
Waktu berlalu begitu cepat, kini tiba saatnya mereka akan berangkat ke Singapura karena El akan melakukan perjalanan bisnis.
"Mbok, kami pergi ke Singapura dulu, dan maaf kalau saya mengajak Novi untuk ikut serta," Saat ini Nasya berpamitan kepada Mbok Lastri serta minta izin kalau ingin mengajak anak dari Mbok Lastri.
"Iya Nyonya semoga selamat dalam perjalanan dan tidak apa apa Nyonya, justru saya yang merasa tidak enak karena takut merepotkan" Ujar Mbok Lastri merasa tidak enak karena anaknya ikut ke Singapura.
"Tidak merepotkan Sama sekali Mbok, justru saya yang berterimakasih, jadi saat suami saya berangkat ke kantor, saya jadi ada teman untuk mengobrol" Elak Nasya yang memang merasa tidak di repotkan sama sekali.
"Benar Mbok, jadi istri saya tidak kesepian saat berada di apartemen, karena saya pasti akan pulang larut malam, agar pekerjaan yang disana cepat selesai" Kini giliran El yang angkat bicara kepada Mbok Lastri.
"Tuan, mana barang barang yang akan di masukkan kedalam mobil?" Tiba tiba saja datang salah satu pelayan dan menanyakan barang apa saja yang ingin di masukkan kedalam mobil.
"Itu mang, tiga buah koper yang ada di situ,!" Tunjuk El kearah koper yang sudah ada di depan teras.
"Baik Tuan, segera akan saya masukkan kedalam bagasi mobil" Ucap pelayan dengan membawa koper dan memasukkannya kedalam mobil.
"Baiklah Mbok,! Kalau begitu kami pamit sekarang, tolong jaga dan rawat tanaman bunga saya" Pamit Nasya kepada Mbok Lastri.
Tidak lupa Novi pun berpamitan kepada Mbok Lastri yang merupakan Ibu nya.
"Perjalanan ke Singapura tidak terlalu lama, sekitar satu jam di dalam pesawat" Jelas Nasya kepada Novi, karena saat ini mereka duduk berdua di bangku tengah, sedang El duduk di depan di samping Pak supir.
"Iya Nyonya, tapi ini adalah pengalaman pertama saya naik pesawat, jadi nanti tolong bimbingannya" Sungguh ungkapan yang polos yang keluar dari mulut Novi.
"Kamu tenang saja, nanti juga di dalam pesawat ada pramugari yang mengarahkan, yang terpenting nanti kamu rileks saja saat sudah di dalam pesawat, oke.!" Nasya berusaha memberikan penjelasan kalau ternyata naik pesawat itu tidak seperti yang di bayangkan, apalagi ini adalah pesawat pribadi milik El.
"Baik Nyonya" Jawab Novi.
Sementara El sedang melihat iPad di tangannya, namun sesekali dia melirik dari spion mobil yang ada di tengah.
Saat pandangan El dan Nasya bertemu, segera El mengedipkan matanya, sedang Nasya hanya tersenyum simpul melihat kelakuan suaminya.
'masih saja genit, padahal di mobil ini tidak sedang berdua, hmm,!' batin Nasya berucap dengan menggelengkan kepalanya pelan.
"Nyonya kenapa? Apa Nyonya pusing?" Tanya Novi saat melihat majikannya menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa apa, tadi aku hanya melihat ada mobil di sebelah yang terlihat aneh" Elak Nasya menunjuk kearah samping untuk memberitahukan kalau dia tadi melihat keanehan di sebelahnya.
__ADS_1
"Ohh, aku kira Nyonya pusing, biar saya pijit" Tawar Novi menjelaskan kekhawatirannya.
"Tidak nov, terimakasih,! Kalau memang saya pusing, pasti saya akan minta tolong kamu" Kali ini Nasya mencoba menenangkan Novi.
Sedang El hanya tersenyum melihat interaksi keduanya dari kursi depan.
Tidak berselang lama mereka sampai di bandara dan benar saja, jet pribadi El sudah bertengger manis dan siap mengantarkan tuanya ke tempat tujuan.
"Mbak, tolong temani dan arahkan teman saya karena dia baru pertama kali naik pesawat" Nasya berucap dengan salah satu pramugari yang sedang menyambutnya.
Dengan di bantu El kini Nasya sudah duduk dan berada di dalam pesawat.
Sedang di jok belakang, terlihat sang pramugari sedang mengarahkan Novi yang memang baru pertama kali naik pesawat.
Kurang lebih selama satu jam di dalam pesawat, mereka tiba di bandara internasional Changi Singapura.
Segera mereka menuju apartemen El yang ada tidak jauh dari bandara.
"Sebenarnya jarak apartemennya tidak terlalu jauh, dengan berjalan kaki saja kurang lebih 15 menit, berhubung Nasya sedang hamil, jadi Lebih baik naik mobil saja" Segera El menuntun Nasya masuk kedalam mobil dan di ikuti Novi serta satu pelayan El untuk membawa barang barang.
Tibalah mereka di apartemen, sepanjang jalan El tidak lepas menggenggam jemari tangan Nasya.
"Baik Tuan, kalau begitu saya istirahat dulu di kamar, maaf Nyonya kalau saat ini saya belum bisa membantu semua keperluan Nyonya, kepala saya masih pusing" Pamit Novi yang memang merasakan kepalanya pusing, seraya berkata kepada El dan juga Nasya.
"Iya nov, gapapa kok,! Istirahat saja dulu, kami juga ingin istirahat sebentar" Jawab Nasya dengan tutur kata yang sangat lembut dan senyum yang manis yang selalu terpancar dari wajah cantiknya.
Ceklek
"By, ternyata apartemen yang disini lumayan besar," Beo Nasya saat mereka sudah masuk kedalam kamar.
Apartemen yang El beli di Singapura memang lebih mirip rumah, karena terdapat dua kamar tidur, kamar yang sekarang mereka tempati justru terhubung dengan ruang kerja El, ruang tamu, ruang keluarga yang menyatu dengan dapur.
"ByBy memang tidak ingin mempunyai apartemen yang hanya punya satu kamar, karena kalau ByBy kesini pasti selalu berdua dengan Ilham, jadi supaya saat kami ada pekerjaan disini, apartemen ini bukan hanya tempat istirahat, tapi juga tempat kami bekerja" Jelas El panjang lebar menjelaskan tentang apartemen yang saat ini mereka tempati.
"Untuk makan siang nanti, mau makan di restoran yang ada di bawah atau kita pesan saja?" Lanjut El bertanya kepada Nasya.
"Sepertinya pesan saja By, kasihan Mbak Novi kalau kita harus keluar sekarang" Ujar Nasya yang merasa kasihan dengan Mbak Novi, walau bagaimanapun dia yang mengajak kesini, jadi dia juga yang musti tanggung jawab.
__ADS_1
"Kalau begitu ingin makan apa,?" Tanya El lagi seraya merogoh saku celananya mengambil ponsel untuk memesan makanan.
"Emm, makanan Jepang saja, kalau untuk Mbak Novi steak dan pasta saja By,! Takut belum terbiasa lidahnya dengan makanan yang lain" Ujar Nasya menatap langit-langit kamar mencari ide makanan yang ingin di pesan.
"Oke,! Sementara pesanan datang, ByBy ingin menghubungi Ilham, dan mengecek email yang masuk" Segera El mengambil laptop dan menuju sofa.
"Di dapur ada air mineral dan cemilan yang bisa di makan tidak?" Tanya Nasya yang mulai merasakan tenggorokannya terasa kering dan perutnya sedikit lapar.
"Sepertinya sih ada, karena apartemen ini selalu di bersihkan setiap minggunya dan kemarin juga ByBy sudah bilang kalau akan di pakai dalam beberapa hari kedepan" El menjawab seraya mendongakkan kepalanya dan menatap Nasya.
Betapa terkejutnya Nasya saat berada di dapur, ternyata isi kulkas penuh dengan berbagai makanan, buah buahan, minuman kaleng dan jus instan, serta bahan makanan pun lengkap serta bumbunya, sedang di dalam freezer terdapat berbagai ikan yang masih segar, ayam, seafood dan daging sapi.
"Wahh,! Ternyata sangat lengkap isi kulkasnya, apa mungkin ini baru di isi yaa?"Lirih Nasya berucap karena bahan makanan sudah penuh memenuhi isi kulkas.
Segera Nasya mengambil air minum kemasan lalu menaruhnya di atas meja makan dan segera membuka serta meminumnya.
Tok...tok....tok...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, dengan susah payah Nasya berusaha bangun dari duduknya menuju ruang tamu dan membuka pintunya.
Ceklek
Nampaklah seorang security apartemen membawa paper bag.
"Ini pesanan Tuan El Nyonya," Ternyata seorang security apartemen yang datang dengan membawa dua kantung paper bag bertuliskan restoran makanan siap saji, dan menyerahkannya kepada Nasya.
"Terimakasih Pak" Ucap Nasya menerima paper bag yang di berikan security apartemen tempatnya tinggal.
Setelahnya Nasya menutup kembali pintu apartemennya dan menaruh paper bag di atas meja makan.
"Maaf Nyonya, saya ketiduran" Tiba tiba saja Novi datang dan menghampiri Nasya di dapur, karena tadi mendengar suara bel dan ketukan pintu.
"Tidak mengapa nov, istirahat saja kalau memang masih pusing" Ucap Nasya menoleh kearah Novi.
"Alhamdulillah Nyonya, sudah tidak pusing lagi, maaf Nyonya, tadi ada tamu siapa Nyonya?" Tanya Novi yang melihat Nasya menaruh paper bag di atas meja makan.
"Ohh, itu tadi security apartemen yang membawakan pesanan makanan kami," Jawab Nasya, menunjuk kearah paper bag.
__ADS_1
"Maaf Nyonya, saya jadi tidak sempat untuk memasak untuk makan siang karena tadi tertidur" Tanpa menunggu lama Novi langsung menuju kitchen set dan mengambil peralatan makan untuk majikannya dan menaruhnya di atas meja.
"Untuk sekarang, kita makan ini saja, masaknya nanti saja untuk makan malam nov, di kulkas sudah tersedia banyak bahan makanan serta bumbunya" Ucap Nasya sambil duduk di kursi dan membuka isi paper bag makanan siap saji.