Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
26 . Perjalanan Pertama


__ADS_3

Pagi hari pun tiba, matahari mulai memancarkan sinarnya yang sangat cerah di muka bumi, namun dua insan yang sedang menikmati masa masa pengantin baru, belum beranjak dari tempat tidurnya, setelah semalam mereka bergumul di bawah selimut, dan di lanjutkan kembali setelah mereka sama sama melaksanakan sholat subuh berjamaah


"Eeuuuugghhhh" Lenguh Nasya saat melihat cahaya yang masuk lewat celah gorden jendela kamarnya, Nasya hendak bangun dari tempat tidur untuk mandi, namun belum sempat dia melangkah El menarik tangannya, dan sontak saja Nasya tertidur tepat di atas badan El


"By, Nana sudah cape, dan rasanya badan Nana remuk semua, Nana ingin bersih bersih, setelahnya kita bersiap untuk berangkat, kasihan bang Ilham kalau nanti dia menunggu lama di bawah" Ucap Nasya hendak bangun, namun El malah memeluknya erat


"Biarkan sebentar saja seperti ini sayang, ByBy hanya ingin dalam posisi seperti ini," Jawab El dan Nasya hanya pasrah menuruti kemauan El yang lain dari biasanya, mengingat El orang yang selalu berkharisma dan berwibawa di depan semua orang, tapi saat bersama Nasya semuanya berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat.


"Setelah ini kita mandi bersama, dan turun ke bawah untuk sarapan, dan tenaga ByBy juga telah habis terkuras dari semalam, karena pertahanan sayang masih susah untuk di terobos" Ucap El yang kini malah mengedipkan mata ke arah Nasya, sontak saja Nasya menyembunyikan wajahnya di dada El karena malu


"Tapi janji yaa By, hanya sekedar mandi saja," Ucap Nasya, "Lihat nanti saja, tapi kalau memang sang singa jantan tetap tidur di tempatnya, berarti aman, namun jika sebaliknya yaa terpaksa kita melakukannya lagi, dan lagi" Jawab El yang kini senang untuk menggoda Nasya


"By, Nasya beneran cape dan lelah, apalagi kita akan melakukan perjalanan jauh, yang memakan waktu berjam jam di dalam pesawat" Tolak Nasya dengan alasan yang menurutnya cukup masuk akal


"Tenang saja sayang, nanti ByBy akan buat sayang senyaman mungkin, selama dalam perjalanan dan juga selama kita di Jerman" Ucap El


"Tapi kalau sayang memang masih merasa nyaman berada dalam posisi seperti ini, berarti kita harus olahraga ranjang lagi," Ucap El yang sukses membuat Nasya bangkit dan segera masuk ke dalam kamar mandi


Sementara El terkekeh melihat Nasya yang langsung berlari ke kamar mandi, dengan hanya memakai selimut yang dia ambil dari atas badan El


~ ~ ~ ~ ~


"Mbok, apa El dan istrinya sudah turun?" Tanya Ilham setelah melihat Mbok Lastri menghampirinya dan membawakan minuman, sedang Ilham kini sudah duduk manis di ruang tamu sambil membuka laptop


"Tuan dan Nyonya sedang sarapan Den, dan Tuan juga menyuruh Den Ilham untuk ikut bergabung sarapan di meja makan" Jawab Mbok Lastri setelah menaruh minuman di meja dan menyuruh Ilham untuk sarapan


"Saya sudah sarapan di rumah Mbok, bilang saja pada mereka kalau aku menunggu di sini saja, sambil mengecek pekerjaan" Tolak Ilham yang memang sudah makan di rumahnya, dan tidak ingin mengganggu kebersamaan pengantin baru


"Baik Den, nanti Mbok sampaikan" Ucap Mbok Lastri sambil melenggang masuk ke dalam meninggalkan Ilham di ruang tamu


"Tuan, Den Ilham sudah sarapan di rumahnya dan dia menunggu di ruang tamu saja, sambil mengecek pekerjaan" Ucap Mbok Lastri setelah sampai di dalam dan menyampaikan apa yang tadi di minta Ilham

__ADS_1


"Hmm,!" Sahut El "Mbok.Tolong bilang mang Udin, untuk membawa koper ke dalam mobil," Titah El setelah menyelesaikan sarapan dan langsung menoleh ke arah Nasya yang masih memakan sarapannya


"Sayang, ByBy ke ruang tamu dulu, sambil mengecek pekerjaan dengan Ilham, nanti setelah selesai langsung saja menyusul" Ucap El seraya mengusap kepala Nasya, sedang Nasya hanya menganggukkan kepalanya


"Karena ByBy tidak ingin Ilham terlalu lama memandang kamu" Lanjut El berucap sambil bangkit dari duduknya dan menuju ruang tamu


El yang memang tidak ingin Nasya di lihat oleh laki laki lain selain dirinya, dan dia juga tidak ingin banyak orang yang tau kalau mereka sudah menikah, karena acara resepsi baru akan di adakan satu bulan kedepan, untuk menghindari dari kejahatan yang sewaktu waktu bisa mengancam mereka


"By, apa semuanya sudah siap?" Kini Nasya sudah berdiri di dekat El yang sedang fokus dengan berkas yang ada di hadapannya, dan sontak saja El dan Ilham menoleh ke arah sumber suara.


"Khem" El memberikan tatapan maut ke arah Ilham yang sedang menatap Nasya lekat, dan Ilham yang menoleh ke arah El langsung saja mengalihkan pandangannya ke laptop


"Iya sayang, mari kita langsung masuk ke dalam mobil," Ajak El yang langsung menggenggam erat jemari tangan Nasya dan meninggalkan Ilham yang sedang menggerutu


"Huuuuffhh, Dasar Bucin,! Siap siap jadi nyamuk selama dalam perjalanan dan selama di Jerman" Ilham menghembuskan nafas, dan sudah membayangkan bagaimana nanti kelakuan El terhadap Nasya, sambil merapikankan berkas yang tadi dia tunjukan kepada El dan menutup laptopnya menyusul El yang lebih dulu masuk kedalam mobil


"Ham, bagaimana dengan pengawalan nanti" Tanya El saat melihat Ilham sudah masuk kedalam mobil di samping kemudi


"By, berapa lama kita melakukan perjalan nanti di dalam pesawat?" Nasya yang memang belum pernah melakukan perjalanan jauh ke luar negeri, selama ini dia hanya melakukan perjalanan pesawat domestik saja, dan ini adalah perjalanan pertama Nasya keluar negeri


"Kurang lebih 15 jam sayang" Jawab El menoleh ke arah Nasya, dan segera menaruh ponselnya di saku celananya, dan di angguki Nasya


Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang menuju bandara, dan selama kurang lebih 1 setengah jam mereka sampai di bandara


Para pengawal El langsung menyambut, begitu pintu mobil terbuka, dan mereka mengarahkan untuk menuju jet pribadi El yang sudah siap untuk mengantar Tuanya melakukan perjalanan di udara


"Selamat datang Tuan dan Nyonya,!" Sapa para pengawal El menundukkan badan, "Dan selamat datang juga Tuan Ilham"


El dan Nasya masuk ke dalam pesawat jet pribadinya, di susul dengan Ilham, dan El langsung menuju ruang pribadinya yang ada di dalam pesawat pribadi nya sambil menggandeng tangan Nasya


"Sayang, istiratlah, nanti kalau butuh makanan dan minuman, tinggal pencet tombol yan ada di dekat sofa, nanti ada pramugari yang akan membawakan makanan dan minuman, dan kalau bosan, tinggal nyalakan televisi saja, karena ByBy akan memeriksa berkas berkas yang di bawa Ilham" Ucap El menjelaskan kepada Nasya tentang ruang pribadinya yang hanya dia gunakan di kala dia ingin beristirahat selama dalam pesawat

__ADS_1


"Iya By, dan sepertinya Nana juga lelah ingin istirahat, karena ByBy tidak memberikan Nana istirahat semalam" Nasya yang memang sangat lelah, akhirnya mengeluarkan semua keluh kesahnya di hadapan El


"Habisnya sayang semalam sangat menantang, jadi ByBy di buat penasaran terus" Goda El seraya mengedipkan mata kearah Nasya, sedang Nasya mencubit perut El


"Awwssshhh, nikmat sayang.! cup" El mengusap perutnya yang terasa cukup pedih karena cubitan Nasya, dan setelahnya dia mencium kening Nasya dan berlalu meninggalkan Nasya


Tidak membutuhkan waktu lama, Nasya langsung saja merebahkan tubuhnya di atas kasur dan terbang ke alam mimpi


Sementara El sedang fokus dengan lembar berkas, dan membaca secara detail kata demi kata yang tertera, sedang Ilham fokus meneliti berkas sebelum di serahkan kepada El


"Ham, pastikan nanti setelah di Jerman Nasya tidak bertemu dengan Laura, karena kemarin dia meneleponku dan dia juga tau kalau kita akan kesana, aku takut Nasya salah faham, biar nanti aku sendiri yang akan menceritakan semuanya tentang Laura kepada Nasya," Ucap El di sela sela dia meneliti berkas yang ada di hadapannya, dan sontak Ilham menoleh ke arah El


"Memangnya kamu belum memutuskan hubunganmu dengan Laura?" Tanya Ilham yang membuat dia merasa tugasnya semakin berat


"Aku sudah memutuskannya sejak terakhir aku ke Jerman sebelum acara akad nikah kemarin, hanya saja dia tetap menolak dan tidak menerima keputusanku," Jawab El menjelaskan kepada Ilham tentang Laura yang tidak terima dan tidak mau dia putuskan El


"Kalau memang begitu, kamu jelaskan saja secara perlahan kepada Laura, karena dia juga berhak tau tentang hubunganmu dengan Nasya" Ilham mencoba memberikan solusi kepada El, agar tidak menjadi Boomerang di kemudian hari


"Pasti nanti akan aku perkenalkan siapa Nasya sebenarnya dengan Laura, tapi tidak untuk saat ini, karena mengingat kami belum melangsungkan resepsi pernikahan" Lanjut El yang memang saat ini dia sedang dilema atas perbuatannya sebelum mengenal Nasya


"Yang jelas, tolong perketat saja penjagaan terhadap Nasya selama aku tinggal, untuk meninjau perusahaan dan beberapa agenda meeting" El memberikan perintah kepada Ilham, agar Nasya mendapatkan pengawalan lebih selama El tidak ada


"Siap laksanakan Boss.!" Jawab Ilham. 'Dan kalau memang kamu sudah tidak sanggup untuk menjaga dan membahagiakan Nasya, biar aku yang akan melakukan nya dan aku sendiri yang akan merebutnya dari kamu El dengan tanganku sendiri, dan ternyata El masih ada hubungan dengan wanita ****** itu, aku tidak habis fikir dengan El, kenapa dia bisa terjerat cinta dengan Laura' Bain Ilham yang memang dia tau siapa sebenarnya Laura, dia tidak lebih hanya menjadi sugar baby para mafia bisnis, dan bisa di pakai sesuka hati oleh para pengusaha besar seperti El


TBC


siapakah Laura.....????


Jangan lupa untuk terus dukung Author


See you

__ADS_1


__ADS_2