Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
41. Tumbuh Dengan Sehat


__ADS_3

"Sayang, apakah yang baru saja Mamah dengar itu benar?" Mamah langsung saja buka suara, setelah sebelumnya dia memperhatikan dari jauh interaksi antara anak dan menantunya itu.


"Sejak kapan Mamah berada di situ?" El yang terkejut melihat Mamahnya berdiri di belakangnya dan langsung bertanya kepada sang Mamah yang terlihat sudah ingin menitikan air matanya menatap Nasya yang terbaring di atas tempat tidur.


"Sayang, kenapa kamu tidak memberitahukan Mamah kalau memang ternyata kamu sekarang sedang mengandung?" Mamah tidak menghiraukan ucapan El, dia justru melangkah dan mendekati Nasya, perlahan dia peluk tubuh menantunya yang sudah menyandarkan badannya di kepala ranjang seraya mengelus pucuk kepala Nasya.


"Mah, kami baru mengetahuinya kemarin saat kami ingin ke rumah Ibu untuk menginap, karena Nana tadi pagi baru saja menghadiri acara perpisahan sekolah" Jawab Nasya dengan membalas pelukan Mamah dan melirik ke arah sang suami yang diam terpaku Karena melihat ekspresi Mamahnya, dengan wajah frustasi lalu berdiri hendak keluar kamar.


"By," Lirih Nasya berucap memanggil sang suami namun El masih bisa mendengar nya, dan segera menoleh ke arah sang istri yang mengedipkan matanya, tanda bahwa El tidak boleh pergi.


"Jadi, sudah berapa bulan calon cucu Mamah?" Tanya Mamah mengurai pelukannya terhadap Nasya dan mengelus lembut perut Nasya.


"Sudah masuk dua bulan Mah, dan ternyata mereka juga dalam keadaan yang sehat Mah" Nasya menjelaskan tentang kehamilannya kepada sang Mamah.


"Tunggu, Maksud kamu, mereka? Apa kamu mengandung anak kembar Nak?" Mamah bertanya kembali, tapi kali ini pandangannya beralih ke arah El yang sedang duduk di sofa dengan memainkan ponselnya untuk mengecek pekerjaannya.


"Iya Mah, mereka kembar, dan keduanya pun dalam keadaan yang sehat dan kuat" Kali ini El yang berbicara, karena mendapat tatapan horor dari Mamahnya yang seolah meminta penjelasan dari nya.


"Alhamdulillah,! Mamah tidak menyangka kalau ternyata secepat ini Mamah akan mendapatkan cucu dari kalian, apalagi mereka kembar" Mamah kembali memeluk Nasya untuk mencurahkan rasa bahagianya karena sebentar lagi akan di panggil Nenek.


"El, jangan biarkan Nana melakukan aktivitas yang berat, karena saat ini ada dua nyawa di dalam perutnya, dan tolong kamu jaga emosi serta banyak mengalah, Karen hormon ibu hamil itu tidak menentu," Mamah memberikan nasihat kepada El agar menjaga kandungan Nasya.


"Baik Mah, El pasti akan selalu menjaga mereka," El langsung bangun dari duduknya dan kini menghampiri kedua wanita yang begitu sangat berarti baginya.


"Sayang, lebih baik sekarang kamu istirahat saja, jangan terlalu sering naik turun tangga, dan kalau butuh sesuatu panggil saja ART yaa, kalau begitu Mamah keluar dulu, ingin melihat di dapur, oiya, apa kamu ingin makan sesuatu untuk makan malam nanti? Biar nanti Mamah buatkan" Ujar Mamah kepada Nasya karena Mamah tau betul, kalau orang yang sedang hamil muda pasti ingin makan sesuatu.


"Tidak usah Mah, terimakasih,! Untuk saat ini tidak ada, kalau memang nanti Nana ingin sesuatu pasti Nana akan bilang ke Mamah" Dengan lemah lembut dan senyum yang selalu mengembang dari wajahnya, Nasya menjawab pertanyaan sang Mamah, tidak berselang lama Mamah keluar dari dalam kamar dan meninggalkan mereka.


"Huffhh" Terlihat El menghembuskan nafasnya pelan, setelah dia sudah tidak melihat lagi bayangan Mamah dari balik pintu.

__ADS_1


"Kenapa By?" Tanya Nasya setelah melihat sang suami menghela nafasnya.


"Tidak,! aku hanya sekarang merasa seperti asing di mata Mamah, apalagi kalau memang nanti mereka sudah launching, pasti hanya mereka yang Mamah tanyakan," Keluh El mengeluarkan isi hatinya di hadapan Nasya, sedang Nasya hanya tersenyum simpul menanggapi rasa cemburu yang kini sedang di alami sang suami.


"By, itu hanyalah ekspresi bahagia yang Mamah tunjukan, karena mereka akan mempunyai cucu cucu yang lucu," Goda Nasya yang kini sudah menggenggam telapak tangan sang suami, mencoba untuk menenangkannya.


"Semoga saja sayang," El segera tidur di pangkuan Nasya dan mengecup perut Nasya, kadang sesekali El mengajak bicara anak anak nya yang masih berbentuk embrio.


Setelah makan malam bersama, kini mereka sedang berada di ruang keluarga, dengan El menatap layar laptop yang ada di hadapannya.


"Sayang, bagaimana kalau nanti untuk acara empat bulan nya disini saja? Kita undang anak anak panti asuhan yang berada di bawah yayasan kita," Usul Mamah membuka pembicaraan terhadap Nasya.


"Bagaimana baiknya saja Mah, kalau Nana sih ikut saja," Nasya menjawab usul sang Mamah mertuanya, dengan melirik sang suami yang sedang fokus dengan layar laptopnya.


"Apa kalian akan menginap di sini sekarang?" Mamah kembali bertanya.


"Sepertinya kami akan pulang malam ini juga Mah, Ilham sedang dalam perjalanan menuju rumah kami, kasihan kalau dia harus putar arah lagi" El menjelaskan kalau Ilham baru saja menghubunginya, dan akan mengantarkan berkas yang harus El tanda tangani segera.


"Sayang, kalau suatu saat butuh sesuatu tolong hubungi Mamah, insyaallah Mamah pasti akan siap" Mamah memberikan penawaran terhadap Nasya.


"Baik Mah, kalau nanti Nana butuh sesuatu pasti Nana akan hubungi Mamah" Jawab Nasya.


"Ya sudah, kalau memang kalian ingin pulang sekarang,! El, ingat, jangan ngebut dalam berkendara," Titah Mamah, karena sekarang sudah mulai larut malam.


Roda dari ban mobil yang El kendarai mulai membaur dengan para pengemudi lainnya di jalan raya meninggalkan rumah Mamahnya.


Alunan musik dari Audio mobil mulai memecah keheningan, saat melewati taman kota, tiba tiba saja Nasya ingin memakan jajanan yang ada di sepanjang pinggir jalan raya, dan itu sukses membuat El hanya menghela nafasnya.


"By, Nana ingin makan Sempol ayam yang di jual di sana" Pinta Nasya dengan menunjukan arah penjual Sempol ayam yang sedang mangkal di pinggir jalan depan taman.

__ADS_1


"Baiklah, sebentar ByBy memarkirkan mobil dahulu" El hanya bisa menuruti kemauan sang istri yang sedang mengandung buah cintanya.


Setelahnya mereka turun, namun bukan hanya Sempol ayam yang Nasya beli, melainkan ada siomay, roti bakar, es campur, dan juga Thai tea.


El segera membawa banyak kantong plastik berukuran sedang di kedua tangannya, karena El melarang Nasya untuk membawanya.


"Apa ByBy mau?" Tanya Nasya saat mereka sudah berada di dalam mobil, dan Nasya sangat menikmati semua makanan yang tadi dia beli.


"Tidak usah, ByBy masih kenyang, untuk kamu saja, supaya Baby twins ByBy kenyang dan tumbuh dengan sehat" Jawab El melirik ke arah Nasya sekilas.


El mengusap kepala sang istri yang tertutup rapat dengan kerudung dengan tangan kirinya.


Setelah puas Nasya memakan semua jajanan yang tadi dia beli di depan taman kota, Nasya tertidur pulas.


Tiiinnn


El membunyikan klakson mobil nya, tidak berselang lama terbukalah pintu gerbang yang menjulang tinggi dengan kokohnya, dan pelayan El yang berjaga segera membukakan nya, begitu melihat mobil Tuan nya.


Dan ternyata mobil Ilham sudah terparkir di garasi, itu berarti kalau Ilham sudah datang dan sedang menunggunya di dalam.


"Akhirnya kalian pulang juga, aku kira kalian akan menginap di rumah Mamah," Ilham langsung mengalihkan pandangannya dari layar laptop, begitu melihat El masuk dengan menggendong Nasya.


"Tentu saja aku pulang, bukankah ini rumah aku, kalau begitu aku akan masuk ke kamar dulu," Tutur El begitu mendengar Ilham langsung bersuara.


"Tenang saja El, aku akan selalu sabar menunggumu, karena berkas ini besok harus aku serahkan ke klien" Ilham berucap dengan mengangkat berkas yang ada di atas meja ruang tamu yang dia bawa.


Dengan di bantu Mbok Lastri, El membuka pintu kamarnya dan segera membaringkan Nasya secara perlahan di atas kasur.


"Mbok, tolong jaga istriku, kalau nanti dia bangun dan menanyakan aku, bilang kalau aku ada di ruang kerja bawah bersama Ilham" El memberikan perintah kepada Mbok Lastri dan memberitahukan kalau dia akan menemui Ilham.

__ADS_1


"Baik Tuan, saya akan menjaga Nyonya di luar sambil menonton televisi," Jawab Mbok Lastri menjelaskan kalau dia akan berjaga di luar.


"Terimakasih Mbok," El segera keluar dari kamar setelah menyelimuti Nasya dan di ikuti dengan Mbok Lastri.


__ADS_2