Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
84. Jadi Primadona


__ADS_3

Waktu berputar begitu cepat, kini usia si kembar sudah menginjak 6 bulan.


Sudah mulai bisa mengguling gulingkan badannya dan juga giginya sudah mulai tumbuh.


Nasya yang sedang membuat MPASI di dapur untuk si kembar, di kejutkan dengan adanya tangan kekar suaminya yang melingkar di perutnya, yang memeluknya dari belakang.


"By, nanti takut ada yang melihat," Nasya yang merasa malu karena perbuatan suaminya segera berucap.


"Biarkan seperti ini sebentar saja, ByBy sangat lelah hari ini," Bukannya melepas pelukannya, El justru mempererat pelukannya terhadap Nasya.


Nasya yang menerima perlakuan suaminya, hanya bisa menghela nafasnya pelan.


"Memangnya sedang buat apa, hmm?" Tanya El membuka matanya dan menaruh dagunya di pundak Nasya.


"Nana sedang membuat makanan untuk Nevan dan Nessa, karena setelah di mandikan sore hari, biasanya mereka sudah mulai di berikan MPASI, By.!" Jawab Nasya yang sedang menggiling daging dan sayuran untuk anak anaknya.

__ADS_1


"Kapan rencananya akan mendaftarkan kuliah, hmm?" Kini tangan El mulai bergerilya meraba dua benda kenyal kesukaannya yang kini sudah menjadi kekuasaan anak anaknya.


"Nanti saja By, saat Nevan dan Nessa sudah berumur satu tahun, kalau untuk saat ini Nana ingin menikmati dulu saat saat bersama dengan mereka" Jawab Nasya yang sudah menutup matanya merasakan perlakuan dari El.


"Kalau mereka sudah berumur satu tahun, berarti sudah siap untuk membuat adik buat Nevan dan Nessa?" Tanya El lagi dan sontak Nasya membalikkan badannya dan menatap horor El.


Bagaimana mungkin setiap tahun Nasya harus hamil, sedangkan si kembar saja masih membutuhkan ASI Nasya dan juga perhatiannya.


"Bercanda sayang, tapi kalau memang mereka punya adik lagi, ByBy tidak akan keberatan, kalau masalah kuliah, nanti bisa dari rumah" Ucap El dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menunjukkan deretan gigi putihnya.


Kedua anak mereka memang saat ini jadi primadona, baik itu Mamah yang selalu saja datang untuk berkunjung, bahkan si kembar sering tidur dengan Omah nya saat Mamah datang.


Ayah dan Ibu juga pasti selalu datang untuk berkunjung, untuk melihat perkembangan si kembar, saat mereka datang, mereka juga pasti akan menguasai si kembar.


"Baiklah, terserah Mamih saja, yang jelas saat ini ByBy sudah sangat bahagia dengan hadirnya kalian, karena kalian adalah penyemangat hidup ByBy" El yang mengerti akan sifat Nasya langsung mengalah, dan tidak ingin memperpanjang pembicaraan.

__ADS_1


"Nana hanya tidak ingin kasih sayang si kembar terbagi dengan hadirnya adik mereka" Ucap Nasya dengan menundukkan kepalanya.


"Kalau begitu lupakan saja ucapan barusan, apa saat ini mereka sudah mandi?" Kini El mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Sepertinya sih sudah, lagi pula biasanya mereka pasti sedang di ruang keluarga" Jawab Nasya dengan menaruh MPASI untuk si kembar di mangkuk kecil.


Akhirnya mereka berjalan menuju ruang keluarga dimana anak anak sudah rapi dan wangi.


"Wahh.! Ternyata anak anak Papih sudah tampan dan cantik" Sapa El kepada si kembar yang sedang berguling guling di atas kasur lantai.


"Pah....Pah.....Pah...." Celoteh Nessa begitu melihat El, sedang Nevan hanya mengangkat tangannya minta di angkat.


"Sini, Papih gendong, kalian pasti sudah kangen yaa ingin di gendong" El langsung menggendong Nevan di sebelah kanan dan Nessa di sebelah kiri.


Nasya yang melihat sang suami sangat perhatian dengan anak anaknya, hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2