
Dengan menempuh perjalanan udara selama satu jam, dan di lanjutkan dengan berkendara mobil untuk menuju pulau mahar yang El berikan, akhirnya mereka sampai juga di sebuah bangunan yang tepat di tepi pulau.
Nasya memperhatikan bangunan yang ada di hadapannya, matanya di buat tidak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat.
"Sebaiknya sekarang kita masuk dan istirahat dahulu, nanti akan ByBy jelaskan semuanya" El mengerti dengan kebingungan yang Nasya rasakan, karena ini semua adalah memang rencana El yang ingin memberikan sebuah surprise untuk istrinya.
Ceklek
"Assalamu'alaikum" El menuntun Nasya untuk masuk kedalam dan di ruang tamu sudah terpampang beberapa foto pernikahan mereka dari mulai acara akad nikah sampai resepsi.
Lagi lagi Nasya di buat tidak percaya, dan hampir saja menjatuhkan badannya di lantai, namun dengan sigap El menahannya dengan memegang pundak sang istri.
"Ini adalah hadiah atas kehamilan Baby twins, bukan kah ingin punya rumah dengan design yang seperti ini, hmm?" El segera menyuruh Nasya duduk di sofa ruang tamu.
"By, terimakasih karena telah mewujudkan keinginan Nana, padahal Nana saat itu hanya asal ngomong saja" Nasya yang memang sungguh tidak percaya dengan suaminya itu di buat terharu, pasalnya apapun yang Nasya Ucapan pasti benar benar akan El wujudkan.
"Sama sama sayang,! ByBy memang dulu sempat punya rencana ingin membangun sebuah rumah di sini, namun karena saat itu masih bingung karena ByBy belum menikah, jadi ByBy hanya membuat rumah singgah sementara saja, saat ByBy ingin menenangkan pikiran dan jenuh dengan segudang aktivitas kantor, awalnya hanya berbentuk satu lantai saja dengan satu kamar tidur, namun ByBy merenovasinya menjadi dua lantai agar nanti saat mereka lahir kelak dan ingin menginap disini ada kamarnya masing masing, dan ini semua Ilham yang mengaturnya, ByBy hanya merancangnya saja, jadi ByBy terinspirasi untuk membangun di sini, ByBy teringat saat kamu menginginkan sebuah bangunan dengan konsep rumah yang seperti sekarang ini" Panjang lebar El menjelaskan tentang rumah tersebut kepada Nasya.
"Nana tidak bisa berkata kata lagi By, sekali lagi terimakasih karena sudah mewujudkan semuanya" Sontak saja Nasya memeluk El.
"Semua yang ByBy lakukan ini tidak sebanding dengan apa yang sekarang ByBy dapatkan, selain mendapatkan istri yang Sholihah ByBy juga sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dari dua orang anak yang sekarang ada di sini" El berucap dengan sangat lembut di ceruk leher Nasya yang tertutup kerudung, kemudian mengurai pelukannya dan mengusap perut Nasya lembut.
"Ini adalah hadiah terindah untuk ByBy yang tidak ternilai dengan apapun" Lanjut El berucap lalu mengecup perut buncit Nasya.
Perlahan mereka berjalan menuju ke dalam rumah, dan El menuntun sang istri menuju pintu yang terhubung dengan arah matahari terbenam.
Dimana mereka bisa melihat sunset sambil duduk di kursi di temani dengan suara deburan ombak yang menggulung.
__ADS_1
"Ini adalah tempat favorit ByBy, karena di sini ByBy bisa melihat sunset dengan di temani suara deburan ombak yang menggulung" Tidak berselang lama seorang pelayan datang dengan membawakan dua buah kelapa muda yang terlihat sangat menggiurkan di tengah terik matahari yang begitu panas.
"Silahkan di minum Tuan, Nyonya" Sapa pelayan tersebut setelah menaruh dua buah kelapa muda di atas meja, dia juga bertugas merawat serta menjaga rumah yang ada di pulau tersebut.
"Terimakasih mang, dan tolong bawa masuk koper yang ada di depan, taruh saja di kamar yang bawah," Titah El kepada mang rohman yang bertugas di sini.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu, kalau nanti butuh sesuatu panggil saja saya Tuan, Nyonya" Segera pelayan tersebut pamit untuk menjalankan perintah Tuan nya.
"By, bagaimana kalau besok kita berenang di sana?" Tunjuk Nasya yang merasa terpanggil untuk berenang setelah melihat langsung air yang ada di hadapannya.
"Lebih baik kita berenang di kolam renang saja, ByBy tidak ingin orang lain melihat istri menggemaskan ByBy" El mulai menunjukkan sifat posesifnya terhadap Nasya.
Sedang Nasya beralih menatap El dengan muka Poppy eyes nya, berharap suaminya akan luluh dan mengabulkan permintaan nya yang ingin berenang di tepi pulau yang masih terlihat karang nya dan airnya yang jernih.
El yang mendapat tatapan dari sang istri hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan nya, karena dia faham betul, kalau permintaan Nasya tidak di turuti maka anak anak nya akan merasakan apa yang di rasakan ibunya.
Segera Nasya meminum air kelapa muda yang ada di hadapannya itu, yang terasa begitu sangat segar di saat siang hari seperti ini.
"By, Nana sangat lelah dan ingin sekali istirahat, lebih baik sekarang kita masuk ke dalam kamar saja" Nasya memang merasakan lelah dan pegal kalau duduk terlalu lama.
"Oke,! Apapun yang kamu inginkan, pasti akan ByBy kabulkan, jangankan tidur di kamar, kita bercanda sambil olahraga ranjang pun ByBy siap" Goda El seraya mengedipkan sebelah matanya dan menaik turunkan alisnya.
Sontak saja Nasya membulatkan matanya sempurna dan menatap horor ke hadapan suami tampan nya itu
"Jangan menatap ByBy seperti itu, nanti malah terpesona dan jadi salah tingkah" Bukannya takut, El justru terus saja menggodanya, hingga cubitan Nasya pun mendarat di pinggang El.
"Awwssshhhh,! Nikmat sayang,!" Sambil mengusap pinggangnya yang terasa pedih karena di cubit Nasya, El segera menggendong sang istri untuk membawanya masuk ke kamar.
__ADS_1
"By, Nana malu, nanti ada orang yang melihat" Nasya langsung saja mengalungkan tangannya di leher El.
"Biarkan saja, lagi pula semua orang yang ada di sini tidak lain hanyalah para pekerja yang bertugas untuk menjaga dan merawat pulau ini" Jelas El yang memang tidak ada orang lain yang akan melihatnya selain para pekerjanya.
"Nana sudah berat lho By,! Bahkan kalau untuk berjalan saja Nana sudah tidak bisa untuk melihat ke bawah, karena terhalang" Akhir akhir ini memang setiap kali Nasya berjalan, sudah susah untuk melihat ke bawah, di karenakan Nasya mengandung bayi kembar, jadi wajar kalau perut Nasya pun sudah seperti wanita hamil di trimester ketiga.
"Tenang saja, ByBy masih kuat kalau hanya menggendong kalian bertiga," El yang memang rajin berolah raga di kala ada waktu senggang, dia tidak merasa khawatir akan kelelahan hanya dengan menggendong sang istri yang sedang mengandung Baby twins mereka.
Dengan penuh ke hati hati an, El menaruh Nasya di tepi ranjang, dan perlahan membuka kerudung yang Nasya pakai.
"Ingin makan apa, hmm? Biar nanti ByBy buatkan" Tanya El yang mengerti kalau sekarang sudah masuk jam makan siang.
"Hmm, Nana ingin makan cumi lada hitam, udang Krispy, capcay, sambal jeruk Bali, serta lemon tea" Jawab Nasya dengan menatap sang suami yang juga sedang menatapnya untuk segera memasak makanan yang Nasya inginkan.
"Oke,! Segera akan ByBy buatkan, tunggu sebentar disini" Segera El melenggang pergi menuju dapur untuk memasak.
Untuk menghilangkan rasa bosan karena menunggu El membuatkan makanan di dapur, Nasya membuka laptop El yang ada di atas nakas untuk menonton drama.
Betapa terkejutnya Nasya, saat melihat isi laptop sang suami, ternyata wallpaper yang ada di layar laptop gambar dirinya sedang tersenyum dengan memakai seragam sekolah.
"Dari mana ByBy mendapatkan foto ini? Kenapa aku tidak tau yaa,!" Nasya mencoba mengingat dan mencari tau tentang foto itu.
"Oiya.! Bukankah itu juga salah satu cafe ByBy" Akhirnya Nasya ingat saat dirinya mengadakan rapat di cafe milik El.
"Ternyata ByBy secara diam diam telah memataiku sejak lama" Senyum Nasya pun langsung tercipta di wajah cantiknya.
Betapa tidak, secara diam diam El telah mengagumi dirinya dan mengabadikan gambar tentang dirinya tanpa sepengetahuan Nasya.
__ADS_1