
Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai juga di halaman rumah orang tua Nasya.
Karena perjalanan yang cukup lama dari rumah sakit, Nasya tertidur di dalam mobil, El segera membuka seatbelt Nasya perlahan dan membawa Nasya masuk ke dalam rumah.
Dengan di bantu mang Maman, El berhasil membuka pintu rumah mertuanya, dan tidak lupa dia mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum" El segera menemui mertuanya yang sedang ada di ruang keluarga
"Wa'alaikumsalam,! Masya Allah Nak, lebih baik sekarang kamu langsung saja naik ke atas Nak, bawa Nasya masuk ke dalam kamar,!" Ibu menjeda ucapannya sejenak."Kamar Nasya juga sudah di bersihkan tadi oleh bi Nah." Ibu yang melihat putrinya sedang tertidur di dalam gendongan El, segera menyuruh El membaringkan Nasya di dalam kamar, dan menyuruhnya untuk istirahat.
"Baik Bu, kalau begitu kami naik dulu ke atas. Ayah, El pamit ke atas dulu" Pamit El kepada kedua orang tua Nasya dan di angguki oleh mereka.
"Iya Nak, lebih baik kalian istirahat saja dulu, nanti kalau Nasya sudah bangun, baru kalian turun untuk makan malam" Pesan Ibu kepada El sebelum menaiki anak tangga.
Ibu duduk kembali di samping ayah, "Biarkan mereka istirahat dulu Bu," Pinta ayah yang sedang menonton acara berita di layar televisi.
Setelah sampai kamar, El segera membaringkan sang istri secara perlahan di atas kasur, dan membuka kerudung lalu menaruhnya di atas nakas.
"Sayang, pantas saja sekarang kamu semakin chubby, ternyata kamu mengandung bayi kembar, Ayah dan Ibu pasti sangat senang mendengarnya, setelah Mereka tau kalau mereka akan menjadi Nenek dan Kakek." El membelai pipi sang istri yang sedang tertidur pulas dan mengelus perut Nasya yang di rasa sudah agak kencang.
"Demi Twins, ByBy rela akan berpuasa dan mencoba menahan nya, yang terpenting kalian semua tetap sehat di dalam perut Mamih kalian" Lirih El berucap seraya menahan gejolak yang muncul saat dia meraba perut sang istri.
"Eeuumm," Lenguh Nasya dan membuka matanya perlahan, dia menatap langit langit kamarnya dan melihat sekelilingnya, ternyata sekarang dia sedang berada di kamarnya, yaa kamar yang telah menemaninya sebelum menikah dengan El.
"By, apa kita sudah sampai di rumah Ibu?" Tanya Nasya setelah melihat sang suami yang ada di sampingnya dan sedang memainkan ponsel di tangannya.
"Iya sayang, tadi Ayah dan Ibu menyuruh kita untuk istirahat, karena melihat kamu tertidur sepanjang perjalanan" Jawab El dengan menoleh ke arah Nasya dan segera menaruh ponselnya di atas nakas.
"By, Nana lapar dan ingin makan seblak yang ada di gang samping, apa sekarang kita bisa ke sana?" Nasya meraba perutnya yang mulai terasa lapar serta memperlihatkan jurus mautnya di hadapan El, dengan menunjukan Poppy eyes nya.
"Apakah tempatnya higienis? Bagaimana kalau kita pesan lewat aplikasi online saja, kita cari yang tempatnya bersih dan sehat" Tawar El dengan membuka ponselnya dan mulai mencari cari di aplikasi online tentang jajanan yang ingin Nasya makan.
"Hiks...hiks...! Tapi Nana mau nya yang di situ By, Nana tidak ingin beli di tempat lain, lagi pula Nana sudah lama tidak makan seblak yang ada disini" Terlihat El menghela nafasnya pelan ketika melihat sang istri yang mulai mode merajuk, dan menaruh kembali ponselnya.
"Baiklah, kalau memang kamu ingin yang di situ, lebih baik sekarang kita turun Untuk membelinya sebelum nanti masuk waktu Maghrib" Pasrah sudah El saat melihat sang istri mulai menitikan air matanya, dan melihat arloji yang menunjukkan sekarang sudah masuk jam lima sore.
"Ingat.! Nanti pelan pelan saja saat turun dari tangga" Lanjut El berucap lalu di angguki Nasya.
"Yeay, akhirnya Nana bisa makan seblak disini lagi, terimakasih By" Nasya langsung menghapus air matanya dan bersorak riang gembira, seperti anak kecil yang hendak di belikan permen dan mencium pipi El sekilas.
__ADS_1
Cup
"Jangan membuat bangun singa jantan yang sedang tertidur pulas di tempatnya, nanti kalau ByBy khilaf bagaimana?" El segera menyadarkan sang istri, yang mencium pipinya.
"Uppss,! Maaf kan Nana By,! Nana lupa," Kemudian Nasya menutup mulutnya dan segera mengambil kerudung instan dari dalam lemarinya.
Begitu mereka sampai di anak tangga terakhir, Ibu memanggil mereka berdua dari arah ruang keluarga.
"Kalian ingin kemana?" Tanya Ibu yang melihat El membawa kunci mobilnya, lalu mereka menghampiri Ayah dan Ibu yang sedang menonton acara berita di layar televisi dan menyalami keduanya dengan takjim.
"Nana ingin seblak yang di gang depan komplek bu, karena perut Nana lapar" Jawab Nasya yang memang sudah membayangkan rasa jajanan khas Bandung tersebut begitu menggiurkan.
"Lebih baik kamu temani mereka saja, biar nanti ByBy yang membelikannya untukmu" Pinta El yang faham dengan arah mata kedua mertuanya, dan segera di angguki Nasya.
"Ayah, Ibu, apakah kalian juga ingin makan seblak? Biar nanti sekalian El belikan" Tawar El kepada kedua mertuanya.
"Tidak usah nak, terimakasih.! Kalau kalian ingin makan, beli saja untuk kalian" Tolak Ibu dengan nada sehalus mungkin, agar tidak menyinggung perasaan menantunya.
"Kalau begitu El pamit keluar sebentar, Ayah, Ibu" El kembali mencium punggung tangan kanan keduanya.
Kini Nasya sudah ikut bergabung dengan kedua orang tua nya, dan langsung bergelayut manja di lengan sang Ibu.
"Sudah menikah juga, masih saja manja dengan Ibu, nanti kalau nak El melihat bisa cemburu dia" Ibu langsung membelai kepala Nasya yang tertutup kerudung.
"Alhamdulillah, kami di sini sehat, dan sepertinya kamu sekarang tambah chubby, pasti suamimu selalu memanjakan mu dengan masakan mewah di restoran dan cafe yang dia kelola" Ibu mewakili Ayah menjawab, dan melirik ke arah Nasya yang memang sekarang bertambah montok setelah menikah.
"Ibu bisa saja, oiya Bu, Nana punya kejutan untuk Ayah dan Ibu" Ucap Nasya dengan menyodorkan amplop coklat hasil USG tadi siang ke hadapan orangtuanya.
"Apa ini Na?" Tanya Ibu setelah menerima amplop coklat yang Nasya berikan dengan menatap Ayah yang sedang fokus dengan acara berita di layar televisi.
"Buka saja Bu,!" Pinta Nasya, dan Ibu segera membuka map coklat yang Nasya sodorkan.
"Alhamdulillah,! Ayah, akhirnya kita akan jadi Nenek dan Kakek" Puji syukur Ibu saat melihat photo hasil USG Nasya, sontak saja Ayah menoleh ke arah Ibu dan ikut melihat.
"Jadi bayi kalian kembar?" Kini ayah yang buka suara begitu melihat hasil USG ada dua buah titik putih di sana, Nasya Hanya tersenyum manis di hadapan orang tuanya.
"Masya Allah, akhirnya doa kita di ijabah oleh Allah Ayah," Ibu langsung berhambur memeluk sang putri tercinta.
"Jadi,.tadi Nak El keluar beli seblak karena.kamu sedang ngidam?" Ibu bertanya seraya mengelus perut Nasya.
__ADS_1
"Iya Ibu, Nana juga sudah lama tidak makan seblak yang ada di gang sebelah komplek" Jawab Nasya.
"Oiya, apa kalian akan menginap disini?" Tanya Ibu menatap putrinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
"Hmm,! Sekalian besok Nana berangkat ke sekolah nya dari sini saja, agar lebih dekat Bu." Jawab Nasya yang masih setia memejamkan matanya di samping Ibu nya dan menyandarkan kepalanya di bahu Ibu nya.
"Tidak terasa, sekarang kamu akan menjadi seorang Ibu, padahal baru kemarin rasanya Ibu menimang dan mengasuh putri Ibu yang cantik ini" Kini tangan Ibu sudah memeluk putri semata wayangnya dari samping.
"Apakah Mamah mertuamu sudah tau tentang ini? Dia pasti sangat bahagia saat mengetahui kalau kalian akan mempunyai anak secepat ini" Ibu kembali bertanya kepada Nasya.
"Belum Bu, rencananya setelah besok Nana pulang dari acara sekolah, baru kami akan kesana" Jawab Nasya.
"Kalau kamu memang ingin kuliah, lebih baik tunda dulu sampai kamu melahirkan, supaya bisa lebih fokus dalam menjaga kandunganmu" Ayah berucap kepada Nasya memberikan masukan tentang rencana kuliah Nasya.
"Iya Ayah, El juga melarang agar Nana kuliah tahun ini, dan kami akan bicarakan lagi setelah Nana lahiran nanti" Ujar Nasya yang kini menegakkan badannya menatap ke arah sang Ayah.
Tiinn
Terdengar suara klakson dari arah luar, dan sudah bisa di pastikan kalau itu adalah suara mobil El yang sudah sampai.
"Assalamu'alaikum" El masuk kedalam rumah dan tidak lupa dia mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam" Jawab mereka secara serempak dari arah ruang keluarga.
"Apakah ada By seblak nya?" Tanya Nasya begitu melihat suaminya masuk kedalam dengan membawa dua buah kantong plastik di kedua tangannya.
"Ada, dan ini adalah seblak yang terakhir, karena sebentar lagi kedainya akan tutup," Jawab El dengan memberikan satu buah kantong ke hadapan Nasya.
"Ini ada cake untuk Ayah dan Ibu,.tadi sekalian El beli di samping kedai yang menjual seblak" Kemudian El menyodorkan satu kantong plastik lagi di atas meja.
"Kenapa musti repot repot Nak,".Ucap Ibu kepada El.
"Tidak repot Bu, hanya sekedar kue saja, lagipula tadi El sekalian jalan keluar" Jawab El yang memang tidak merasa di repotkan.sama sekali.
"Kalau begitu El menyusul Nana ke dapur dulu," Pamit El dengan ucapan yang sangat sopan di hadapan mertuanya.
"Silahkan Nak, anggap saja rumah sendiri, siapa tau Nasya membutuhkan sesuatu di dapur" Ibu menjawab dengan nada sehalus dan selembut sutra kepada menantunya.
Begitu sampai di dapur, El di buat heran, pasalnya Nasya sudah menghabiskan satu porsi seblak dan sekarang dia sedang menghabiskan satu porsi lagi, yang berarti itu jatah El.
__ADS_1
"By, seblak nya benar benar enak, dan maaf ya By, Nana memakan seblak untuk ByBy, habis Nana benar benar lapar," Ucap Nasya begitu melihat sang suami datang menghampirinya dan duduk di hadapan Nasya yang sedang memakan seblak di meja makan.
"Tidak apa apa sayang, yang penting kamu senang dan Baby twins kita kenyang," Dengan menopang dagunya dengan kedua tangannya di atas meja makan, El berucap sambil tersenyum manis semanis gula yang dia tunjukan hanya kepada sang istri.