Shofia.
Shofia pun membalasnya.
Ciuman panas pun berlanjut dengan tangan Dika kembali bergerilya di tubuh Shofia.
Ia membuka handuk yang melilit tubuh Shofia.
__ADS_1
Kini bibirnya turun ke leher, lalu turun lagi ke bagian dada.
Lalu li*** Dika mulai turun ke area perut dan turun lagi ke bawah.
Kini lidahnya bermain di area kenikmatan istrinya.
Tak henti-hentinya lidah Dika bermain di **** ***** itu membuat desahan Shofia semakin keras.
Setelah beberapa saat melakukan pemanasan, dan cukup membuat Shofia basah, Dika mulai melakukan penyatuan.
Lalu Dika terus memompa dari gerakan lembut kemudian semakin cepat.
Beberapa posisi pun dicoba hingga mereka mencapai puncak kenikmatan bersama.
Setelah selesai melakukan penyatuan, mereka berdua pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka.
Setelah keluar dari kamar mandi, mereka berpakaian dan keluar kamar untuk sarapan.
Saat di meja makan, Shofia berkata "Dika, kita pulang yaa setelah ini. Aku perlu menyusui Zidan. Tadi lupa bawa pompa Asi"
"Iya sayang. Aku tau karena kuliat ada yang lebih besar dari semalam dan bikin seksi banget deh" ucap Dika sambil mengedipkan matanya ke Shofia.
"Ihhh Kamu apaan sih. Makanya harus cepat pulang yaa, Udah mulai nyeri nih". kata Shofia sambil mencubit lembut tangan Dika.
" Iya sayang. Abis ini kita pulang. Besok kita pergi bulan madu bersama Zidan jg", kata Dika sambil membelai rambut Shofia.
"Benarkah? Mau bulan madu kemana kita?"tanya Shofia.
"Banarlah. Besok juga kamu tau. Ayo habiskan makannya baru kita pulang" jawab Dika.
Shofia mengangguk bahagia.
Setelah makan. Mereka membereskan barang mereka dan segera menuju rumah mereka.
__ADS_1