Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
66. Bertemu Kawan Lama


__ADS_3

"Sayang, apa kamu masih kuat untuk berjalan?" Tanya Mamah saat mereka keluar dari dalam toko perlengkapan bayi dan anak anak.


"Nana hanya merasa haus dan sedikit lapar sih, memangnya kita akan kemana lagi Mah?" Jawab Nasya yang memang merasakan tenggorokannya kering serta perutnya sedikit lapar.


"Ya sudah, lebih baik sekarang kita cari restoran saja, kamu ingin makan di restoran mana?" Mamah yang mengerti dengan kondisi sang menantunya, langsung saja menanyakan ingin makan apa.


"Bagaimana kalau kita cari restoran khas Indonesia saja, kasihan Novi, dia belum terbiasa dengan makanan luar negeri." Kini Nasya juga tidak bisa egois, Karena ada Novi yang selalu setia menemaninya.


"Oke, kalau begitu sekarang kita kesana saja, disana terdapat restoran khas Indonesia, bahkan kita bisa lesehan disana, jadi kamu juga bisa meluruskan kaki" Mamah yang sudah hafal dengan restoran yang di maksud, segera menuntun menantunya untuk menuju restoran yang menyediakan tempat khusus untuk lesehan.


"Terimakasih Mah, Mamah memang paling bisa mengerti dengan kondisiku sekarang" Mamah mertuanya bagi Nasya sudah seperti Ibu kandungnya sendiri, sudah tidak canggung lagi Nasya bergelayut manja di lengan sang Mamah mertuanya.


Mamah yang mendapatkan reaksi seperti itu, hanya bisa tersenyum melihat betapa manjanya menantu kesayangannya ini.


Dari arah depan restoran, terlihat sudah penuh oleh pengunjung, karena waktu menunjukkan hampir jam makan siang.


Mamah berbicara kepada pelayan restoran, apakah masih ada tempat untuk mereka dan kalau bisa yang tidak duduk di kursi, mengingat Nasya yang sudah merasa kelelahan.


Dengan di bantu pegawai restoran, Mamah mengajak kami untuk mengikutinya masuk kedalam, dan ternyata masih ada sisa satu tempat yang memang bisa untuk lesehan.


"Alhamdulillah, akhirnya masih ada tempat untuk kita, mari sayang, kita duduk disini, ayo Novi kita duduk" Mamah segera menyuruh Nasya dan juga Novi untuk duduk.


"Kalian ingin makan apa?" Mamah bertanya saat dia melihat buku daftar menu yang di bawakan waiters tadi.


"Iga bakar, sup ikan patin, kepiting saus tiram, dan jus jeruk" Nasya mencoba buka suara saat melihat daftar menu tersebut.


"Kalau kamu Novi?" Kini giliran Mamah yang bertanya kepada Novi.


"Saya ingin makanan yang khas Sunda saja, Nyonya besar" Jawab Novi yang memang sangat bingung dengan menu yang terlalu banyak.


"Baiklah, kalau begitu pesankan saja iga bakar, kepiting saus tiram, sup ikan patin,dan jus jeruk, masing masing satu porsi, selebihnya bawakan menu masakan khas Padang dan juga lalapan komplit dengan sambalnya." Titah Mamah berbicara kepada waiters restoran yang sedang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Baik Nyonya, segera akan saya bawakan" Pamit waiters tersebut mengambil buku daftar menu di atas meja dan segera berlalu.


Nasya yang memang merasakan lelah di pergelangan paha dan betisnya, segera meluruskan kakinya di bawah meja yang ada di hadapannya.


Sedang Mamah segera pamit ingin ke toilet.


"Sebentar yaa, Mamah ingin ke toilet sebentar, kalian tunggu saja disini, kalau makanannya sudah sampai, makan saja dahulu, tidak usah menunggu Mamah" Segera Mamah pamit kepada Nasya dan Novi, saat merasakan sudah tidak tahan ingin segera buang air.


"Baik Mah" Jawab Nasya.


"Baik Nyonya besar" Jawab Novi kemudian.


Sepeninggalan Mamah ke toilet, Nasya membuka ponselnya, dan ternyata ada banyak panggilan masuk dari sang suami.


Nasya pun membuka aplikasi hijau di ponselnya, suaminya pun banyak mengirim chat untuk Nasya.


Dia menanyakan kapan Nasya akan pulang, dan pukul berapa mereka akan pulang.


Belum sempat Nasya selesai membalas chat dari suami tampannya, ternyata dia sudah menelpon lagi.


Drrtt.... drrtt.....


"Assalamu'alaikum, a~" Baru saja mengucapkan salam dan mencoba untuk berbicara, namun ucapan Nasya langsung di potong sang suami.


"Wa'alaikumsalam, apa masih di mall? Atau sudah pulang?" Langsung saja El bertanya kepada sang istri saat panggilan telponnya di angkat Nasya.


"Masih di mall By, dan sekarang Nana sedang makan di restoran khas Indonesia" Jawab Nasya to the poin terhadap suaminya, dia faham betul siapa suaminya, saat berkali kali menelponnya dan tidak ada sahutan, pasti suaminya langsung bertanya kepadanya tanpa basa basi.


"Kalau begitu, nanti jangan kemana mana sebelum ByBy datang, jadi tunggu ByBy sampai ByBy benar benar tiba kesana" El langsung mematikan ponselnya sepihak setelah memberikan perintah kepada Nasya untuk menunggunya di restoran sampai El tiba.


"Huffhh, bagaimana kalau aku benar benar mematikan ponselnya yaa" Terlihat Nasya menghembuskan nafasnya pelan dan berucap lirih.

__ADS_1


Sedang Novi hanya memperhatikan majikannya yang terlihat sedang menghembuskan nafasnya pelan dan berucap lirih, namun Novi masih bisa mendengarnya.


Tidak berselang lama, para pelayan datang silih berganti menaruh hidangan di atas meja.


"Mamah kemana yaa? Kenapa pergi ke toilet lama sekali?" Nasya mulai merasa cemas karena Mamah mertuanya izin ke toilet belum juga kembali.


"Mungkin antri Nyonya" Kemudian Novi menyahuti ucapan majikannya.


"Entahlah, yaa sudahlah Novi, lebih baik sekarang kita makan saja dahulu" Nasya yang memang sudah merasakan lapar, langsung saja memakan makanan yang tadi dia pesan


Sedang Novi merasa bingung sendiri, dengan banyaknya hidangan yang tersaji di atas meja.


"Maaf yaa, tadi Mamah sedikit agak lama pergi ke toiletnya, karena tadi di depan toilet bertemu dengan teman lama, jadi kami berbincang sebentar disana" Beo Mamah saat sampai di meja tempat menantu dan ART nya duduk, sambil menjelaskan kenapa dia sangat lama di toilet.


"Tidak apa apa Mah, kami bisa mengerti kok, lagi pula makanannya juga baru saja sampai" Nasya yang bisa memaklumi Mamah mertuanya, justru menunjukkan sifat kalau dia tidak apa apa.


"Novi, kenapa kamu belum makan?" Mamah bertanya kepada Novi, karena melihat Novi hanya menatap bingung kearah hidangan yang ada di hadapannya.


"Saya bingung Nyonya besar, karena semuanya lezat lezat, kalau begitu silahkan Nyonya ambil dahulu, baru Setelahnya saya akan mengambil" Jawab Novi yang memang mengakui kalau makanan di hadapannya sungguh menggoda.


Namun dia tetap tahu batasannya, dan tidak ingin mendahului makan sebelum majikannya makan.


"Tidak apa apa Novi, silahkan ambil saja menu apa yang kamu mau? Kita makan sama sama saja," Mamah yang memang mempunyai sifat ramah terhadap siapapun, tidak jadi masalah makan bersama walau hanya dengan seorang ART.


Mereka pun makan dengan lahap dan hening, setelah Nasya menghabiskan menu yang dia pesan, dia kini beralih makan rendang, dendeng dan juga bakwan udang yang tersedia di hadapannya.


Mamah yang melihat porsi makan menantu kesayangannya, hanya mengembangkan senyumnya.


TBC


Jangan lupa like, vote, hadiah,komentarnya, atau jadikan favorit agar selalu dapat notif update terbaru dari author, Terimakasih.

__ADS_1


see you ☺️


__ADS_2