
"Abang kapan sampai?" Tanya Nasya saat sudah berada di samping Ibunya.
Raffa yang mendengar suara adiknya, langsung mengangkat kepalanya dan memasukkan ponselnya.
"Baru sekitar lima menit yang lalu Na, tadi kata Ibu kamu belum turun, jadi Abang menunggu disini saja dengan Ibu, mana ponakan Abang?" Jawab Raffa yang memang baru saja sampai.
" Mereka sedang jadi artis dengan keluarga Mamah" Jawab El yang memang kedua anaknya sedang di perebutkan oleh Om dan tantenya.
Belum sempat Nasya bangun untuk mengambil si kembar, namun El menahan pergelangan tangannya.
"Biar ByBy saja yang mengambil si kembar, lebih baik kamu duduk saja temani bang Raffa" Cegah El saat Nasya hendak bangun untuk mengambil si kembar.
Tidak lupa Ibu bertanya kepada Nasya tentang perkembangan si kembar, yang semakin bertambah berat badannya.
Dengan di bantu suster yang merawat si kembar, El membawa Nevan dan Nessa kehadapan keluarga Nasya.
__ADS_1
"Siapa namanya Na?" Tanya bang Raffa yang memang belum tahu nama dari kedua anak Nasya.
"Nevan dan Nessa bang.!" Jawab Nasya mengambil alih Nevan dari kereta bayi dan memberikannya kepada Abang nya.
"Sungguh nama yang bagus, sesuai dengan ketampanannya" Puji Raffa saat menggendong Nevan dan menatap bayi yang masih sangat merah karena baru berusia tujuh hari.
Sedang Ibu mengambil Nessa yang sedang tertidur pulas di dalam kereta bayi nya.
"Maafkan nenek yaa, karena nenek jarang menjenguk kalian," Dengan menggendong Nessa, Ibu berbicara kepada cucunya, dan seolah merespon ucapan neneknya, Nessa langsung menggeliat di dalam dekapan neneknya.
"Biar Ibu dan Abang mu saja yang membawa mereka" Ibu yang tidak ingin melewatkan waktu bersama dengan cucunya, kini meletakkan kedua cucunya di dalam kereta bayi.
Rangkaian acara tasyakuran hakekah si kembar berjalan dengan sangat lancar dan meriah, hingga pukul 11 siang, acara baru selesai dengan sukses, tamu undangan dan anak anak panti asuhan pun sudah pulang setelah mendapat santunan dari El.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga acaranya," Ucap syukur El saat semua tamu undangan sudah pulang satu persatu, hanya tinggal keluarga inti saja yang masih belum pulang.
__ADS_1
Begitu acara selesai, si kembar langsung menangis karena haus, suster yang sudah faham karena memang sudah waktunya menyusu, langsung mengambil si kembar untuk segera di susui.
"Na, Ibu pamit pulang dulu, nanti kalau memang ada waktu luang, pasti Ibu akan menjenguk kalian" Pamit Ibu setelah melihat si kembar sudah tertidur pulas di dalam kereta bayi setelah menyusu.
"Terima kasih Bu.! Maaf Nana tidak bisa menemani Ibu." Nasya yang memang sibuk dengan kedua anaknya, tidak sempat menemani keluarganya berbincang lama.
"Tidak apa apa sayang, lagipula mereka lebih banyak butuh perhatian" Ibu yang mengerti bagaimana kesibukan Nasya menjadi seorang Ibu dari dua orang anak, hanya bisa memaklumi keadaan.
"Na, Abang juga pamit pulang yaa, karena sudah di tunggu teman di restoran" Kini giliran Raffa yang ikut pamit pulang.
"Iya bang, terimakasih untuk doanya, kalau memang ada waktu luang, tengoklah kami bang, supaya si kembar kenal dengan Abang, dan semoga Abang segera menyusul Nana" Pinta Nasya kepada Abang nya seraya mendoakan abangnya agar cepat menikah.
"Iya Na, pasti nanti Abang akan sempatkan main kesini, dan terimakasih untuk doanya," Setelahnya bang Raffa pulang bersama dengan Ayah dan Ibu.
Keluarga dari pihak El juga sudah semuanya pulang, bahkan Mamah tadi pulang lebih awal setelah acara selesai, karena sudah di tunggu di yayasan panti jompo.
__ADS_1