Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
35 . Ada Yang Tidak Biasa


__ADS_3

Detik berganti menit, menit berganti jam, denting jam berputar dengan cepat berganti dengan hari, sinar matahari dan cahaya rembulan silih berganti menerangi bumi, kini acara resepsi pernikahan El dan Nasya segera akan di mulai.


Hampir kurang lebih selama dua jam Nasya di make-up oleh pihak MUA, kini sepasang pengantin itu berjalan di atas karpet merah menuju pelaminan.


Semua mata tertuju kepada mereka berdua, bagaimana tidak, Nasya dan El benar benar terlihat seperti putri dan pangeran kerajaan di negeri dongeng.


Alunan musik pengiring dari band serta beberapa artis ternama ibukota ikut memeriahkan acara resepsi yang di gadang gadang paling mewah serta elegan karena gedung hotel di sulap menjadi kerajaan, semuanya benar benar mengusung tema kerajaan.


El dan Nasya sudah duduk manis di singgasana pelaminan, dengan di dampingi orang tua Nasya yang tepat berada di sebelah kanan, dan Mamah serta Ilham yang berada di sebelah kiri.


Nasya terlihat sangat anggun dan sangat cantik, sementara El tidak kalah tampan, mereka memakai gaun berwarna gold.


Tamu undangan silih berganti naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada sang pengantin.


"Sayang, nanti kalau memang capek, bilang saja sama ByBy, oke.!" Ucap El yang tidak pernah bosan saat memandang sang istri yang memang sangat cantik.


"Iya By, kalau memang nanti Nana lelah, pasti Nana bilang ke ByBy" Jawab Nasya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya.


Para tamu undangan pun satu persatu sudah mulai ada yang pulang, kini hanya tinggal beberapa orang rekan bisnis El yang masih asik bercengkrama membahas masalah bisnis.


Banyak di antara rekan bisnis El yang di buat heran saat mereka menerima undangan pernikahan dari El, pasalnya El sudah melangsungkan acara akad nikah nya terlebih dahulu, padahal banyak rekan bisnis El yang berniat ingin menjodohkan putrinya.


Semua karyawan wanita yang di bawah naungan perusahaan El pun banyak yang patah hati, karena ternyata El sudah ada yang memiliki, itu artinya mereka sudah tidak ada harapan untuk mereka serta tidak bisa lagi curi pandang dengan bos mereka.


Wartawan dari berbagai media pun turut hadir, sebelumnya memang mereka di undang oleh para pengawal El dengan melalui berbagai macam seleksi yang ketat dan persyaratan yang harus mereka jalani, untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan terjadi, demi untuk mengabadikan momen acara yang sedang berjalan.


Di antara banyak nya tamu undangan yang hadir, ternyata Paman Roy dan Tante Anne terlihat sedang berbincang dengan para pengusaha lainnya, tidak berselang lama mereka naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat.


"Selamat El, dan doa Paman selalu yang terbaik untukmu" Ucap Paman Roy seraya memeluk sang keponakan dan menepuk punggung El.


"Terimakasih banyak Paman untuk kehadiran dan doa restunya, maaf sudah merepotkan Paman sejauh ini" Jawab El tidak kalah haru.


"Jaga dan lindungi istrimu, karena sekarang dia adalah aset berharga mu" Paman Roy kembali berucap sambil melerai pelukannya.


"Baik Paman, El janji akan selalu menjaga dan melindungi nya seperti El menjaga diri El sendiri" El mengusap air matanya yang perlahan mulai mengembun di pelupuk mata, karena bagi El Paman Roy adalah sosok pengganti Papahnya, walaupun mereka berbeda keyakinan karena Paman Roy menikahi Tante Anne.


El melepas pelukannya dan kini giliran sang Tante yang mengucapkan selamat, "Selamat El, semoga kalian langgeng sampai kakek dan nenek, maaf kami tidak bisa berlama lama di sini, Anak anak Tante di rumah kasihan menunggu, dan Paman mu juga tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama, mungkin malam ini kami akan terbang untuk kembali ke Jerman, agar besok pagi sampai" Tante Anne mengucapkan selamat kepada El dan sekaligus menjelaskan panjang lebar kalau dirinya tidak bisa berlama lama di sini.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Tante untuk doa nya, dan maaf sampai saat ini El masih banyak menyusahkan Tante" Ujar El terhadap Tante Anne.


"Tidak ada yang di repotkan sama sekali, itu memang sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai pengganti dari Papah kamu" Tutur Tante Anne dengan menepuk pundak El dan merapikan dasi serta tuxedo yang El kenakan.


"Astaga,! Kamu sangat cantik sekali sayang.! El, jangan kamu sia sia kan istri secantik ini," Tante Anne di buat heran dengan penampilan Nasya dan menoleh ke arah El agar selalu mencintai istrinya apapun yang terjadi, dan El hanya tersenyum dan mengangguk menanggapinya.


"Terimakasih Tante atas pujiannya, ini hanyalah tipuan makeup saja" Jawab Nasya dengan merendah dan menundukkan kepalanya malu.


"Semoga cepat mendapat keturunan, dan maaf kan Tante mu ini yang tidak bisa berbincang panjang lebar." Tante Anne mengusap perut Nasya, agar cepat hamil dan meminta maaf karena tidak bisa berlama-lama ada di sini.


"Sekali lagi terimakasih Tante, semoga dalam perjalan pulang nanti selamat sampai rumah, dan Nana juga minta maaf karena tidak bisa mengantarkan Tante dan juga Paman ke bandara" Ujar Nasya dengan penuh haru, karena tidak bisa mengantar mereka pulang.


"Tidak mengapa sayang, kami sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh ke luar negeri, jadi jangan kamu risaukan, ini adalah acara kamu yang hanya sekali seumur hidup, jadi nikmatilah dengan penuh suka cita, oke.!" Tante Anne membelai kedua pundak Nasya agar Nasya tidak merasa bersalah dan setelahnya turun dari pelaminan.


Sedang El sudah turun dari atas pelaminan dan kini bergabung dengan para tamu undangan yang lainnya, sesekali El menoleh dan melambaikan tangannya kearah Nasya yang sedang duduk di kursi pelaminan.


Tamu undangan pun berangsur angsur mulai sepi, karena acara hanya berakhir sampai pukul 9 malam.


'Kenapa kepalaku tiba tiba saja pusing yaa? dan badan ku juga rasanya lelah sekali, di tambah kedua kaki ku juga sepertinya mulai kram' batin Nasya berucap.


El yang melihat Nasya dari kejauhan sedang bingung dan tidak tampak tersenyum di wajahnya, akhirnya pamit kepada rekan bisnisnya dan segera menghampiri Nasya.


"By, kepala Nana sangat pusing yaa, dan telapak kaki juga mulai kram'" Nasya mengeluhkan rasa sakitnya kepada sang suami karena memang sudah sangat lelah setelah berdiri lama untuk menyambut para tamu undangan.


"El, sebaiknya ajak Nasya masuk ke kamar, sepertinya dia merasa lelah, lagi pula tamu undangan sudah agak sepi, biar Ilham yang menggantikannya" Mamah yang mengerti akan menantu nya itu segera menyuruh El membawa Nasya masuk.


"Iya Nak, lagi pula disana ada Ayah yang menemani, jadi istirahat lah, sebentar lagi juga kami akan masuk ke kamar untuk istirahat" Kini giliran Ibu Nasya yang angkat bicara.


"Baik Mah, Ibu, kalau begitu kami masuk ke kamar dulu" Pamit El dan Nasya bersamaan.


"Iya sayang" Jawab Mamah


"Iya Nak"Jawab Ibu


Begitu keluar dari lift, El segera menggendong Nasya ala bridal style menuju kamar mereka yang berada di lantai paling atas di hotel tersebut.


Nasya yang merasakan badannya sudah sangat lelah akhirnya tertidur di dalam gendongan El.

__ADS_1


Dengan susah payah El membuka handle pintu kamar hotel, dan membaringkan Nasya di atas kasur.


"Pantas saja tidak ada pergerakan, ternyata sang permaisuri ku sudah tertidur rupanya" El tersenyum melihat Nasya yang tertidur di dalam gendongan nya.


El membuka sepatu high heels Nasya dan mahkota serta aksesoris yang ada di kepala Nasya, dengan perlahan El membuka kerudung lalu mengurai rambut indah sang istri.


Di perhatikan nya wajah Nasya yang sedang tertidur, seraya membelai pipi, hidung, mata dan terakhir di bibir Nasya, lalu El mencium kening Nasya dan mengecup bibir merah Nasya sekilas.


El melesat masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket, dan berganti pakaian dengan kaos oblong berwarna putih dan celana pendek warna cream.


Tik...tik...tik...


Samar samar Nasya mendengar suara keyboard dari laptop, dan benar saja, El sedang memangku laptopnya di atas kasur untuk mengecek email yang masuk.


"By, maaf Nana tertidur" Nasya perlahan membuka matanya dan melihat ke arah samping di mana ada sang suami yang sedang bekerja di hari pernikahan nya.


"Tidak mengapa sayang, ByBy hanya mengecek email yang masuk saja" El menutup laptop nya dan meletakkannya di atas nakas.


"Sini sayang, biar ByBy bantu membuka gaunnya" Tawar El setelah melihat Nasya duduk di tepi ranjang, sedang Nasya hanya menurut saja, karena memang dia tidak bisa menggapai banyaknya kancing pada gaun yang dia kenakan karena posisinya berada di belakang badannya.


"Sayang kenapa mereka berdua terlihat sangat besar dan menggemaskan," Lirik El saat melihat kedua benda kenyal mainannya terlihat sangat menantang dan membuat sang singa jantan yang sedang tertidur pulas di tempatnya kini mulai bangun secara perlahan.


"Otak ByBy saja yang mesum," Ujar Nasya yang juga memang menyadari kalau tubuhnya kini mulai terasa ada yang tidak biasa, dan akhir akhir ini sering merasa cepat lelah.


"Mesum terhadap istri sendiri tidak berdosa sayang" Kini tangan El mulai menjelajahi setiap inci lekuk tubuh Nasya yang hanya memakai dalaman saja.


"By, Nana masih bau keringat dan belum mandi" Nasya mulai memejamkan matanya menikmati sentuhan dari sang suami yang memeluknya dari belakang.


"ByBy mencintaimu apa adanya, sayang.! Sekalipun kamu habis lari Marathon, ByBy tetap suka" Goda El dengan terus melancarkan aksinya dan meninggalkan jejak kepemilikannya di leher serta pundak Nasya.


Dengan sekali tarik Nasya sudah berada tepat di hadapan sang suami, El perlahan membaringkan sang istri dan mengukung tubuh Nasya.


"Nanti saja mandinya, setelah ini kita mandi bersama" Lanjut El berucap dan langsung membungkam mulut Nasya dengan mulutnya.


Alunan nada nada indah dan sexy akhirnya keluar dari mulut Nasya, sehingga membuat El semakin ingin melakukan lebih malam ini.


Dari mulai kecupan, hisapan hingga ******* El berikan pada tubuh Nasya, kini keduanya sama sama polos, semuanya El lempar ke sembarang arah, tidak lupa El menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, terjadilah malam yang panjang di temani remang remang cahaya dari lampu yang ada di samping tempat tidur.

__ADS_1


Cup


"Terimakasih sayang, karena sudah mau menjadi bagian dalam hidup ku serta mau menjadi penyempurna dalam ibadahku" El mengecup kening Nasya dan keringat serta peluh terlihat membanjiri tubuh kekar El.


__ADS_2