Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
33 . Fitting Baju


__ADS_3

Tiinngg


Lift yang El dan Nasya naiki berhenti, dan mereka segera keluar begitu pintu lift terbuka.


"Ham, cancel semua jadwalku hari ini, kecuali Fahri" Titah El dan di angguki Ilham.


Yaa, semenjak mereka pulang dari Jerman, kini ruangan El dan Ilham terpisah, kini ruangan Ilham berada tepat di depan ruangan El.


El segera mengunci pintu ruang kerja nya, sekarang dia tidak ingin di ganggu siapa pun.


"Kenapa pintunya di kunci By?" Tanya Nasya yang merasa bingung dengan sikap El akhir akhir ini.


"Supaya tidak ada yang menggangu acara kita, sayang.! ByBy hanya ingin kita berdua saja di sini" Ucap El berbisik, sehingga Nasya bergidig ngeri mendengar nya.


"Sayang, ByBy sangat rindu, baru beberapa jam saja tidak berjumpa, rasanya seperti sebulan" Bisik El tepat di telinga Nasya.


El segera membuka jas dan dasi nya, dan mengangkat Nasya agar duduk di pangkuannya, dan membuka kerudung serta sepatu Nasya, dengan El duduk dan bersandar di kepala sofa.


Tangan El langsung membuka satu persatu kancing baju seragam yang Nasya kenakan, sebelumnya El mengangkat rok seragam Nasya, dan hanya menyisakan celana legging panjang, agar Nasya lebih leluasa berada di atas pangkuan El.


"Sayang, kita belum pernah melakukannya di sini, bagaimana Kalau sekarang kita melakukannya?" Tanya El dengan suara serak menahan hasratnya yang beberapa hari ini tidak tersalurkan.


Setelah mereka pulang dari Jerman, orang tua dari Nasya datang dan menginap di rumah, El menemani Ayah mertuanya sampai menjelang subuh bermain catur.


Di hari berikutnya Mamah nya datang dan menguasai Nasya, mereka tidur berdua, sedang El tidur di kamar sebelah, alhasil El di buat pening dan Tidak bisa tidur nyenyak, karena tidak bisa tidur berdua dengan Nasya.


El langsung menggendong Nasya seperti koala, dan masuk ke dalam kamar pribadinya nya yang berada di ruangannya.


Segera El menurunkan Nasya di atas kasur, kini Nasya hanya memakai dalamnya saja, El segera membuka kemeja dan celana panjangnya, dan hanya menyisakan boxer nya saja.


"Sayang, ByBy sangat menginginkanmu sekarang," El langsung membungkam mulut Nasya dengan mulutnya, sementara tangan El tidak tinggal diam, bergerilya menjelajahi setiap inci lekuk tubuh Nasya.


El membuat banyak tanda kepemilikannya di tubuh Nasya, alunan merdu dan indah pun keluar dengan sendirinya dari mulut Nasya, sehingga menambah gairah El untuk melakukan lebih.


"Sayang, semoga El junior segera tumbuh di sini" El meraba dan mengecup perut rata Nasya.

__ADS_1


Nasya pun tidak tinggal diam, dia meraba dada dan perut El yang seperti roti sobek, sehingga membuat El bergairah dan menambah semangat, karena sentuhan dari jari jari lentik Nasya.


Setelahnya El menutupi tubuh polos mereka dengan selimut, dengan sekali hentakan, El langsung tumbang, keringat bercucuran di sekujur tubuh mereka, padahal AC di ruangan itu sangat dingin.


"Terimakasih sayang," El mengecup kening Nasya, lalu berbaring di samping Nasya.


"Sayang, nanti setelah makan siang, ByBy akan mengajak sayang untuk menemui seseorang" Ucap El dengan suara yang masih terlihat tersengal sengal seperti habis lari Marathon.


"Siapa By?" Tanya Nasya yang memang belum tau siapa yang di maksud suaminya itu.


"Dia pengacara ByBy, kemarin sudah datang ke sini, dan menjelaskan tentang pulau mahar yang memang surat surat nya masih di proses, untuk pengalihan atas nama Nana" Jawab El menjelaskan kalau hari ini Fahri akan datang serta menyerahkan sertifikat kepemilikan pulau atas nama Nasya.


"Masya Allah, secepat itukah prosesnya By,?" Tanya Nasya lagi, dia benar benar di perlakukan seperti ratu oleh El.


Kejutan yang bertubi tubi dia dapatkan, setelah menikah dengan El.


"Oiya, ByBy juga sudah mengurus SIM mobil Untuk Nana, jadi si merah sudah standby kapanpun tuan nya akan membawanya" Tutur El seraya meraba tubuh polos Nasya yang ada di dalam dekapannya.


"Sayang, Satu ronde lagi yaa? Supaya energi ByBy full, karena mulai besok kita sudah sangat sibuk untuk mengurus acara resepsi pernikahan" Tanpa menunggu persetujuan dari Nasya, El langsung mengukung tubuh polos Nasya, dan mulai mengulangi aksinya.


Setelah mereka mandi El menyisir rambut Nasya yang masih setengah basah karena ulahnya, dan mengambilkan pakaian yang masih terlihat baru, itu terlihat dari masih adanya merek dan label yang menempel di gaunnya.


"By, kapan ByBy menyiapkan ini semua?" Tanya Nasya yang memang merasa heran, pasalnya El benar benar mempersiapkan segala sesuatunya sebelum hari itu tiba.


"Kemarin ByBy suruh Ilham membelinya, dan ternyata dia memang bisa di andalkan dalam hal apapun." Jawab El.


"Nana ingin makan apa siang ini? Biar nanti ByBy pesan kan,!" Tanya El sambil melihat arlojinya, dan ternyata sudah waktunya makan siang.


"Emm, bagaimana kalau steak daging sapi saja," Pinta Nasya, sambil memainkan ponselnya dan bersandar pada kepala ranjang.


"Oke.! Segera akan ByBy pesankan" Jawab El dan keluar dari kamar pribadinya yang ada di ruangannya.


Perlahan tapi pasti, Nasya mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan masih memegang ponsel di tangannya, El yang masuk ke kamar dan berniat ingin memberikan makanan yang Nasya pesan, menghela nafasnya pelan.


"Astagfirullah, sayang nya ByBy," Ucap El menaruh makanan di atas meja depan sofa, lalu membenarkan posisi tidur Nasya, agar terasa lebih nyaman, dan menaruh ponsel Nasya di atas nakas.

__ADS_1


El mengecup kening Nasya, lalu keluar dari dalam kamar, kemudian duduk di kursi kerjanya, sambil membuka berkas dan membaca dengan teliti kata demi kata yang tertera, jangan sampai ada yang tertinggal atau terlewati.


Tok....tok....tok....


Pintu ruangan El di ketuk dari luar, El segera mempersilahkan nya masuk.


"El, apa aku mengganggu waktumu?" Tanya Fahri sang pengacara El dengan sopan.


"Tidak, silahkan duduk Fahri.!" El mempersilahkan Fahri untuk duduk di sofa, di susul dengan El yang ikut bergabung dengan Fahri yang sedang membuka tas kerjanya, dan memperlihatkan sertifikat pulau yang sudah resmi menjadi milik Nasya seutuhnya.


"Ini sertifikat kepemilikan pulau mahar Nasya, semua nya sudah lengkap, tinggal kapan ada waktu kamu bisa mengunjunginya, dan ini SIM mobil atas nama Nasya juga, apakah masih ada tugas lagi untukku?" Fahri menjelaskan tentang sertifikat pulau mahar dan SIM yang sudah jadi ke hadapan El.


"Untuk saat ini sepertinya belum ada tugas baru untukmu, kalau memang ada nanti Ilham yang akan menghubungimu" Jawab El dan menaruh kembali sertifikat itu setelah dia membacanya.


"Baiklah, kalau memang begitu aku pamit dulu," Pamit Fahri seraya menutup kembali tas kerjanya dan keluar dari ruangan El.


"Hmm" Hanya itu yang keluar dari mulut El.


Tidak berselang lama Nasya keluar dari kamar pribadi El.


Ceklek


Pintu kamar pribadi El terbuka, dan nampaklah Nasya dengan muka khas bantalnya.


"Sayang nya ByBy sudah bangun tidur rupanya?" Tanya El seraya menarik tangan Nasya, agar duduk di pangkuannya.


"Makanannya ByBy taruh di meja dekat sofa, tadi ByBy masuk ternyata kamu sedang tidur, jadi ByBy letakkan saja di atas meja" Lanjut El berucap


"By, Nana ingin makan, tapi ByBy yang suapi yaa?" Ucap Nasya manja dan menunjukkan muka puppy eyes nya.


"Hmm, Okee.! Sekarang kamu ambil dulu makanannya di dalam, setelah ini kita langsung ke butik untuk fitting baju, Karena Mamah sekarang sudah jalan menuju kesana" Tutur El dan di angguki Nasya, setelahnya mereka makan siang yang sudah terlewat itu.


Yuhuu jangan lupa untuk selalu


Dukung Author

__ADS_1


__ADS_2