
El yang melihat Nasya memakan rujak buah mangga muda tanpa merasakan masam sedikitpun dan malah terlihat seperti makan cake, hanya menelan ludah.
"Sayang, apa tidak masam buah mangga nya?" Akhirnya El bertanya kepada sang istri, dan mendekati Nasya yang sudah hampir habis memakan rujak nya.
"Enak By, coba saja kalau tidak percaya" Jawab Nasya dengan menyodorkan potongan mangga muda yang sudah dia kasih bumbu rujak.
Karena penasaran, El segera memakan rujak buah mangga yang Nasya sodorkan, dan betapa terkejutnya El setelah mengunyah nya, dengan mengerutkan dahi dan menutup matanya El hampir saja memuntahkan nya, dengan susah payah akhirnya El bisa mengunyah dan menelan nya.
"Bagaimana By,? Sungguh enak bukan? dan nanti sisa mangga nya untuk stok di rumah" Tanya Nasya kepada sang suami yang terlihat meringis menahan rasa masam dan pedas.
"Apakah ByBy mau lagi?" Tawar Nasya karena melihat El yang hanya diam.
"Tidak sayang, buat kamu saja, lagi pula ByBy tidak terlalu suka rujak" Tolak El dengan mendorong tangan Nasya yang ingin menyodorkan potongan buah mangga lagi.
El memperhatikan gelagat aneh pada istrinya, mengapa Nasya tidak merasakan masam sama sekali, padahal sudah jelas kalau itu adalah mangga muda.
"By, setelah ini kita akan kemana lagi?" Setelah menghabiskan satu porsi rujaknya Nasya bertanya kepada sang suami.
"Memangnya kamu mau kemana, hmm?" Bukannya menjawab El justru bertanya balik kepada Nasya.
"Kalau Nana ingin pulang saja By, sebab lusa ada perpisahan sekolah, lagi pula Nana masih lelah." Jawab Nasya dan El segera menelpon firman untuk datang ke ruangan nya.
"Aku akan pulang sekarang, tolong jaga cafe ini dan kalau ada masalah segera hubungi asisten pribadi saya" Titah El setelah firman datang ke ruangannya kemudian El bangun dari kursinya, dengan menggenggam tangan sang istri El membuka pintu ruangannya dan pergi meninggalkan cafe.
Sepanjang perjalanan pulang, Nasya tertidur di dalam mobil, El melihat kearah sang istri sekilas, senyum El pun terukir dari wajahnya.
'Sayang, sepertinya ada yang aneh pada dirimu tapi ntah itu apa aku pun tidak mengerti, kenapa akhir akhir ini kamu terlihat sangat menggemaskan dan juga sangat sensitif, bahkan mudah sekali kamu menangis,' batin El berucap, yang memang akhir akhir ini Nasya sungguh sangat berbeda.
Mobil yang El Kendarai kini sudah masuk kedalam rumah dan sudah terparkir cantik di garasi.
El membuka seatbelt Nasya perlahan kemudian menggendong sang istri masuk ke dalam rumah lalu membaringkan Nasya di atas kasur yang kini sedang tertidur pulas.
Di perhatikan nya sang istri seraya mengusap pipi Nasya.
Perlahan Nasya terbangun, karena merasa ada yang menyentuh wajahnya, di lihatnya El sedang tersenyum manis ke arahnya.
"Maaf, karena ByBy mengganggu tidur nyenyak kamu," El tersadar saat Nasya membuka matanya dan duduk di kepala ranjang.
"Justru Nana yang minta maaf, karena Nana tertidur sepanjang perjalanan" Beo Nasya dengan raut wajah penuh penyesalan yang terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
"Tidak mengapa, ByBy tidak marah, karena kita baru saja melaksanakan acara resepsi, dan paginya kamu harus ikut meninjau pekerjaan ByBy" Kini El merasa bersalah di hadapan sang istri, karena melibatkan Nasya dalam pekerjaannya.
"Justru Nana senang By, jadi Nana tau ternyata suami Nana ini seorang pebisnis yang hebat" Puji Nasya dengan mengangkat kedua jempolnya di hadapan El.
"Terimakasih sayang, semoga kedepannya ByBy bisa membahagiakan kamu dengan tangan ByBy sendiri" El langsung memeluk sang istri dan membelai rambut Nasya dan tidak lupa mencium kening Nasya.
Hoek....Hoek....Hoek....
Tiba tiba saja Nasya merasakan mual setelah mencium wangi pada tubuh sang suami.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya El dengan bingung melihat sang istri yang tiba tiba saja mual dan menutup mulutnya.
Nasya Segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya, El menyusul sang istri dan membantu memijat tengkuk Nasya, berharap rasa mual nya segera hilang.
"Lebih baik ByBy jangan mendekat, dan segera ByBy mandi serta ganti parfum nya, karena Nana tidak tahan dengan bau parfum yang ByBy pakai" Cegah Nasya saat El mendekat kearah nya dan itu malah membuat Nasya semakin mual dan semua makanan yang Nasya makan keluar Tanpa sisa.
"ByBy pakai parfum yang biasa, bukan kah kamu juga menyukainya,?" El segera mencium aroma tubuhnya yang memang wangi parfum yang biasa dia pakai.
"Tapi badan ByBy bau, sudah cepat sana mandi" Segera Nasya mendorong tubuh El untuk masuk kedalam kamar mandi dengan menutup hidungnya.
"Tapi~" Belum sempat El selesai berbicara, Nasya kembali mual dan El hanya bisa pasrah, dan segera mandi.
Nasya langsung lemas setelah mengeluarkan semua makanan yang masuk kedalam perutnya, segera dia berbaring di atas tempat tidur.
El keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya, dan menghampiri Nasya yang sedang lemas dan terlihat pucat.
"Sayang, apakah sekarang kamu sudah lebih baik?" Tanya El penasaran kepada sang istri dengan rambut yang masih sedikit agak basah.
"Sudah tidak terlalu mual, hanya sedikit pusing saja By" Jawab Nasya dengan suara lemah.
"Kalau begitu nanti ByBy panggil Rey saja supaya dia datang kesini dan memeriksanya, ByBy Tidak ingin terjadi hal yang buruk terhadap mu," Titah El segera dia masuk kedalam wardrobe dan berganti pakaian.
Nasya yang merasa lemas dan pusing, hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang El katakan.
Tidak berselang lama Mbok Lastri datang dan membawakan segelas teh hangat untuk Nasya.
"Sayang, bangun dulu sebentar, ini ada teh manis hangat," El segera mengangkat tubuh lemah sang istri agar mau minum.
"By, kepala Nana rasanya pusing sekali" Dengan susah payah akhirnya Nasya duduk di kepala ranjang dan meminum teh hangat yang El sodorkan.
__ADS_1
"Sebentar lagi Rey akan datang kesini untuk memeriksakan keadaanmu" Ucap El sambil membaringkan Nasya kembali dan menyelimutinya sampai dada.
Mbok Lastri yang dari tadi memperhatikan interaksi kedua majikannya akhirnya bersuara "
Apa jangan jangan Nyonya hamil," Sontak El dan Nasya menatap kepada Mbok Lastri yang sedang berdiri sambil memegang nampan di tangannya.
"Hamil.!" Nasya langsung bingung dan reflek mengusap perutnya yang masih rata.
Sedang El langsung tersenyum begitu mendengar kata hamil, berarti usahanya selama ini tidak sia sia.
Tok.... tok....tok....
Mendengar ada suara ketukan pintu, Mbok Lastri Segera membukakan pintu, dan ternyata Rey yang datang, dan segera menghampiri mereka.
"Kenapa El?" Tanya Rey setelah masuk kedalam dan memeriksakan kondisi Nasya.
"Kalau aku tau masalahnya tidak mungkin aku panggil kamu kesini" Nada sinis El langsung keluar saat melihat Rey bertanya tentang kondisi sang istri.
"Tidak ada yang serius El, dan untuk memastikannya lagi, lebih baik besok kamu periksakan langsung ke rumah sakit dan ke spesialis kandungan" Tutur Rey menjabarkan bahwa saat ini Nasya memang sedang hamil.
"Apa tidak ada vitamin, supaya istriku tidak lemas dan pusing?" El langsung berucap setelah dia melihat Rey segera merapikan stetoskop dan memasukkannya kedalam tas nya.
"Untuk sementara biarkan dia beristirahat dulu, dan beri saja bubur atau susu, dan buah, serta makanan yang bernutrisi, tapi kalau di lihat dari gejala nya, ada kemungkinan kamu akan menjadi seorang ayah" Ucap Rey setelah memeriksa kondisi Nasya.
"Baiklah, besok aku akan memeriksakan nya ke rumah sakit," Ujar El dan segera mengantarkan Rey keluar kamar.
"Selamat El, dan maaf aku tidak bisa hadir saat acara resepsi pernikahan kamu kemarin, karena aku ada seminar di luar kota" Rey kemudian mengulurkan tangannya, dan memberikan ucapan selamat kepada El.
"Tidak apa apa aku bisa maklum akan hal itu, dan terimakasih karena sudah meluangkan waktunya untuk datang dan singgah ke sini, maaf aku tidak bisa mengantarkan mu sampai bawah, aku takut terjadi sesuatu terhadap istriku" El menerima uluran tangan Rey, dan mereka pun berpisah di depan lift.
"Mbak, tolong buatkan bubur dan segelas susu hangat," Titah El saat melihat Mbok Lastri Sedang menutup selimut di tubuh Nasya yang sedang tertidur.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Mbok Lastri dan segera keluar dari dalam kamar untuk membuatkan bubur dan susu untuk majikannya.
'Sayang, ternyata doa dan usaha ByBy selama ini tidak sia sia, dan ini jawaban dari teka teki rujak mangga muda yang membuat ByBy di buat penasaran serta gemetar saat memetik mangga, ternyata anak ByBy tidak ingin menyusahkan orang lain, dia ingin Papah nya sendiri yang memetik nya' Ucap El dalam hati seraya mengusap perut sang istri yang masih rata.
Ayoo Dukung Terus Author
Supaya bisa update
__ADS_1