Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Sahabat


__ADS_3

Siang itu papi Dika memanggil anaknya untuk bicara di ruang kerjanya.


Saat Dika masuk, papi menyuruhnya duduk di sofa di depannya


"Dika, papi tau kamu baru beberapa hari tiba di Indonesia. Tapi papi harap kamu sudah siap untuk menggantikan posisi papi di perusahaan kita. Papi sudah tua dan sudah waktunya papi bersenang-senang,bukan?" tutur papi sambil tersenyum kepada anak laki- lakinya itu.


"Baiklah Papi, Dika akan secepatnya masuk kantor. Papi urus saja rapat direksi untuk penyerahan kepemimpinan" jawab Dika lantang.


Papi sangat senang mendengar jawaban Dika.


Papi berdiri dan memeluk putranya itu dengan penuh kasih sayang.


Setelah berbicara dengan papinya, Dika dan Papi menuju ruang keluarga.


Disana sudah berkumpul Shofia, Zidan,Ny Indira dan Angelina.


Terlihat keakraban antara Angelina dan Zidan.


"Ponakan aunty Angel ini makin hari makin ganteng aja sih", ujar Angelina sambil menggendong dan menyiumi bayi Zidan.


"Iya dong kaya papanya" ucap Dika mengambil Zidan dari gendongan Angelina.


"Dika, nenek mau melihat foto kalian waktu menikah", tanya Ny Indira.


Shofia langsung batuk mendengar pertanyaan dari neneknya Dika tersebut.


"Eh iya nek, fotonya masih di Inggris. Nanti aku akan menyuruh orang disana untuk mengirimkannya kesini" jawab Dika sambil melirik Shofia yang sudah pucat pasi.


" Baiklah, nenek sudah tidak sabar melihat foto kalian" ucap Ny Indira tadi.


***


Shofia dan Dika masuk ke kamar mereka dan mulai berdebat masalah yang di minta Neneknya.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan? Kita kan tidak pernah menikah" tanya Shofia panik.


" Tenanglah Shofia. Aku sudah memikirkannya. Aku akan meminta bantuan sahabatku"jawab Dika menenangkan Shofia.


"Ya udah aku percaya padamu" ucap Shofia mengambil nafas panjang.


Dika mengambil jaketnya dan pergi meninggalkan mansion.


Dika menuju apartment sahabatnya Setyo di daerah Tebet.


Sampainya di apartmen. Dika langsung membunyikan bel dan saat Setyo melihat Dika, Setyo sangat kaget melihat kedatangan sahabatnya yang sudah 5 tahun tidak bertemu.


"Dika...apa khabar, bro? Wah udah balik loe dari Inggris" ujar Setyo sambil memeluk sahabatnya itu sebentar.


"Yoi, gue baik-baik aja. Yo, gue kesini mau minta tolong ke elu. Tapi sebelumnya gue pengen cerita apa udah gue lakuin" jawab Dika sambil masuk dan duduk di sofa di apartment milik sahabatnya itu.


Panjang lebar Dika menceritakan tentang Shofia dan Zidan, pertemuan mereka di pesawat dan sandiwara pernikahan.


"Gila lu yaa. Berani amat lu lakuin itu. Kalo ketahuan gimana. Lagian sampai kapan lu mau bohong sama keluarga lu" kata Setyo sambil geleng-geleng kepala mendengar pengakuan sahabatnya.


"Kedepannya ntar diliat lah gimana. Yang penting sekarang pertunangan gue udah gue batalin." ucap Dika dengan mata berbinar.


"Terus lu kemari ngapain? Lu kan kalo kemari pas lagi butuh aja. " tanya Setyo


" Ah loe tau aja sih Yo. Nenek mau melihat foto pernikahanku. Mana ada fotonya wong nikahnya aja ngga pernah"ucap Dika sambil meringis.


"Alasanku ke nenek ya foto nikahnya masih di Inggris dan nenek minta segera dikirim. Nah gue mau lu bantu gue bikin foto nikah gue. Tolong siapin semuanya yaa Yo...please" Dika memohon kepada Setyo.


" Itu mah gampang. Kasih gue waktu 3 hari deh buat persiapkan semuanya. Ntar lu tinggal bawa bini lue aja eh Shofia maksudnya buat take foto"jawab Setyo sambil sibuk mencatat apa saja persiapan untuk membuat foto nikah.


"Yes...lu emang sahabat gue yg paling bisa gue andalkan"ucap Dika seraya menepuk bahu Setyo.


***

__ADS_1


Di Mansion, Shofia masih berkumpul dengan Angelina dan Ny Indira di ruang tengah.


Walaupun pernikahannya dengan Dika hanyalah sandiwara dan keluarga Dika bukan keluarganya tapi Shofia merasakan kehangatan dalam keluarga ini.


Kecuali Mami Dika yang masih menampakan ketidaksukaannya pada Shofia.


Saat Mami melihat Shofia sedang berada di ruang tengah dengan mertua dan anak perempuannya, langsung emosinya kembali naik.


"Sepertinya rumah ini sudah mulai terlihat kumuh." ucap mami sambil memandang jijik kearah Shofia.


Shofia hanya diam tidak menggubris omongan mami Dika.


"Segela sesuatu itu harus di tempatkan sesuai kelasnya, orang miskin jangan mimpi jadi orang terhormat meskipun menikahi orang kaya. Apalagi kemungkinan cuma bisa menjebak dengan tubuhnya" kata mami makin pedas.


"Mami jangan ngomong gitu dong" ucap Angelina seraya memegang tangan kakak iparnya untuk menenangkan.


Tapi Shofia tetap tak bergeming.


Shofia pura-pura tidak mendengar omongan mami Dika.


Hal itu membuat mami semakin emosi.


"Berapa orang kaya yang sudah kamu jebak? Bodohnya anakku mau menikahimu dasar wanita murahan" teriak mami.


"Cukup!!!!!" ucap Ny Indira marah.


"Aku tidak mau ada keributan di rumah ini" ucap Ny Indira sambil meninggalkan ruang keluarga.


Shofia mengambil bayinya dan pergi juga menuju kamarnya.


Tinggal Angelina yang mulai kesal mendengar kata-kata maminya.


"Mami kenapa sih membenci ka Shofia. Dia itukan menantu Mami" kata Angelina memandang wajah ibunya yang masih emosi

__ADS_1


"Aku tidak sudi punya menantu dia. Bagi mami, Mirandalah yang pantas menjadi menantu mami" jawab mami sambil pergi keluar ruangan.


Angelina hanya geleng-geleng kepala.


__ADS_2