
Setelah acara tujuh bulanan di kediaman rumah Ayah dan Ibu kemarin, kini Nasya dan El sudah kembali kerumahnya.
"By, Nana sekarang ingin makan bakso" Nasya membangunkan El yang sedang asik tertidur di bawah selimut nya.
Tepat pukul 1 dinihari, Nasya terbangun karena ingin buang air, di usia kehamilan Nasya yang semakin membesar, Nasya jadi sering ingin buang air.
"Tapi sekarang sudah sangat larut, mana ada penjual bakso yang jual" Dengan masih memejamkan matanya, El berbicara kepada sang istri.
"By, tapi Nana ingin sekarang juga" Rengek Nasya dengan terus mengguncang tubuh El.
"ByBy pesankan lewat delivery order saja yaa?" El mulai bernegosiasi dengan sang istri.
"Tapi Nana ingin nya ByBy sendiri yang keluar untuk membelinya," Dengan menghela nafasnya pelan, akhirnya El bangun dan segera mencuci mukanya di wastafel.
El mengambil kunci mobilnya dan juga dompetnya di nakas, serta mengambil jaket kulitnya di lemari.
"Nana ingin ikut, karena Nana ingin makan bakso di tempatnya" Nasya segera menggandeng lengan El saat El hendak membuka pintu kamar.
__ADS_1
"Udara di luar tidak bagus untuk kalian," Bukannya anggukan yang El dapatkan, justru isakan tangis yang keluar dari mulut Nasya.
"Baiklah,! Sekarang pakai jaket ini, karena angin malam sangat tidak baik untuk kesehatan" Dengan membuka jaketnya dan memakaikan nya kepada Nasya, El hanya bisa menuruti keinginan istri tercintanya.
"Sekarang ingin beli dimana?" Tanya El begitu mereka sudah masuk kedalam mobil.
"Kita cari kedainya saja dahulu By,!" Nasya yang memang juga belum tahu tempat makan bakso dimana saat tengah malam seperti ini, hanya menyahuti seadanya.
"Coba sekarang searching, dimana tempat kedai bakso yang masih buka jam segini?" Kini El mulai memberikan solusi, karena tidak mungkin dia muter muter di tengah malam seperti ini dengan posisi Nasya yang sedang mengandung.
Nasya kemudian mengambil ponsel yang ada di dashboard dan mulai mencari dimana ada kedai bakso yang masih buka saat dini hari seperti ini.
Tepat di depan kedai bakso yang buka 24 jam, El mulai memarkirkan mobilnya dan mereka segera turun.
Begitu mereka masuk kedalam, ternyata cukup ramai orang yang datang dan untuk menikmati bakso di saat dini hari.
Tidak lama mereka duduk, pelayan restoran menghampiri dan menanyakan.
__ADS_1
"Ingin pesan apa Tuan, Nyonya?" Sapa pelayan restoran ramah dengan membawa note dan bulpoin di tangannya.
"Kami ingin makan bakso yang spesial di kedai ini" Bukan Nasya yang menjawab, melainkan El yang menjawab, karena melihat daftar menu yang ada hanya yang spesial yang dengan porsi yang jumbo dan terdapat sumsum dan iga di tengah nya.
"Baik Tuan,! Untuk minum nya?" Tanya pelayan lagi.
"Lemon tea dan jus jeruk" Kini giliran Nasya yang menjawab.
"Baik Nyonya, segera akan kami siapkan, mohon tunggu sebentar" Ucap pelayan restoran setelah mencatat semua menu yang di pesan El dan juga Nasya.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk pelayan bakso meracik bakso yang mereka inginkan, hingga satu porsi bakso jumbo dengan sumsum dan iga di tengahnya siap mereka santap.
Dengan lahapnya Nasya memakan bakso dengan ukuran jumbo, sedang El hanya memakan sedikit dari potongan bakso yang Nasya makan.
"Apa ingin tambah lagi?" Tanya El saat Nasya benar benar menghabiskan baksonya.
"Tidak By, Nana sudah kenyang.!" Tolak Nasya yang memang sudah merasa kenyang setelah memakan bakso tersebut.
__ADS_1
"Maaf yaa By, tadi ByBy hanya kebagian sedikit saja makan baksonya," Nasya segera meminta maaf kepada sang suami karena tadi baksonya Nasya habiskan semua.
"Tidak mengapa, lagipula ByBy tidak terlalu suka bakso" Ucap El yang memang tidak terlalu suka dengan bakso, karena menurut El bakso makanan yang tidak sehat, sebab dagingnya sudah di olah.