
"Mah, sekarang sudah malam, lebih baik Mamah istirahat dan tidur saja dengan Nana, biar nanti El tidur di sofa" Beo El saat melihat arloji di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Serta menawarkan Mamah untuk tinggal bersama dengan mereka.
Saat ini mereka sedang di ruang keluarga menikmati indahnya malam dari jendela apartemen yang sengaja El design agar saat malam bisa melihat indahnya negara Singapura dari dalam apartemennya.
"Jangan hiraukan Mamah, biar nanti Mamah menginap di hotel saja, lagi pula jaraknya tidak terlalu jauh, gedungnya juga bersebelahan dengan gedung apartemen ini" Elak Mamah menolak permintaan dari El yang menyuruhnya untuk menginap di apartemennya saja.
"Tidak apa apa Mah, tinggal saja dengan kami disini, jadi besok kita bisa berangkat bersama untuk berbelanja di mall yang berada di seberang sana" Kini Nasya yang menawarkan kembali kepada Mamah mertuanya untuk menginap.
Memang rencananya besok mereka akan berbelanja ke mall terbesar di Singapura bersama, Karena ini adalah keinginan lama Mamah yang belum sempat terwujud.
Seperti pergi kesalon bersama, shopping bersama, nonton bersama hingga keluar negeri bersama.
Mamah yang memang hanya di karuniai anak hanya El seorang, jadi impian untuk mempunyai anak perempuan hanyalah tinggal mimpi yang tak akan pernah bisa terwujud.
"Mah, Mamah,! Jadi bagaimana Mah dengan tawaran kami? Apa Mamah bersedia untuk menginap di sini bersama dengan kami?" Nasya yang melihat Mamah mertuanya melamun, mencoba menyadarkan sang Mamah dengan menyentuh telapak tangan Mamah lembut lalu bertanya kembali.
"I~Iy~Iya sayang.! Mamah akan menginap disini bersama kalian," Sontak Mamah mengedipkan matanya terkejut, saat merasakan telapak tangannya ada yang menyentuhnya.
"Alhamdulillah, kalau begitu lebih baik sekarang kita istirahat saja, karena sudah mulai larut" Bukan Nasya yang berucap, melainkan El yang mengucapkan rasa syukurnya karena Mamah nya mau menerima tawarannya untuk menginap di apartemennya.
Selepas kepergian Mamah dan Nasya, El kembali membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda hingga pukul 11 malam.
"Hoamm, ternyata sudah pukul 11 malam, lebih baik aku segera istirahat saja" Segera El mematikan laptopnya dan berbaring di atas sofa bed, yang juga punya fungsi sebagai kasur.
Jarum jam terus berputar kearah kanan, waktu kini menunjukkan sudah pukul 5 pagi.
El tidak menyadari kalau Nasya terbangun sebelum waktu subuh dan memakaikan selimut kepada sang suami.
"By, sebaiknya sholat subuh dahulu, nanti keburu habis waktunya" Nasya mencoba membangunkan El dengan berbisik tepat di telinga sang suami.
"Eeuumm, sudah jam berapa sekarang?" Dengan masih memejamkan matanya dan berusaha mengumpulkan tenaga, El bertanya kepada sang istri dengan suara khas orang baru bangun tidur.
__ADS_1
"Sudah jam 5 pagi By, cepat bangun dan segera sholat subuh, nanti keburu habis waktunya" Jawab Nasya dengan mengulangi ucapannya kepada sang suami untuk segera menunaikan sholat subuh.
Cup
"Morning kiss dulu" Kemudian El mencium pipi kiri Nasya yang sedang duduk tepat di sampingnya.
"By, nanti kalau ada yang lihat bagaimana?" Nasya yang mendapat ciuman pagi hari dari suaminya langsung membulatkan matanya sempurna, dan mengerucutkan bibirnya.
Hal itu sontak membuat El ingin melakukan lebih.
"Memangnya ingin di cium juga bibirnya?" Goda El saat melihat tingkah menggemaskan dari istrinya.
"Dasar mesum" Nasya yang mendengar sang suami menggodanya, berniat hendak bangun dari duduknya.
Namun belum sempat Nasya bangun, El mencegah pergelangan tangan Nasya dan menahannya agar tidak bangun.
"By, nanti ada yang melihatnya, Nana tidak enak By, lagipula disini ada Mamah, kita harus menghargai Mamah By" Nasya mencoba menjelaskan kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk mereka berdua.
"Isshh, nyebelin.!" Nasya kemudian bangun dan meninggalkan sang suami karena menahan malu telah salah sangka terhadap El.
"Dasar wanita, baru saja di sentuh tangannya, sudah berpikiran yang lain" Dengan menggelengkan kepalanya dan bangun dari duduknya, El tersenyum akan tingkah menggemaskan dari istrinya.
Selepas kepergian El kekantor, Nasya, Mamah, dan Novi bersiap akan jalan jalan ke mall terbesar yang ada di Singapura.
Sambil menunggu majikannya selesai bersiap, sedang Novi merapikan apartemen.
"Apa semuanya sudah selesai Novi?" Nasya langsung keluar dari dalam kamar bersamaan dengan Mamah, mereka kompak mengenakan dress panjang berwarna peach.
"Sudah Nyonya, apa kita akan berangkat sekarang?" Novi yang tengah menata bantal sofa di ruang keluarga, langsung saja menjawab pertanyaan dari majikannya.
"Kalau begitu lebih baik sekarang kita berangkat sekarang, agar nanti puas memilihnya" Kini giliran Mamah yang angkat bicara, setelah melihat arloji di pergelangan tangannya.
"Sayang, apa kamu kuat kalau kita berjalan saja?" Mamah bertanya kembali kepada Nasya, mengingat di dalam perut Nasya ada dua nyawa yang harus dia bawa.
__ADS_1
"Insyaallah Nana kuat Mah,! Kalau memang nanti Nana lelah, pasti Nana akan bilang ke Mamah" Jawab Nasya menatap kearah Mamah mertuanya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya.
Tiinngg
Lift yang mereka tumpangi akhirnya terbuka, dan sampailah mereka di bawah apartemen.
Sepanjang perjalanan mereka menuju mall, Mamah selalu menggandeng pergelangan tangan Nasya, sedang Novi mengikutinya di belakang.
Setelah berjalan kaki selama 15 menit, mereka tiba juga di depan mall.
Jiwa belanja Mamah mulai keluar saat melihat berbagai macam produk branded keluaran terbaru.
Dari mulai tas, sepatu, sampai arloji yang Mamah kenakan memang semuanya barang branded keluaran terbaru.
Namun Mamah kini mengalihkan minat belanjanya, karena Mamah sadar, saat ini dia ingin membeli perlengkapan bayi untuk kedua calon cucunya saja.
"Sayang, lebih baik sekarang kita mencari perlengkapan untuk si kembar dahulu," Mamah yang memang sudah hafal dengan letak toko yang menjual perlengkapan bayi yang lengkap dan besar di sana, langsung saja mengarahkan Nasya untuk mencari perlengkapan calon sepasang anak kembar mereka.
Mamah mulai memilih berbagai macam baju, kaus kaki, sarung tangan, topi, dan berbagai macam kebutuhan bayi, lengkap dengan motif dan warna yang sesuai dengan jenis kelaminnya.
"Lihatlah sayang, ini sangat lucu, apa kamu menyukainya?" Tanya Mamah saat melihat sepasang mainan untuk bayi kembar dan menawarkannya kepada Nasya.
"Apa tidak terlalu dini Mah,! Lagi pula nanti ini pasti akan terpakai saat usianya sudah menginjak tiga bulan" Nasya mengutarakan kalau mainan bayi kembar yang di pilih Mamah bisa akan terpakai saat anak anaknya sudah berumur tiga bulan, itu terlihat pada petunjuk Luar kardusnya.
"Tidak apa apa sayang, toh nanti juga pasti akan terpakai" Mamah tetap mengambilnya dan memasukkannya kedalam troli yang Novi bawa.
Terimakasih untuk yang sudah membaca karya receh dari author.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian pada like dan kolom komentar.
Supaya author tetap semangat untuk update.
see you ☺️
__ADS_1