Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Tembak


__ADS_3

Tok tok tok


"Kak, Sepupu dan teman kakak sudah datang. Mereka sudah ada di ruang tengah", Angelina mengetuk pintu kamar Zidan dimana Shofia sedang menyusui bayinya.


"Ooh Oke, Zidan juga sudah tidur. Sebentar lagi kakak turun", jawab Shofia yang sedang meletakkan bayinya ke boxnya.


Angelina kembali turun dan menemui tamu-tamunya Shofia.


"Sebentar lagi kak Shofia turun. Kalian duduk dong masa berdiri saja. Mau minum apa?", kata Angelina usai dari kamar Zidan.


Dilihatnya para tamu hanya berdiri bingung melihat-lihat sekeliling ruangan.


"Eh iya. Makasih. Minum apa saja deh", jawab Nino agak gelagapan saat melihat Angelina.


"Wah rumah kalian besar banget sih. Kamar ini aja udah sebesar rumah aku. Ngga tersesat tuh kalian tinggal disini karena besar banget. Kalo aku mah mungkin disuruh kemana ngga bakalan bisa kembali lagi keruangan yang sama karena bingung. Aku mau minum yang dingin-dingin aja deh. Soalnya tadi diluar panas banget. Untung sekarang adem" kata Tari panjang seperti kereta api.


"Tar.....apaan sih. Ngomong ngga ada remnya", ujar Nino menyenggol lengan Tari.


"Eh iya maap...tombol remnya ngadat" jawab Tari seenaknya.


"Hahahaa kamu lucu banget", ucap Angelina mendengar ocehan sahabatnya Shofia itu.


Tidak lama kemudian Shofia turun dari kamar Zidan.


"Emang kalo Tari mah gitu. Kita yang harus jadi remnya", kata Shofia sambil memeluk sahabatnya.

__ADS_1


"Kita langsung liat-liat tempat acara aja yuk sekalian ketemu wo disana",Ajak Angelina.


Mereka berempat masuk ke mobilnya Angelina.


Nino duduk di samping Angelina yang sedang mengendarai mobil sedangkan Shofia dan Tari duduk di kursi belakang.


Nino sangat nervous duduk berdekatan dengan gadis yang beberapa hari ini selalu dalam ingatannya.


"Loe ngapain liatin Anggie kayak gitu sih Nin. Kayak kagak pernah liat cewek cantik ajak sih" goda Tari saat melihat gelagat Nino yang dari tadi hanya menatap ke arah Angelina.


"Ihhh apaan sih loe Tar. Cewek cantik mah harus diliatin biar ngga mubajir. Soalnya selama ini cuma sering liat kamu doang" jawab Nino ngasal aja.


"Udah aaah kalian kalo ketemu emang kayak tom and Jerry deh" ucap Shofia menengahin sepupu dan sahabatnya itu.


Lalu mereka tiba di Villa daerah Ancol.


"Shof, kamu tidak pernah cerita tentang Dika selama di Inggris. Bukankah Zidan itu anaknya Arya?" tanya Tari pada Shofia.


Shofia menarik nafas panjang.


"Kejadiannya cepat banget Tar. Sampai aku tidak sempat lagi cerita ke kamu" jawab Shofia.


Lalu Shofia menceritakan pertemuannya dengan Dika di pesawat dan perjanjiannya sampai akhirnya harus benaran menikah dengan Dika.


"Wah gila lu yaa. Berani banget sih. Emang gimana sih wajah tunangannya Dika sampai dia menolak menikahinya malah sekarang lebih memilih menikahimu Shof?"Tanya Tari yang kaget mendengar cerita Shofia.

__ADS_1


"Miranda itu cantik banget dan seksi. Aku juga heran kenapa Dika tidak mau menikahinya. Emang sih orangnya agak sombong gitu. Kalo menikahiku sih sepertinya karena emang kita udah terlanjur bikin sandiwara ini dan Dika pasti tidak mau hal ini ketahuan dan akhirnya tetap harus menikah dengan Miranda", Jawab Shofia.


Shofia juga masih bingung mengapa Dika mau menikahinya.


Dilain tempat, Shofia dan Tari meninggalkan Nino dan Angelina berdua di villa.


Mereka agak canggung dan bingung untuk memulai percakapan.


" Shofia dan Tari emang gitu deh. Kita ditinggalkan begitu aja" ucap Nino memecahkan kesunyian.


"it's okay. Mungkin karena mereka kan udah lama tidak bertemu jadi banyak yang harus diobrolin" jawab Angelina sambil memainkan handphone nya.


"Kamu punya pacar, Anggie?" Tanya Nino to the point membuat Angelina kaget.


"Eh hmmm ngga. Aku ngga punya pacar" jawab Angelina malu-malu.


"Ahh masa gadis secantik kamu belum punya pacar" tanya Nino lagi.


"Emangnya kenapa kalo aku ngga punya pacar? Salah?" tanya Angelina kesal. Lalu ia beranjak dari kursi hendak meninggalkan Nino.


Segera Nino menarik tangan Angelina, menahannya untuk tidak pergi.


"Maaf bukan maksud aku membuatmu tersinggung. Aku hanya ingin tau aja kamu punya pacar apa tidak." ucap Nino tetap memegang tangan Angelina.


Angelina pun kembali duduk karena tangannya di tahan oleh Nino.

__ADS_1


"Kalo kamu belum punya pacar. Maukah kamu jadi pacarku?" Tanya Nino tegas.


"Whaaattttt???"


__ADS_2