Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Tidak Sengaja


__ADS_3

Dika kembali ke Mansion agak larut malam setelah menghabiskan malam bersama Setyo sahabatnya.


Sesampainya di sana, Dika menuju kamar Zidan. Dilihatnya Zidan sudah tidur dengan empeng dimulutnya.


Dika tersenyum dan mencium dahi bayi tersebut.


Dika tidak tau kenapa ia menjadi sayang sekali dengan Zidan, sudah seperti darah dagingnya sendir.


"Walaupun aku bukan ayah biologismu, tapi kamu adalah anakku" ucap Dika pelan seraya membelai rambut Zidan.


Setelah puas memandang Zidan, Dika menuju ke kamarnya.


Terlihat Shofia juga sudah tidur lelap di tampat tidur.


Setelah membersihkan diri di kamar mandi, Dika pun menjatuhkan dirinya ke sofa.


Baru saja Dika terlalap, terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.


Tok tok tok..."kak, apa kakak sudah tidur? kakak ipar...? terdengar suara Angelina memanggil dari luar.


Dika bangkit dari sofa dan membuka pintu.


"Ada apa sih, Angie? Ini kan udah malam. Kenapa kamu belum tidur sih." Tanya Dika kepada adiknya.


Tiba-tiba Angelina memeluk kakaknya.


"Kakak, aku mimpi buruk sekali" jawab Angelina terisak.


Angelina memang sangat manja sekali sama kakaknya. Memang Dika sangat menyayangi adik satu-satunya itu.


"Ada apa?" terdengar suara Shofia terbangun dari tidurnya.


"Maafkan aku, kakak ipar. Tadi aku mimpi buruk dan aku takut sekali" jawab Angelina sambil terus memeluk kakaknya.


"Bolehkah aku tidur disini malam ini, kak?" tanya Angelina


"Apa....? Kamu mau tidur dikamar ini?" Dika bertanya sambil garuk-garuk kepala.


"Iya, cuma malam ini aja kok kak. Dan aku akan tidur di sofa" ucap Angelina sambil menjatuhkan tubuhnya di Sofa.


"Tapi....ya sudah kamu boleh tidur disini. Tidurlah kamu di Tempat tidur bersama Shofia" kata Dika seraya melihat Shofia yang masih dalam posisi duduk di tempat tidur.


"Tidak usah kak. Aku ngga apa-apa kok tidur di sofa."jawab Angelina sambil menutup matanya.


Sekarang Dika mulai kebingungan karena harus tidur satu tempat tidur dengan Shofia.

__ADS_1


"Bolehkah aku tidur disini?" Bisik Dika agar tidak terdengar oleh Angelina.


Shofia mengangguk tp dengan wajah tidak terlalu suka dengan keadaan ini.


"Jangan dekat-dekat ya" ucap shofia sambil kembali merebahkan tubuhnya membelakangi Dika.


Tapi tidak dipungkiri jantungnya deg-degan juga karena ini kali pertama mereka tidur dalam satu tempat tidur.


Dika meletakkan tubuhnya ke tempat tidur dengan perlahan karena tidak mau mengganggu Shofia.


Mereka tidur saling membelakangi.


***


Keesokan harinya, mereka dikagetkan dengan suara Angelina yang sudah berdiri di depan tempat tidur.


"Awww kalian itu mesra amat sih tidur saling berpelukan begitu. Kapan yaa aku punya pasangan biar ada yang bisa kupeluk kalau tidur" ucap Angelina yang membuat Dika dan Shofia terbangun.


Mereka sangat kaget karena posisi tidur mereka sekarang yang saling berpelukan.


Segera mereka melepaskan pelukan masing-masing dengan wajah yang merah karena malu.


Shofia langsung bangkit dan berlari ke kamar mandi.


"Ya ampun kakak ipar segitunya, masa wajahnya sampai merah gitu sih kak?"tanya Angelina sambil tertawa cekikikan.


"Pagi apaan sih kah? Ini udah siang tau. Udah jam 10. Tadi Angie bawa Zidan kesini tapi kalian belum bangun. Karena udah siang yaa Angie beraniin aja bangunin kalian". kata Angelina.


"Ya ampun udah jam 10. Kakak harus siap-siap nih mau ke kantor papi". Ucap Dika menuju kamar mandi.


Ternyata Shofia masih ada di dalamnya.


Shofia tidak menyangka bahwa mereka bisa tidur sambil berpelukan begitu.


"Mengapa aku sama sekali tidak merasakan apa-apa ya?"tanya Shofia dalam hati.


Ntar mengapa Shofia merasa sangat malu sekali. Ia terus memandangi wajahnya dicermin.


Tok tok tok "Shof, gantian dong. Kamu ngga kenapa-kenapa kan didalam" terdengar teriak Dika .


"Iya sebentar" jawab Shofia sambil mencuci mukanya lagi.


Saaf Shofia membuka pintu. Terlihat Dika didepan pintu membuat Shofia sedikit salah tingkah.


"Eh hmm aku akan ke kamar Zidan" ucap Shofia tanpa berani memandang mata Dika.

__ADS_1


"Oke, aku mau mandi dulu terus ke kantor papi. Kita ketemu di ruang makan ya" ujar Dika sambil masuk ke kamar mandi.


Shofia hanya mengangguk.


***


Ketika masuk ke kamar bayinya terlihat Zidan sedang bermain dengan Ny Indira.


"Selamat pagi Nek" sapa Shofia.


"Ini sudah siang nak hampir jam 11. Tumben sekali kamu bangun kesiangan. Apa kamu sakit?"tanya Ny Indira.


"Eh tidak nek, mungkin karena tidurnya agak larut semalam" jawab Shofia sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah merah.


"Oh ya sudah. Kamu pasti belum sarapan. Pergi sarapan saja dulu. Biar nenek saja yang menjaga Zidan"ujar Ny Indira lagi.


"Baiklah Nek" jawab Shofia seraya mencium Zidan yang masih asik bermain.


Di ruang makan tidak ada satu pun orang kecuali beberapa pelayan yang siap melayani Shofia.


"Tolong siapkan buat Dika juga yaa bi, sebentar lagi Dika akan turun" perintah Shofia ke salah satu pelayan.


"Baik Nyonya"jawab pelayan tersebut.


Tak lama Dika turun sudah dengan penampilan yang berbeda seperti biasa.


Dika mengenakan jas warna biru dongker yang menambah ketampanannya.


Lalu ia duduk disamping Shofia


"Shof, lusa kita akan melakukan pemotretan untuk foto nikah" bisik Dika perlahan.


"Oke, apa yang harus aku kenakan" tanya Shofia.


"Besok sore aku akan membawamu ke tempat sahabatku untuk mencoba baju yang dia persiapkan" jawa Shofia sambil memakan sarapannya.


Shofia hanya mengangguk.


Setelah selesai makan Dika langsung pergi untukenuju kantor papinya.


Tapi sebelum pergi, Dika tidak sengaja mencium pipi Shofia.


Tapi sama sekali tidak ada perasaan bersalah dari Dika, malahan ia langsung keluar menuju mobil.


Shofia yang menerima ciuman dipipinya secara tiba-tiba sangat kaget.

__ADS_1


Hampir saja Shofia berteriak. Tapi ditahannya agar tidak menimbulkan pertanyaan bagi pelayan yang ada disana.


__ADS_2