
Hari ini tepat 7 hari kelahiran bayi kembar El dan Nasya, dan rencananya mereka akan mengadakan hakekah untuk kedua anak mereka.
"Hmm, ternyata anak anak Papih sudah wangi" Celoteh El saat melihat kedua anaknya sudah selesai di mandikan dan siap untuk di jemur.
"Apa Mamihnya juga sudah wangi nh?" Goda El saat mencium kedua anaknya yang sedang tertidur setelah di mandikan dan di susui Nasya.
"Sekarang memang Nana belum bisa mengurus diri sendiri By, karena sibuk mengurusi si kembar" Jawab Nasya yang sebenarnya sudah mandi dan hanya saja dia tidak ingin melewatkan masa masa bersama dengan kedua buah hatinya.
Kala waktu senggang, Nasya memompa ASI untuk stok si kembar, dan setelah memompa pasti akan haus dan lapar, alhasil berat badan Nasya naik, jadi untuk saat ini Nasya tidak memperhatikan bentuk tubuhnya setelah melahirkan.
"Kalau memang belum mandi, biar kita mandi bersama, bagaimana?" Dengan mengangkat kedua alisnya, lagi lagi El berusaha menggoda Nasya.
"Nana masih dalam masa nifas By, jadi tidak mungkin kita akan bisa mandi bersama" Jawab Nasya yang justru membuat El tertawa.
__ADS_1
"Buahahaha.! ByBy juga tahu sayang, kalau saat ini kamu sedang dalam masa nifas, apa jangan jangan Mamih kalian sudah kangen yaa dengan Papih" Dengan mengedipkan sebelah matanya, hingga membuat wajah Nasya merona, El berbicara kepada kedua anaknya yang belum mengerti akan ucapan dari Ayahnya.
"Jangan mengajari anak anak yang tidak baik By.!" Ucap Nasya penuh penekanan kepada El.
"Mereka masih belum mengerti akan ucapan kita, sayang,! Untuk saat ini mereka hanya bisa mendengar suara, merasakan ada cahaya, dan juga tangan lembut dari seorang Ibu" Jelas El yang sedikit tahu tentang perkembangan bayi.
"Oiya By, rencananya nanti Nana ingin menggendong Nessa, dan ByBy menggendong Nevan, yaa?" Pinta Nasya saat nanti acara hakekah, Nasya ingin menggendong anaknya.
"Tidak masalah, lagi pula pasti di bawah sudah ramai orang yang datang, bagaimana kalau sekarang kita turun ke bawah untuk menyambut mereka.!" El merasa anak anaknya sudah cukup waktunya di jemur.
"Mari Nyonya, biar saya saja yang mendorong kereta mereka" Ucap salah satu suster yang menunggu mereka sejak tadi.
Dan benar saja, ternyata Mamah, Ayah dan Ibu sudah berkumpul di lantai bawah, karena sebentar lagi akan segera di mulai acaranya.
__ADS_1
Berbagai jenis hidangan tersaji di atas meja prasmanan, dan tamu undangan dari panti asuhan yatim piatu turut hadir untuk mendoakan sepasang bayi kembar.
"Wahh, ternyata cucu cucu omah sudah siap yaa untuk di doakan." Ucap Mamah saat para suster membawa bayi kembar El dan Nasya.
Nasya yang melihat betapa meriah nya acara hakekah si kembar, jadi terharu, apalagi banyaknya para anak yatim piatu dari panti asuhan.
Dengan menggandeng lengan El, Nasya berjalan menemui sanak saudara yang hadir.
Yang menjadi pusat perhatian Nasya adalah sosok lelaki yang sedang duduk bersebelahan dengan Ibunya, dia adalah Raffa yang sedang memainkan ponselnya.
"By, Nana pamit sebentar ingin menemui bang Raffa," Bisik Nasya tepat di telinga El, karena melihat Abang nya.
"Maaf Om, Tante, El izin kedepan dahulu" Akhirnya El memberanikan dirinya pamit di tengah tengah keluarga El.
__ADS_1
"Iya El, silahkan.!" Ujar salah satu Paman El.