Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
31 . Bersiap Untuk Pulang


__ADS_3

Tepat pukul 14.30 waktu Jerman, El dan Ilham baru saja keluar dari ruang meeting, mereka masuk ke dalam ruangan El, dan di susul Paman Roy yang juga ikut masuk kedalam.


"Rencana pulang kapan El?" Tanya Paman Roy kepada El yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Sepertinya malam ini Paman, supaya besok pagi kami bisa sampai" Jawab El tidak mengalihkan pandangannya dari benda pipih tersebut.


"Sebelum kalian pulang mampir lah dulu ke rumah Paman, Tante mu terus saja menanyakan istri kamu dan dia ingin lebih mengenal istri kamu" Ucap Paman Roy yang memang setiap hari istrinya terus menanyakan Nasya.


"Nanti akan kami usahakan Paman, dan saat nanti aku sudah berada di apartemen, pasti akan aku hubungi Paman" El segera menaruh ponselnya di dalam saku celananya.


"Kalau begitu aku pamit pulang Paman, dan tolong handle perusahaan ini, karena hanya Paman yang aku percaya untuk mengelolanya, kalau memang ada kendala jangan ragu untuk mengabari kami" El kembali berucap kepada Paman Roy dan sekaligus ingin segera pulang, karena Nasya sudah menunggunya di apartemen.


"Baiklah.! Dan cepat kabari Paman kalau ingin mempir" Paman Roy kembali memperingatkan El agar mampir ke rumahnya.


"Siiiaaapp Paman.!" El segera keluar dari ruangannya di susul dengan Ilham.


"Ham, bersiaplah di apartemenku sebelum pukul tujuh malam, karena kita harus mampir sebentar ke rumah Paman Roy, sekalian berpamitan." Ujar El kepada Ilham sebelum mereka berpisah di.depan kantor.


"Lalu bagaimana dengan Nasya? Apakah dia baik baik saja?" Bukannya menjawab perintah El, Ilham malah bertanya tentang Nasya kepada El, yang langsung saja mendapat tatapan horor dari El.


"Itu urusanku Ham, karena dia adalah istriku, dan tugasmu hanya membantuku di saat aku sedang membutuhkanmu" El yang memang tidak suka jika Ilham terlalu ikut campur urusan pribadinya.


"Oke...Oke...! Aku pasti akan datang ke apartemenku sebelum pukul tujuh malam, apa perlu aku bawakan makan malam untuk kalian?" Ilham yang mengerti hanya bisa mengalah, dan menawarkan untuk di bawakan makan malam.


"Boleh,! Tapi nanti aku kabari kamu, Nasya ingin makan apa," El segera masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan Ilham yang juga masuk kedalam mobil nya dan bersiap untuk berkemas meninggalkan apartemennya menuju apartemen El.


El sampai di depan apartemennya namun berkali kali El mengetuk pintu, Nasya tidak membukanya, hingga El menekan tombol password-nya dan terbukalah pintu, tapi El tidak menemukan Nasya di ruang tamu, dan El juga tidak melihat Nasya di ruang keluarga, hingga El naik ke lantai atas, dan membuka pintu secara perlahan, ternyata Nasya sedang berdiri di depan lemari.


"Sayang, sedang apa berdiri di situ?" Tanya El yang membuat Nasya spontan menoleh kearah sumber suara.


"Itu By, Nana tidak bisa mengambil koper yang ada di atas lemari, padahal Nana ingin masukkan pakaian kedalam koper" Tunjuk Nasya pada koper yang ada di atas lemari.


"Sini, biar ByBy yang ambil, setelah selesai memasukkan pakaian ke dalam koper turunlah ke bawah, ByBy tunggu di lantai bawah" El segera mengambil koper yang ada di atas lemari dan menaruhnya di atas kasur, setelah nya dia mencium kening Nasya dan hendak keluar kamar, namun Nasya menahan langkahnya.


"Memangnya kita akan kemana By?" El yang mendengar Nasya bertanya membalikkan badan dan menghampiri Nasya.


"Kita akan ke pasar swalayan untuk membeli oleh oleh, bukankah kita belum belanja untuk membeli oleh oleh,?" Tanya El dengan menggenggam tangan Nasya. dan tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Baiklah,! Setelah Nana selesai mengepak pakaian di koper, Nana segera turun menyusul" Senyum manis El ternyata tidak di balas Nasya, karena Nasya masih belum bisa sepenuhnya menerima kejujuran El tentang masa lalu nya.


El yang gemas dengan istri nya itu, hanya mencium pipi kanan Nasya sekilas, dan berlalu meninggalkan Nasya yang masih kesal dengan sikap El.


Cuuupp!


Nasya yang mendapat serangan mendadak dari El, hanya mengusap pipi kanannya dan tersenyum.


Setelah Nasya selesai memasukkan pakaian ke dalam koper, Nasya pun turun ke lantai bawah, dan tepat di pijakan anak tangga paling bawah, Nasya mendengar El sedang berbicara lewat sambungan telpon, tapi Nasya tidak tau El berbicara dengan siapa, samar samar Nasya mendengar El mengancam akan memblokir kredit card.


Nasya bersembunyi di balik tembok penghalang antara ruang tamu dan ruang keluarga, dia mendengarkan kalau El sudah akan pulang malam ini dan tidak usah mencari carinya lagi.


Tidak berselang lama El mematikan ponselnya dan memasukkannya kedalam saku celananya, lalu El mengusap wajahnya dan duduk di sofa.


Nasya yang melihat El sudah selesai berbicara di telpon, langsung menghampiri El.


"By, apakah kita bisa berangkat sekarang?" Ucap Nasya dengan ragu ragu, pasalnya El sedang mendongakkan wajahnya ke atas sambil duduk di sofa.

__ADS_1


"Sayang,! Apa sudah selesai mengepak pakaian di koper?" Bukannya menjawab pertanyaan Nasya, El malah balik bertanya.


"Sudah By, apa kita bisa berangkat sekarang?" Nasya kembali bertanya kepada El, karena tadi El tidak menjawabnya.


"Siiaaappp.! Nyonya El, kapanpun dan kemanapun Nyonya El ingin pergi, hamba selalu standby" Goda El dengan mengangkat tangannya ke dahi terhadap Nasya, hingga membuat Nasya tersenyum ke arah El.


"Akhirnya ByBy melihat kembali senyum di wajah istri tercinta ByBy" El yang memang punya segudang cara untuk menaklukan hati Nasya, hingga Nasya di buat salah tingkah dengan sikap El.


"Sudah By, jangan terus menggoda Nana, nanti keburu malam dan kita belum sempat beli apa apa" Nasya memperingatkan El kalau sekarang sudah terlalu sore.


"Tenang sayang,! Disini Jerman, tidak seperti di kota kota besar yang ada di negara kita, mau keluar jam berapapun tidak akan terkena macet di jalan raya" El meraih tangan Nasya dan menuntunnya untuk keluar dan segera pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli souvenir khas negara Jerman.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sampai di depan Mall Nasya di buat kagum pasalnya mall ini sangat besar dan luas.


"By, ini beneran Mall atau...?" Nasya menggantungkan ucapannya, dan El langsung mengerti maksud dari ucapan Nasya.


"Ini adalah Mall terbesar yang ada di kota Oberhausen, Jerman. Atau yang terbesar di Negeri Bavaria. Namanya CentrO Oberhausen, luas Mall ini lebih dari 200 ribu meter persegi. Disini ada lebih dari 200 toko dengan berbagai merek Internasional dan juga lokal Jerman, mulai dari fashion, tas, sepatu, hingga perhiasan. Dan produk teknologi juga ada. Lebih dari 20 restoran internasional juga ada, dan disini juga terdapat Legoland, Aqurium Sea Life, hingga Tiger Jump Trampoline Park." El menjeda penjelasannya tentang Mall tersebut, "Jadi sangat luas sayang, dan kalau ingin puas nanti kita harus seharian berkunjung disini, untuk mengelilingi Mall ini, ByBy janji, nanti kita akan kesini lagi setelah acara resepsi selesai, oke.!" El mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya, sebagai janjinya kepada Nasya.


Berbagai jenis barang telah Nasya dapati di Mall itu, mulai dari Tas branded, sepatu, pakaian, hingga pernak pernik khas Jerman.


Tidak terlalu lama mereka mengendarai mobil karena memang jaraknya tidak terlalu jauh, akhirnya mereka sampai di apartemen, dan ternyata Ilham telah menunggu di dalam apartemen El, setelah sebelumnya Ilham menelpon El untuk menanyakan kata sandi apartemennya.


"Kak Ilham sudah lama menunggu?" Tanya Nasya setelah melihat Ilham duduk di sofa ruang tamu, dengan satu buah koper di sampingnya dan sedang memainkan iPad nya.


"Sekitar 15 menit yang lalu Na, apakah sudah dapat oleh olehnya?" Jawab Ilham seraya melihat arlojinya, dan bertanya balik kepada Nasya.


"Sudah Kak.! Oiya, aku juga ada belikan oleh oleh Untuk kak Ilham, tapi nanti yaa setelah sampai di pesawat baru aku bagi perorangan, kalau sekarang masih ribet karena masih berantakan, belum aku bagi bagi." Jawab Nasya yang memang masih pusing karena merasa takjub dengan begitu besarnya Mall yang tadi dia kunjungi


"Tidak mengapa, santai saja Na ! Lagi pula aku sering berkunjung kesini, jadi jangan khawatirkan aku" Tolak Ilham sambil melirik ke arah El yang sedang dalam mode garang, dan Ilham pun memang sudah tidak aneh dengan semua barang barang yang ada di Jerman.


"Jadi sayang, lebih baik sekarang sayang persiapkan diri saja untuk pulang, dan jangan sampai ada barang yang tertinggal disini" El memang tadi berbicara kepada Nasya kalau sebelum mereka ke bandara, akan mampir sekaligus pamit kepada Paman Roy.


"Baik By, kalau begitu Nana ke atas dulu By, kak Ilham" Pamit Nasya pada mereka berdua.


"Silahkan Na.!" Ujar Ilham


"Iya sayang.!" Ucap El dengan tersenyum manis


"El, besok lusa pengacara kita akan datang ke kantor, untuk membahas pulau mahar Nasya, sepertinya sertifikat pengalihan atas nama Nasya sudah jadi, dan tinggal di tanda tangani saja," Ucap Ilham sambil memperlihatkan iPad nya kepada El, tentang surat kepemilikan pulau mahar Nasya.


"Hhmmm.!" Hanya deheman yang El berikan tanda dia mengerti, dan bersandar pada kepala sofa dengan memejamkan matanya.


"Ini makanan yang kamu minta El, tapi sepertinya sudah agak dingin," Ilham menyodorkan paper bag ke arah El berupa makanan siap saji.


"Aku akan menunggu Nasya turun untuk memakannya, karena tadi dia yang request makanan ini," Jawab El masih dengan memejamkan mata.


Tidak berselang lama Nasya turun dengan sangat anggun, gaun syar'i berwarna blue denim dan di padukan dengan pasmina berwarna baby pink, sungguh sangat cantik.


Ilham yang melihat Nasya turun langsung memberikan kode kepada El, dengan menyenggol lutut El.


Sontak El membuka matanya sempurna, dan langsung berdehem agar Ilham berhenti menatap Nasya."Kheemmm" Ilham yang sadar, langsung menunduk dan mengalihkan pandangannya ke iPad yang ada di tangannya.


"Sayang, ini ada makanan yang tadi kamu pesan, tapi sedikit agak dingin," Ucap El menyodorkan paper bag.


"Tidak usah By, Nana sudah tidak berselera lagi, nanti saja saat di pesawat Nana makannya" Nasya memang sudah tidak ingin makan lagi, yang Nasya butuhkan sekarang adalah agar cepat cepat pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga.

__ADS_1


El menghembuskan nafas, dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Makanannya kasih kak Ilham saja By, Nana hanya ingin minum jus saja" Ucap Nasya membuka paper bag dan mengambil jus kemudian meminumnya.


El dan Ilham menghabiskan makanan mereka, lalu mereka pergi ke rumah Paman Roy bersama, setelah sebelumnya Ilham menaruh mobilnya di perusahaan.


Tiiinnnn.....Tiiiinnnn.....


Ilham membunyikan klakson mobil, memberikan tanda bahwa mereka telah tiba, dan tidak lama Paman Roy keluar dari dalam rumah, ( gaya rumah orang erofa memang tidak ada gerbang ).


Tidak berselang lama di susul Tante Anne keluar, dan menyambut mereka bertiga, Nasya yang melihat model rumah Paman Roy di buat takjub, selama ini dia hanya melihatnya di film bioskop dan gambar yang ada di chanel televisi luar negeri, tapi kali ini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Selamat datang sayang, akhirnya kalian singgah juga di rumah kami" Tante Anne langsung memeluk Nasya dan menyalami El juga Ilham.


"Apakah ini Nasya,?" Tanya Tante Anne menunjuk ke arah Nasya. "Benar Tante, perkenalkan nama aku Nasya" Jawab Nasya dengan tersenyum ramah.


"El, ternyata dia lebih cantik aslinya, dan kamu benar benar pandai dalam mencari istri" Tante Anne memberikan pujiannya kepada El.


"Terimakasih Tante," El langsung menatap ke arah Nasya, sedang yang di tatap hanya menundukkan kepalanya.


El, Ilham dan Paman Roy duduk di ruang tamu membicarakan tentang bisnis, sementara Nasya langsung di ajak masuk Tante Anne ke ruang keluarga, Nasya yang merasa di sambut begitu hangat oleh Tante Anne langsung merasa haru.


"Tante, sebelumnya Nana minta maaf.! Karena tidak bisa berlama lama di sini, mungkin lain waktu akan Nana sempatkan untuk berkunjung ke sini, Tante jangan lupa untuk hadir yaa saat acara resepsi pernikahan kami akhir bulan ini." Ucap Nasya dengan lembut dan tersenyum ke arah Tante Anne.


"Iya sayang.! Nanti Tante akan atur dengan jadwal Paman, karena kalau di tinggal terlalu lama juga perusahaan tidak ada yang handle" Jawab Tante Anne dengan senyum yang selalu terpancar dari wajahnya


"Apa tidak sebaiknya makan malam dulu,? Tante sudah mempersiapkan daging merah untuk kalian" Ucap Tante Anne menawarkan Nasya makan malam.


"Maaf Tante, bukannya Nana menolak permintaan Tante, hanya saja tadi kami sudah makan di apartemen bersama sama" Tolak Nasya dengan sehalus mungkin dalam berucap, tapi Nasya memang masih meragukan ke halal an dari masakan yang di hidangkan, mengingat mereka non muslim.


"Baiklah, mungkin lain kali Tante akan siapkan makanan khusus muslim saat kalian berkunjung kembali kesini" Mengalah adalah jalan terbaik, karena mereka juga baru pertama bertemu.


"Kalau begitu mari kita bergabung dengan para lelaki, dia pasti penasaran dan bertanya tanya tentang kita," Tante Anne memberikan usul dan langsung di angguki Nasya.


"Apakah sudah cukup perkenalannya sayang?" Tanya Paman Roy kepada Tante Anne.


"Sudah sayang, mungkin lain kali kita akan pergi ke Mall bersama, kesalon bersama, bahkan ke butik bersama, iya kan sayang?" Ucap Tante Anne dengan ramah.


"I...Iya Tante, pasti.!" Ucap Nasya dengan tersenyum dan memperlihatkan lesung yang ada di kedua pipinya.


"Baiklah Paman, Tante, kalau begitu kami izin ingin pulang, maaf kalau kami hanya sekedar mampir" Ucap El


"Tidak mengapa El, justru kami sangat senang, karena kamu mau singgah di rumah kami" Kali ini Paman Roy yang bicara.


Tiiiinnn


Mereka masuk kedalam mobil dan Ilham membunyikan klakson, tanda mereka akan pergi.


"Hati hati di jalan sayang" Ucap Paman Roy dan Tante Anne bersamaan sambil melambaikan tangan ke arah mobil.


Ayoo Dukung Terus Author


Supaya Author Semangat Update


See You

__ADS_1


__ADS_2