Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
71. El Yang Manja


__ADS_3

Hari hari yang di lalui Nasya sebagai seorang Ibu hamil berjalan seperti biasanya, kini justru El sang suami yang terlihat sangat manja ketika berdua dengannya.


Kemarin saja El meminta Nasya yang memakaikan kemeja, dasi hingga jas nya, hingga semalam El benar benar tidak ingin Nasya beranjak dari tempat tidurnya, dengan alasan El tidak ingin jauh dari sang istri.


Saat di kantor pun El setiap satu jam sekali selalu memberikan pesan singkat kepada Nasya layaknya seperti orang yang sedang berpacaran, dan Nasya hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan perubahan sikap El yang begitu berbeda dari biasanya.


"Sayang, semoga sifat kalian tidak sama dengan Papih, karena pasti Mamih akan sangat pusing menghadapi sikap kalian yang seperti itu" Ucap Nasya lirih seraya mengusap perutnya yang sudah sangat membesar.


Yaa, saat ini genap tujuh bulan usia kehamilan Nasya, dan dari kemarin Nasya sudah menginap di rumah Ibunya, atau lebih tepatnya rumah masa kecil hingga Nasya beranjak dewasa.


Di rumah sudah terlihat sangat sibuk dengan berbagai persiapan untuk acara tujuh bulanan besok yang rencananya akan memakai acara adat dari Ibu Nasya.


Saudara sudah mulai berdatangan, baik dari pihak Ibu maupun dari pihak ayah, sementara di halaman depan rumah, tenda sudah di pasang dan hias untuk acara pengajian, sekaligus untuk upacara adat


Sambil menunggu El pulang dari kantor, Nasya merasakan tenggorokannya haus dan hendak pergi ke dapur untuk mengambil air minum, belum sempat Nasya masuk ke dapur, namun Ibu menghampirinya dan berkata kepada sang putri tercinta.


"Na, kamu ingin apa sayang,? Biar nanti bibi yang mengambilkannya" Ucap sang Ibu saat melihat putrinya hendak menuju dapur.


"Nana hanya merasakan haus Bu," Jawab Nasya yang baru saja melangkah menuju dapur.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang kamu kembali saja ke kamar untuk bersih bersih, karena sebentar lagi Nak El pulang dari kantor, dia pasti akan mencari keberadaan mu, nanti akan Ibu suruh bibi untuk membawakan makanan dan minuman ke kamar" Kini Ibu mulai menuntun putri kesayangannya untuk masuk kedalam kamar karena sudah bisa di pastikan kalau nanti El pulang pasti akan mencarinya.


Dan benar saja, begitu Nasya baru saja masuk kedalam kamar, tidak berselang lama terdengar suara pintu dibuka,


Ceklek


"Assalamu'alaikum" Nampaklah El dengan langkah yang sangat gagah dan berwibawa, tidak lupa senyum yang selalu mengembang tatkala melihat sang istri.


"Wa'alaikum salam" Jawab Nasya menoleh kearah sang suami kemudian tidak lupa mencium punggung tangan kanan El.


Di balas El dengan mencium kening sang istri lalu ikut duduk di tepi kasur.


"Sepertinya setelah acara tujuh bulanan besok, ByBy akan standby saja dirumah, dan menjadi suami siaga, untuk masalah kantor biar Ilham saja yang menghandle" Ucap El dengan menatap sang istri lalu membuka jas dan membuka dasi serta menggulung kemejanya sampai siku.


"Kasihan kak Ilham By, pasti dia akan kerepotan karena harus mengurus semuanya sendirian" Nasya yang merasa tidak enak dengan Ilham mencoba mengutarakan nya.


"Tidak ByBy tinggal sepenuhnya, biar nanti ByBy bekerja dari rumah saja, kalau memang ada dokumen yang penting, Ilham bisa mengantarkannya kerumah" Kini El sudah menghadap sang istri sembari mengusap perut Nasya yang sudah sangat besar.


Tok....tok.....tok.....

__ADS_1


Tiba tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"Mungkin itu bibi yang mengantarkan makanan dan minuman By" Nasya yang mengerti saat El menatapnya langsung saja bersuara.


"Biar ByBy saja yang membukanya" El berusaha mencegah Nasya yang sudah ingin bangun dari duduknya.


Saat El membuka pintunya, nampaklah bibi dengan membawa nampan berisi makanan dan juga minuman dan segera menyerahkan nya kepada El.


"Maaf Tuan muda, ini ada pesanan dari Nyonya besar," Ujar bibi begitu melihat pintu di buka.


"Terimakasih bi," Jawab El sambil menerima nampan yang bibi sodorkan.


"Sama sama Tuan muda, kalau begitu bibi pamit kebelakang lagi" Pamit bibi melenggang pergi meninggalkan El yang kemudian menutup pintunya kembali.


Lalu El menaruh nampan tersebut diatas nakas dan kembali duduk di samping Nasya.


"Ternyata anak anak ByBy lapar yaa?" El berbicara dengan mengusap perut Nasya, dan langsung di balas dengan tendangan yang cukup kuat dari anak-anak nya yang masih ada di dalam perut Nasya hingga Nasya meringis karena tendangan anak anaknya yang cukup kencang.


"Eiittsss, sabar yaa, kasihan Mamih kalian, kalau begitu biar Papih yang akan suapi Mamih, agar kalian juga senang" Dengan telaten El menyuapi Nasya makan hingga habis tidak tersisa, dan setelahnya memberikan Nasya meminum susu hamilnya.

__ADS_1


__ADS_2