Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
36 . Mangga Muda


__ADS_3

Cahaya rembulan yang terang di malam hari, kini tergantikan dengan sinar matahari yang mulai merangkak naik, namun sepasang pengantin yang semalam baru saja merayakan resepsi pernikahannya masih betah berada di bawah selimut dan dalam posisi saling memeluk satu sama lain.


"By, bangun.! Sekarang sudah siang" Nasya membuka matanya dan hendak menyingkirkan tangan kekar El yang melingkar di perutnya, namun El malah mempererat pelukannya terhadap Nasya.


Setelah mereka melaksanakan shalat subuh mereka tidur kembali, karena semalam El tidak memberi jeda kepada Nasya, mereka melakukan penyatuan hingga dua kali, alhasil mereka sama sama kelelahan dan baru bisa tidur setelah subuh.


"Sebentar lagi sayang.!" Ucap El dengan masih menutup matanya dan memeluk kembali sang istri


"Kasihan yang lain By, pasti mereka sedang menunggu kita untuk sarapan bersama di restoran hotel ini" Nasya merasa tidak enak dengan Ayah, Ibu, Mamah serta Ilham, Nasya ingin bangkit dari tempat tidur, namun dengan cepat El menahannya.


"Mereka juga mengerti kalau kita belum turun berarti kita masih berada di dalam kamar, saat ini ByBy tidak ingin sarapan, ByBy hanya ingin memakan mu" Jawab El yang langsung membuat Nasya membulatkan matanya tidak percaya, bagaimana mungkin mereka melakukan nya lagi, sekarang saja tubuh Nasya rasanya remuk semua, karena El melakukan nya dengan durasi yang cukup lama.


"Awshh, nikmat sayang" El mengusap pinggang nya yang di cubit Nasya, dan duduk di kepala ranjang bersandar pada pundak Nasya.


"Jangan terlalu di pikirkan, ByBy yakin mereka juga tau, karena mereka juga ingin segera menimang cucu dari kita" Ucap El seraya mengusap perut sang istri.


"Au ~ ah.! Tidak di rumah, tidak di jerman, dan sekarang di hotel juga Nana di kurung terus di kamar" Kesal Nasya dengan memajukan bibirnya beberapa centi.


Cup


El mengecup bibir Nasya yang terlihat menggemaskan.


"By, Nana lagi kesel tau" Kini Nasya sedang menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Apa kita akan melakukannya lagi?" Goda El dengan menaik turunkan alisnya kehadapan Nasya.


Dengan langkah cepat Nasya segera bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya bersiap akan turun ke bawah dan bergabung dengan yang lain untuk sarapan pagi.


Tidak berselang lama terdengar suara pintu di ketuk, El segera membuka pintu dan ternyata seorang pelayan hotel membawakan sarapan pagi untuk mereka.


El menerima nampan berisi sarapan mereka dan menutup kembali pintu kamar nya, setelahnya meletakkan nampan ke atas nakas.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan nampaklah Nasya keluar dari dalam kamar mandi dengan sudah rapih dan segera duduk di depan meja rias, untuk menyisir rambutnya dan memoles sedikit makeup di wajahnya.


"Sarapan kita sudah di antar oleh pihak restoran hotel, mungkin mereka juga sekarang sudah pulang" El menyisir rambut Nasya dan berbicara kalau yang lain sudah pada pulang setelah mereka melakukan sarapan bersama.


"Dari mana ByBy tau, kalau yang lain sudah pada pulang?" Nasya mendongakkan kepala kepada sang suami dan bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.


"Tadi Ilham mengirimkan pesan kepada ByBy" Jawab El yang memang tadi Ilham sudah memberikan pesan singkat kepada Nasya.


"Terus kita kapan pulang dari sini?" Nasya kembali bertanya kepada sang suami.


"Setelah kita selesai sarapan, rencananya ByBy nanti siang ingin ke cafe E&L serta H&S untuk meeting, katanya mereka akan meluncurkan menu baru serta perluasan cafe" Jawab El.

__ADS_1


"Jangan bilang itu juga punya ByBy?" Kini Nasya sudah rapih memakai kerudung nya dan menghadap sang suami.


"Kalau cafe H&S ByBy hanya mengembangkan usaha nya saja, sedangkan E&L ByBy yang rintis dari semenjak masih kuliah" Jelas El yang kini sudah membawa nampan sarapan di atas meja lalu El duduk di sofa dengan menepuk kursi di sebelah nya menyuruh Nasya agar duduk di sampingnya.


"Sini sayang, nanti keburu dingin makanan nya" Segera El menuntun tangan Nasya untuk duduk di pangkuannya.


~ ~ ~


Mereka baru saja tiba di depan cafe, El segera mnggapai tangan Nasya untuk membawa nya ke dalam ruangan nya yang bersebelahan dengan ruangan manager yang dia percayakan untuk mengelola cafe tersebut.


"Bagaimana perkembangan cafe sejauh ini? Apakah ada kendala yang serius? Dan sudah sejauh mana pembangunan perluasan cafe ini? Kapan akan di luncurkan menu baru untuk cafe ini?" El berbicara kepada manager cafe dengan sederet pertanyaan, yang memang dia percayai untuk mengelola cafe tersebut.


"Sejauh ini tidak ada masalah yang terlalu berat Tuan, semuanya masih berjalan seperti biasanya, sementara perluasan cafe tinggal finishing saja, mari saya ajak Tuan untuk melihat sudah sejauh mana proses nya" Jawab sang manager cafe dengan mempersilahkan El untuk melihat proses renovasi perluasan cafe.


"By, ini bagus sekali, sangat cocok untuk anak muda, dan design interiornya juga modern" Bukan El yang berkomentar, melainkan Nasya yang bersuara, setelah melihat sekelilingnya, sementara El hanya manggut manggut dan melihat masih ada beberapa pekerja yang sedang mengecat serta merapikan kursi serta meja.


"Untuk yang membawa keluarga besar juga ada, tidak kalah dengan yang bertema kan anak muda," Tutur sang manager, lalu mempersilahkan El dan juga Nasya untuk melihat yang yang berada di sisi sebelah kanan.


"Wahh, ini sangat cocok untuk yang membawa anak kecil dan orang yang sudah lanjut usia, design interior dan ekterior nya benar benar menyatu dengan alam" Nasya kembali di buat tidak berkedip setelah melihat sisi ruang yang memang di design khusus untuk ramah anak dan orang lanjut usia.


Karena ada berbagai macam permainan anak anak dan lebih mirip taman, karena sekelilingnya memang banyak rumput dan tanaman hijau, serta terdapat jembatan yang terbuat dari batu alam yang berfungsi untuk terapi berjalan para Lanjut usia.


"Jadi apa menu baru yang menjadi andalan dan favorit di sini?" Tanya El setelah puas melihat semua perkembangannya.


"Banyak Tuan, bahkan untuk anak anak dan orang yang lanjut usia pun masih bisa menikmati menu yang ada di sini" Jelas sang manager cafe.


"Tapi itu masih terlalu muda sayang, dan belum matang," El membayangkan betapa masam nya rasa mangga itu, karena memang masih terlalu muda dan belum matang.


"Tapi Nana sungguh ingin memakannya By," Rengek Nasya seraya menggoyang goyangkan tangan El, persis seperti anak kecil yang minta di balikan permen.


"Kalau memang Nyonya menginginkan buah mangga itu, biar nanti asisten saya yang mengambilkannya," Sang manager pun akhirnya memberikan usul karena melihat istri dari bos nya yang terlihat sangat ingin memakan buah mangga tersebut.


"Tapi Nana ingin nya ByBy sendiri yang mengambilnya" Pinta Nasya dengan menatap sang suami, dan berharap hanya El sendiri yang mengambilnya.


"Firman, apakah ada galah atau tangga,?" Tanya El kepada sang manager.


"Sebentar Tuan, biar saya Carikan dahulu," Pamit sang manager dan berlalu meninggalkan mereka.


El membayangkan betapa tingginya buah mangga itu, di tambah dia tidak pernah sekalipun memanjat pohon.


"Tuan, hanya ini yang ada di sini" Firman menyodorkan kayu yang lumayan panjang kepada bos nya, dan El menerima kayu tersebut dari firman.


" By, Nana hanya ingin ByBy sendiri yang naik dan memetik buah mangga itu" Pinta Nasya sambil membayangkan betapa lezatnya buah mangga yang sedang bertengger indah di atas pohon.


"Sayang, tapi ByBy tidak bisa naik pohon," Tolak El sambil berfikir bagaimana dia bisa naik dan mengambil buah mangga yang masih muda itu, serta membayangkan pasti banyak serangga di saa.

__ADS_1


"Hiks...hiks... Nana hanya ingin ByBy sendiri yang naik dan mengambilkannya" Kini Nasya sudah menundukkan kepada dan bulir bulir air mata pun sudah mengalir dengan deras.


"Baiklah sayang, ByBy akan naik ke atas dan memetik nya" Menyerah sudah El setelah melihat sang istri mulai menangis.


Dengan membuka jas serta sepatutnya, El segera naik ke atas pohon mangga itu, sumpah demi apapun dia baru kali ini naik ke atas pohon dan memetik buah Langsung dari pohonnya.


'Sayang, semoga ini permintaan mu yang pertama dan terakhir,' El berucap dalam hatinya.


Keringat mulai keluar dari tubuh El, dan El mulai merasa gemetar setelah berada di atas pohon mangga, lalu dia menghembuskan nafasnya kasar.


"Firman, sekarang kamu tangkap buah mangga ini," El sedikit mengeraskan suaranya kepada firman dan dengan cekatan firman segera menangkap buah mangga yang El jatuh kan dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.


" Sayang, apakah sudah cukup?" Tanya El kepada Nasya dari atas pohon mangga.


"Emm, sepertinya sudah cukup By" Jawab Nasya dengan memegang kantong plastik yang berisi mangga muda.


Dengan perlahan dan susah payah, akhirnya El bisa turun dari pohon mangga tersebut.


"Huuffhhh" El menghembuskan nafasnya setelah dia sampai di bawah dan segera menghampiri sang istri yang kini sedang memegang satu penuh kantong plastik berisi buah mangga muda.


"By, Nana ingin memakannya sekarang," Nasya langsung saja tidak sabar dan El yang mendengarnya heran, pasalnya buah mangga tersebut masih sangat muda dan pasti rasanya sangat masam, membayangkannya saja El sudah ngilu.


"Ayo cepat By, Nana ingin segera membuat sambal rujak nya" Kali ini Nasya menarik tangan El menuju dapur untuk segera di buatkan sambal rujak oleh para pelayan cafe.


"Sayang, lebih baik suruh firman saja yang membuatkan bumbu rujak nya, dan kasih mangga nya untuk di potong potong" El berbicara karena dia hendak ke ruangannya dan ingin melihat grafik perkembangan dari cafe nya.


"Baiklah By, tapi jangan terlalu lama, Nana sudah tidak sabar ingin memakannya" Jawab Nasya memberikan beberapa buah mangga kepada firman.


"Firman, bisa tolong kamu buatkan sambal rujak dan tolong kamu racik mangga ini di dapur, aku tunggu di dalam ruangan" Akhirnya El segera menyuruh firman untuk membuatkan sambal rujak dan menerima beberapa buah mangga dari bosnya.


"Baik Tuan, silahkan Tuan menunggu di dalam ruangan saja, saya akan segera membuat kan sambal rujak pesanan Nyona" Jawab sang manager dan berlalu meninggalkan mereka.


El segera duduk di kursi kerjanya dan melihat lihat hasil dari kerja keras firman selama ini.


"Alhamdulillah, ternyata sangat baik perkembangannya, dan pemasaran nya pun kini sudah semakin luas," El berucap seraya melihat grafik penjualan dan pemasukan cafe.


Tok...tok...tok...


Terdengar pintu ruangan di ketuk, dan El mempersilahkannya untuk masuk, ternyata firman yang masuk dengan membawa nampan berisi potongan buah mangga muda dan semangkuk bumbu rujak, lalu menaruhnya di meja tepat di depan Nasya duduk.


"Terimakasih yaa" Jawab Nasya


"Sama sama Nyonya, kalau Nyonya butuh sesuatu panggil saja saya, saya permisi dulu Tuan El dan juga Nyonya," Pamit firman setelah meletakkan nampan di hadapan Nasya.


Hayoo pada mikir apa??

__ADS_1


Dukung terus Author 😘😘


__ADS_2