
Saat tiba di rumah, Dika mencari Shofia tapi tidak menemukan Shofia dimana-mana.
Saat ke ruang keluarga, Dika melihat mami dan papinya sedang duduk santai di sana.
"Assalamualaikum Papi. Apa Papi melihat Shofia?", tanya Dika setelah mencium tangan papi dan maminya.
"Waalaykum salaam nak. Sepertinya tadi Shofia keluar bersama nenek, Anggie dan Baby Zidan. Mungkin mereka sedang jalan-jalan ke mall.", jawab papi.
"Senangnya saat ini suasana rumah kita sangat damai dan tidak kumuh", kata mami sambil senyum sinis ke arah Dika.
Dika hanya tersenyum kecut mendengar ocehan maminya.
Saat Dika hendak menuju kekamarnya tak lama kemudian rombongan Shofia, ny Indira dan Angelina tiba di rumah.
"Ihhhhh kenapa kedamaian ini cepat sekali berlalu" ucap mami ketus.
"Hai sayangku dari mana aja sih? Papa kan udah kangen", ujar Dika langsung menyambut bayi zidan dan menggendongnya.
"Kau udah pulang sayang?", tanya Shofia sambil melirik ke arah mami Dika.
Dika sedikit terkejut dipanggil sayang oleh Shofia.
Tapi akhirnya Dika sadar saat Shofia melirik ke arah maminya. Mami yang mendengar ucapan Shofia tambah merengut dan memajukan bibirnya.
Shofia tersenyum dan mengerlingkan matanya ke arah Dika.
Lalu Dika berbisik ke arah Shofia
"Nakal", kata Dika sambil tersenyum.
"Wah banyak sekali belanjaan kalian, pasti menghabiskan uang keluarga kita saja", kata mami ketus saat melihat supir menurunkan belanjaan dari mobil.
"Beli satu mall juga ngga bakalan habis uangnya", Ny Indira kesal mendengar ucapan menantunya.
Mendengar ucapan mertuanya, mami langsung diam sambil cemberut.
__ADS_1
"Simpan semua barang ke kamar Ny Sofia dan kalian bantu membereskan barang-barang itu!", perintah Ny Indira kepada para pelayan.
"Ibu tidak pernah pergi belanja denganku?" tanya mami sedikit merengek setelah tahu semua belanjaan itu diberikan kepada Shofia.
" Tidak perlu aku membelanjakanmu. Toh kamu udah tau cara menghabiskan uang tanpa diberi juga", jawab Ny Indira ketus.
"Ibu jangan begitu dong. Maksud aku itu pengen jalan sama ibu", kata mami sambil berdiri dan mendekati mertuanya.
" Ntar ibu pusing kalo harus jalan sama kamu. Sudah ah Ibu capek mau istirahat dulu", ucap Ny Indira sambil berlalu.
Perlakuan ibu mertuanya itu kepadanya membuat mami tambah membenci Shofia.
"Pokoknya aku harus membuatmu meninggalkan anakku", ucap mami dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
Di posisi lain Shofia, Dika, Zidan dan Angelina masih asyik bercengkrama bersama tanpa memperdulikan kelakuan maminya.
Papinya pun dari tadi hanya sibuk diipadnya saja tanpa memperdulikan kelakuan istrinya.
Mami melihat keadaan itu tambah kesal dan pergi dari ruang keluarga sambil menggerutu.
"Apa saja deh. Ada baju, tas, kacamata, sepatu, mainan Zidan, pokoknya nenek terus aja memaksaku membeli apa saja yang aku pegang. Padahal aku hanya melihat- lihat saja", jawab shofia sambil garuk-garuk kepala.
"Hahahhaa nenek mah emang begitu kak. kalo sudah sayang sama orang pasti dimanjakan. Aku aja kalo nenek ajak jalan pasti ngga bisa berhenti belanja kecuali nenek udah capek", jawab Angelina sambil tertawa.
"Nenek sayang yaa sama aku?", tanya Shofia polos.
" Ya pastilah kak. Nenek bahagia sekali ada Zidan dan namanya juga sama lagi kaya kakek.", jawab Angelina seraya mencium pipi Zidan yang dari tadi asyik main dipangkuan Dika.
Dika hanya tersenyum mendengar percakapan Shofia dan adiknya.
Kemudian Dika berdiri dan menyerahkan Zidan ke Angelina.
" Kakak mau mandi dulu ya. Shof ayo kita ke kamar", kata Dika.
"Ihhh kakak ini masa mau mandi aja haris ajak-ajak istrinya", ucap Angelina sambil tertawa.
__ADS_1
Seketika wajah Shofia langsung merah menahan malu.
Melihat perubahan wajah Shofia. Dika langsung menarik tangan Shofi dan berkata pada Angelina.
"Makanya cepetan kamu nikah juga", jawab Dika sambil berlalu.
" Ih kakak mah gitu. masa mau nikah pacar aja belum punya", jawab Angelina sambil menggendong keponakannya.
Dika dan Shofia sudah berada dalam kamar.
"Apaan sih kamu Dika. Aku kan jadi malu sama Angelina", kata Shofia seraya melepaskan tangannya dari genggaman Dika.
" Yaelah Shof kan kita ceritanya suami istri. Ngapain juga malu", jawab Dika lalu menghempaskan dirinya ke sofa.
" Ya kan suami istri pura-pura ", kata Shofia lagi sambil berbisik.
" Kita harus menghayati peran kita lah", ucap Dika ngasal.
Mendengar jawaban Dika, Shofia langsung mencubit pinggang Dika kesal.
"Ih jangan mancing dong. Ntar aku benaran pengen melakukan tugas suami loh", ujar Dika sambil mengerlingkan matanya.
" Apaan sih kamu Dik", kata Shofia lalu mengabil bantal kecil disampingnga dan melemparkannya ke Dika.
Dika hanya tertawa saja melihat kelakuan Shofia.
" Iya deh. Bercanda tauuuu", ujar Dika sambil menyentuh hidung Shofia gemes, Shofia langsung menepis tangan Dika.
"Tapi besok kamu ada waktu ngga? Aku pengen ngajak kamu dan Zidan ke suatu tempat", tanya Dika tiba-tiba berubah serius.
"Mau kemana sih emangnya? Aku sih ikut aja" , jawab Shofia.
" Ya udah. abis makan siang aku jemput yaa. Aku mau mandi dulu. Mau ikutan ngga?", kata Dika menuju kamar mandi.
Shofia langsung melemparkan bantal kecil ke Dika.
__ADS_1
Dika hanya tertawa.