
Pukul 1 dini hari, El baru naik ke atas untuk menemui sang istri, dan saat sampai di atas, El melihat sang istri sedang makan salad buah dengan di temani Mbok Lastri, senyum El pun langsung terlihat.
"Maaf Tuan, tadi Nyonya terbangun dan minta di buatkan salad," Mbok Lastri langsung bersuara begitu melihat El mendekat ke arah mereka dan duduk di samping Nasya.
"Jadi Baby twins ByBy ingin makan salad?" Ucap El duduk di samping sang istri.
"Kalau begitu Mbok permisi dulu Tuan, Nyonya." Pamit Mbok Lastri kepada mereka berdua.
"Hmm,! terimakasih Mbok, karena sudah menjaga istri saya" El berucap kepada Mbok Lastri yang memang sudah dia anggap seperti keluarganya.
"Sama sama Tuan, kalau begitu saya turun dulu ke bawah" Mbok Lastri langsung pergi menuju kamarnya yang berada di lantai bawah.
"Apa kak Ilham sudah pulang By?" Nasya bertanya dengan menaruh mangkuk yang sudah kosong dan habis tidak tersisa setelah memakan salad buah.
"Sudah, apa ingin ByBy buatkan lagi salad buah nya?" Tanya El yang melihat bekas mangkuk salad buah habis tidak tersisa.
"Tidak usah By, Nana sudah kenyang, lagi pula ini sudah mangkuk yang kedua" Jawab Nasya yang sukses membuat El langsung tersenyum manis semanis gula di hadapan sang istri.
"Sehat terus sayang di dalam perut Mamih" El berucap dengan mengusap perut Nasya dan mengecup kedua pipi Nasya yang sudah mulai chubby karena kehamilannya.
"By, Nana mengantuk sekali, dan ByBy juga harus istirahat" Sontak El melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Dengan sekali angkat, Nasya kini sudah ada di gendongan El.
"By, Nana udah berat lho,! Nanti ByBy capek kalau gendong Nana terus" Namun El tidak menghiraukan ucapan sang istri yang sedang menatap wajahnya.
"Jangan menatap ByBy seperti itu, ByBy akui, memang ByBy sangat tampan," Goda El kepada sang istri dengan mengedipkan matanya sebelah dan menaik turunkan alisnya.
Nasya yang mendapatkan tatapan devill dari sang suami, langsung saja membulatkan matanya tidak percaya.
"Jangan macam-macam By,!" Nasya berucap seraya menatap horor sang suami yang akhir akhir ini sering sekali menggodanya.
"Buahahaha" Pecah juga tawa El, lalu membuka pintu kamarnya dan menutup pintunya dengan kakinya.
Nasya yang melihat El tertawa, langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang El, yang sudah di pastikan merah bak kepiting rebus.
"Lebih baik sekarang tidur, ByBy akan mandi sebentar" Dengan penuh ke hati hatian El membaringkan Nasya di atas kasur dan segera melesat ke kamar mandi, El memang tidak bisa kalau tidur dalam posisi yang kotor.
Nasya yang memang setelah mengetahui kalau dirinya sedang hamil, mudah sekali mengantuk dan mudah lapar, perlahan tapi pasti Nasya sudah menutup matanya dan pergi ke alam mimpi.
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, dan nampaklah El yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya, tidak berselang lama, El segera memakai kaos oblong dan boxer untuk menyusul sang istri yang lebih dulu tertidur.
Cup
El mengecup kening sang istri dan membenarkan posisi tidur nya agar terasa nyaman, lalu membaringkan tubuh lelah nya di samping sang istri untuk istirahat.
Denting jam berputar ke arah kanan, sayup sayup terdengar suara adzan subuh dari pengeras suara di masjid yang ada di kompleknya.
Perlahan Nasya membuka matanya dan merasakan perutnya mual seperti di aduk aduk.
Hoek.....Hoek ....Hoek....
Nasya benar benar mengeluarkan semua makanan yang semalam masuk ke dalam perutnya.
El yang mendengar ada suara dari kamar mandi, Segera meraba tempat tidurnya dan segera menghampiri sang istri yang sudah lemas karena mengeluarkan isi perutnya.
"Apa masih mual?" Tanya El dengan memijit pelan tengkuk Nasya, dan Nasya hanya menggelengkan kepalanya.
"ByBy pakai parfum apa? kenapa bau nya bikin Nana pusing?" Nasya bertanya kepada sang suami dengan wajah pucat nya.
"Tapi Nana tidak suka, dan mulai hari ini ByBy harus pakai parfum yang Nana pakai dan sabun yang Nana pakai juga" Nasya mulai menunjukkan hormon hamil nya yang berubah ubah.
"Baiklah.! Tapi untuk parfum ByBy tidak bisa janji, karena ByBy musti meeting dan menemui klien" Yang langsung mendapat tatapan maut dari Nasya.
'mana mungkin aku harus memakai parfum wanita, bagaimana nanti tanggapan para pegawai kantor dan klien' batin El berucap.
El segera menyusul sang istri untuk menunaikan kewajibannya shalat subuh.
Nasya tertidur kembali setelah mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah, karena merasa lemas dengan di temani El di sampingnya yang sedang memainkan ponselnya.
Tok...tok...
Pintu kamar mereka di ketuk, El bergegas bangun untuk membuka pintu.
Ceklek
Nampaklah Mbok Lastri dengan membawakan nampan berisi satu mangkuk bubur dan teh hangat.
__ADS_1
"Maaf Tuan, Mbok hanya ingin membawakan ini untuk Nyonya, karena biasanya orang yang sedang hamil muda, pasti tidak bisa makan nasi di pagi hari" Mbok Lastri segera menyerahkan nampan berisi sarapan untuk Nasya dan di terima El dengan senang hati, pasalnya Mbok Lastri sangat mengerti dengan kondisi Nasya saat ini.
"Terimakasih Mbok" El menerima nampan yang Mbok Lastri bawa.
"Sama sama Tuan, apakah Tuan juga ingin Mbok bawakan sarapan?" Tawar Mbok Lastri.
"Tidak usah Mbok, biar nanti aku turun ke bawah saja untuk sarapan" Tolak El dengan halus kepada Mbok Lastri.
"Kalau begitu Mbok permisi dulu Tuan" Pamit Mbok Lastri melenggang pergi meninggalkan kamar El dan segera turun ke bawah menuju dapur.
Sementara El langsung menutup pintu kamarnya dan menaruh nampan berisi sarapan Nasya di atas meja depan sofa, karena saat ini sang istri sedang tertidur kembali setelah sholat subuh.
"Euummm" Lenguh Nasya merasakan ada sesuatu yang melingkar di atas perut nya.
"By, sudah pukul berapa sekarang,?" Begitu membuka matanya perlahan Nasya melihat ke arah samping, dan ternyata sang suami sedang berada di samping nya ikut berbaring, sontak saja Nasya bertanya karena melihat suaminya belum bersiap untuk ke kantor.
"Sudah pukul 6 lewat sepuluh menit," Jawab El melihat jam dinding yang terpampang jelas di hadapannya.
"Kenapa ByBy belum siap siap untuk ke kantor?" Nasya kembali berucap.
"Biarkan seperti ini dulu sebentar, sebelum ByBy berangkat" El berucap dengan memeluk sang istri dengan menutup matanya.
"Tapi nanti ByBy kesiangan ke kantornya" Dengan menatap sang suami, Nasya terus mengingatkan El.
"Tenang saja, di sini ByBy yang menentukan," El tetap membela dirinya yang memang semuanya berada di bawah kendalinya.
"Ta~mmpphh" Belum selesai Nasya berucap, namun El sudah membungkam mulut Nasya dengan mulutnya.
Yang awalnya hanya kecupan yang El berikan, namun lama kelamaan berubah menjadi pagutan yang panas di pagi hari.
Setelah El puas dengan istrinya yang terlihat semakin menggemaskan, akhirnya mereka berakhir dengan mandi bersama.
Dengan telaten El menyuapi sang istri sampai habis, dan setelahnya turun ke bawah untuk sarapan dan bergegas untuk berangkat ke kantor.
"Kalau nanti terjadi sesuatu jangan lupa untuk menghubungi ByBy atau Ilham" El berucap setelah berpamitan kepada sang istri dan Nasya mencium punggung tangan kanan El.
"Oke" Jawab Nasya dengan menautkan jari jempol dan telunjuk hingga membentuk bulatan tanda bahwa dia setuju.
Cup
__ADS_1
Tidak berselang lama El mengecup kening Nasya lalu berjongkok untuk mengecup perut Nasya yang sudah mulai agak terlihat walaupun kehamilannya masih menginjak dua bulan, mengingat Nasya sedang mengandung bayi kembar jadi terlihat seperti sudah hamil empat bulan.