
Setelah kemarin mereka melakukan maternity shoot, kini saatnya El mengajak Nasya ke kota untuk membeli oleh oleh khas daerah tersebut.
Bukan Nasya jika tidak tertidur di dalam mobil saat dalam perjalanan.
"Sayang, kita sudah sampai di pusat oleh-oleh, katanya ingin membeli souvenir khas daerah sini?" El mencoba membangunkan sang istri yang tertidur sangat nyenyak, dengan membelai wajah cantik istrinya dan mengusap pipi chubby Nasya.
"euugghh, apa kita sudah sampai By?" Tanya Nasya dengan suara khas orang bangun tidur, dan dengan kesadaran yang masih belum sempurna Nasya mencoba membuka matanya.
"Iya sayang, kita sudah sampai, dan kamu boleh melihat ke arah luar" Jawab El mengarahkan pandangannya kearah luar jendela dan di susul dengan Nasya.
"Wahh, ternyata banyak sekali souvernir serta pernak pernik yang di jual di sini By" Betapa terkejutnya Nasya saat melihat ke arah luar jendela, karena banyaknya pedagang yang menjual berbagai macam oleh oleh serta restoran siap saji.
"Nanti kalau lelah harus bilang ke ByBy, oke.!" Ucap El sedikit agak memerintah, karena tidak mungkin Nasya berjalan terlalu lama dalam keadaan perut yang buncit.
"Oke.! Nanti Nana akan bilang ke ByBy kalau memang Nana sudah lelah berjalan" Jawab Nasya dengan senyum manis semanis gula di hadapan El.
Akhirnya mereka keluar dari dalam mobil, tidak lupa El selalu menggenggam tangan sang istri dan menautkan jemari tangannya terhadap Nasya.
"By, coba kita lihat kedalam, sepertinya di dalam menjual pakaian adat daerah," Usul Nasya begitu melihat toko pakaian di hadapannya yang menjual berbagai macam jenis pakaian khas daerah setempat lengkap dengan asesorisnya.
Mata Nasya tertuju pada pakaian dengan model kurung lengkap dengan kerudung penutup kepala khas daerah setempat.
Tidak ketinggalan dengan berbagai macam perhiasan yang melengkapi pakaian adat tersebut.
Lalu mereka melanjutkan berburu tas yang terbuat dari anyaman yang di modifikasi dengan kain perca terkesan sederhana tapi sangat elegan bila di pakai.
Tidak lupa El pun membeli berbagai jenis topi dan beberapa pakaian couple yang bertuliskan nama daerah setempat, dari mulai kaos, sweater hingga pakaian tenun dari woll yang di buat dengan alat tradisional.
Sendal serta sepatu juga tidak luput dari perhatian Nasya, mereka membeli beberapa pasang sendal serta sepatu dengan model dan warna yang sama.
Tidak lupa mereka membeli banyak sekali daster dan kaos untuk para pekerja yang menjaga pulau serta para pekerja yang bekerja di rumah mereka.
Saat Nasya sedang asyik memilih berbagai macam pernak pernik khas daerah setempat, tiba tiba saja El pamit ingin keluar sebentar.
"Sayang, ByBy akan ke toko sebelah, pilih saja dulu yang mana kamu mau, tunggu ByBy sebentar di sini, oke.!" Ujar El yang langsung angguki Nasya.
Mata El tertuju pada toko yang menjual berbagai pakaian dalam dan pakaian renang.
Dengan sedikit ragu ragu, El mengambil beberapa lingerie secara acak dengan warna yang berbeda, dan langsung membawanya ke kasir.
Senyum El pun langsung terbit dan segera menemui istrinya, "Apa sudah dapat souvenir nya?" Tanya El yang langsung di angguki Nasya dengan mengangkat keranjang belanjaan nya.
"Kalau begitu sekarang kita langsung bayar saja, setelah ini kita akan mencari restoran, karena pasti mereka sudah lapar" Ujar El seraya mengusap perut sang istri lembut.
__ADS_1
Tangan El pun sudah penuh dengan paper bag hasil berburu oleh-oleh mereka hari ini.
Pilihan mereka tepat di restoran bernuansa pedesaan, dengan menu olahan dari ikan.
"Ingin pesan apa Tuan dan Nyonya?" Tanya pelayan restoran menghampiri mereka, tidak berselang lama mereka mendaratkan bokongnya di kursi dan melihat daftar menu yang tersedia di atas meja.
"Nana ingin makan ikan gurame bakar, sup ikan patin, udang Krispy, cumi saus Padang dan lemon tea By" Jawab Nasya sambil membolak balikan daftar menu.
"Samakan saja pesanan saya dengan istri saya," Ujar El dengan menutup buku daftar menu dan menatap kearah sang istri.
"Baik Tuan dan Nyonya, mohon tunggu sebentar," Ucap sang pelayan setelah mencatat menu yang mereka pesan dan meninggalkan mereka.
"Setelah ini ingin kemana lagi?" Tanya El kepada Nasya setelah pelayan restoran pergi.
"Bagaimana kalau kita berkeliling kota? Nana ingin melihat keindahan kota ini" Usul Nasya yang tidak ingin menyia nyiakan waktu saat berada di tempat yang baru pertama kali Nasya singgahi.
"Dengan senang hati,! ByBy akan siap menemani kemana pun yang kamu inginkan" Jawab El dengan senyum yang sangat manis, yang hanya dia tunjukan kepada sang istri tercinta.
Jangan di tanya bagaimana reaksi Nasya, sudah bisa di pastikan wajah Nasya merah merona dan hanya bisa menundukkan kepalanya malu, karena di tatap suaminya.
Tidak berselang lama pelayan datang dengan membawakan pesanan mereka, kini di atas meja sudah tersaji hidangan yang sudah di pastikan menggugah selera.
"Silahkan di nikmati makanannya Tuan, Nyonya," Ucap sang pelayan ramah.
"Terimakasih Mbak," Ujar Nasya menyahuti pelayanan tersebut.
Mereka menikmati hidangan yang tersaji di atas meja dengan hening, sesekali El memasukkan makanan ke mulut Nasya dan kemulut nya sendiri.
Makanan mereka pun akhirnya habis dan Nasya benar benar menikmatinya.
El segera membayar tagihan nya di kasir, dan setelahnya mengajak sang istri untuk masuk kedalam mobil.
Mobil yang mereka tumpangi kini sudah menyatu di jalanan aspal dengan para pengendara lainnya.
Kali ini Nasya menikmati pemandangan kota daerah tersebut dari balik kaca jendela mobil.
"By, ternyata walaupun di kota udaranya tetap terasa sejuk yaa?, Dan di tambah dengan banyaknya pohon di sepanjang jalan raya" Nasya berbicara kemudian menoleh ke arah El yang sedang fokus menatap kearah depan jalan.
"Nanti setelah mereka lahir, kita akan kesini lagi dengan mereka," Ujar El menoleh kearah Nasya sekilas, kemudian fokus kembali kearah depan.
Menjelang sore mereka baru tiba di rumah singgah atau lebih tepatnya mansion mereka di pulau tersebut.
"Mang, tolong masukkan semua barang yang ada di bagasi mobil ke dalam" Titah El kepada salah satu pelayan yang kebetulan melintas di hadapannya.
__ADS_1
"Baik Tuan" Ujar sang pelayan.
"Lebih baik sekarang kamu bersih bersih saja dulu, ByBy akan ke ruang kerja sebentar" Kini El menyuruh Nasya untuk membersihkan badannya terlebih dahulu, setelah mereka berburu oleh-oleh tadi.
"Iya By,! Badan Nana juga sudah merasa lengket dan gerah," Langsung saja di sahuti Nasya yang memang sudah merasa tidak nyaman dengan badannya.
"Nanti ByBy akan menyusul setelah selesai" Ucap El kemudian.
Begitu Nasya masuk kedalam kamar, segera ia berendam di bathtub dengan menuangkan aroma terapi lavender, berharap semua penat hilang.
Ceklek
Perlahan El masuk kedalam kamar dan menyusuri setiap sudut kamarnya, namun tidak menemukan keberadaan istrinya.
Bahkan El membuka pintu penghubung antara balkon dan kamarnya yang biasa mereka tempati saat bersantai sambil melihat ombak, namun El tidak juga menemukan keberadaan istrinya.
Kini El membuka pintu kamar mandi, dan benar saja, Nasya masih berendam di dalam bathtub dalam posisi tertidur pulas.
"Masya Allah, ternyata masih berendam, dan sepertinya sedang tertidur pulas" Kemudian El membuang air yang ada di dalam bathtub dan segera mengangkat sang istri lalu memindahkannya di kasur.
Perlahan El membaringkan Nasya di atas kasur, tidak lupa El mengambil baju Nasya di lemari dan memakaikan nya, setelahnya menyelimuti Nasya.
Cup
El mengecup kening Nasya, dan duduk di samping sang istri sambil memainkan ponselnya.
Hingga waktu makan malam tiba Nasya masih tertidur pulas, El yang memang sudah sangat lapar terpaksa makan malam sendiri.
Tepat pukul 10 malam, Nasya terbangun karena merasakan lapar.
"Sudah jam berapa sekarang?" Dengan kesadaran yang masih belum sempurna, Nasya mencoba bangun, di lihatnya El ada di sampingnya sedang tertidur.
El yang merasakan ada guncangan dari tempat tidur nya, segera membuka matanya, di lihatnya Nasya hendak bangun dari tempat tidur.
Namun belum sempat Nasya berdiri, El menahan pergelangan tangan Nasya, dan berucap "Mau kemana? hmm" Segera El duduk di tepi ranjang.
"Nana lapar dan ingin ke dapur, siapa tahu masih ada makanan," Beo Nasya seraya mengusap perutnya, karena anak anaknya juga sudah lapar.
"Ternyata anak anak ByBy lapar yaa? Karena Mamih tadi tertidur di dalam bathtub,!" El berucap dengan mengusap perut Nasya dan berbicara pada anak anaknya.
"Jadi tadi ByBy yang memindahkan Nana ke kasur? Dan ByBy juga yang memakaikan Nana baju?" Nasya langsung bertanya kepada El dengan tersenyum.
"Memangnya siapa lagi,? hmm? Dan ByBy juga tidak akan mengizinkan orang lain menyentuh kamu walau hanya itu sebatas berjabat tangan " El mulai menunjukkan sifat posesifnya.
__ADS_1
"Issh, dasar suami posesif" Lirih Nasya berucap namun masih bisa di dengar El dan segera pergi ke dapur karena Nasya benar benar sudah sangat lapar.
El segera bangkit dari tempat tidur dan menyusul Nasya.