
Sesuai kesepakatan, akhirnya mereka melakukan berenang bersama saat sore tiba.
Nasya yang memang sejatinya sangat menyukai laut, dia sudah tidak sabar ingin segera berenang dan menyegarkan tubuhnya, dengan di temani sang suami tercinta.
Dengan mengenakan baju renang muslim, segera El menuntunnya menuju tepi pulau.
Rasa sejuk dari dinginnya air di pulau itu, langsung membuat Nasya ingin segera lebih dalam lagi untuk berenang.
"By, airnya sangat sejuk, dan karang nya pun terlihat sangat indah" Ujar Nasya setelah melihat ke dalam air dan melihat karang yang ada di dalamnya.
"Karena karang disini selalu di rawat dan juga hanya ByBy yang bisa menikmati semuanya, tapi sekarang sudah ada kamu dan Baby twins, jadi hanya kami yang bisa menikmatinya" Jelas El yang selalu mengawasi setiap gerak Nasya untuk berjaga jaga.
"Apakah kamu menikmatinya?" Tanya El yang sedang memeluk sang istri sambil menikmati moment berenang bersama.
"Sangat By, lagi pula berenang sangat baik untuk mereka" Nasya yang memang sangat menyukai alam, dan mulai memperkenalkan laut terhadap Baby twins yang masih dalam kandungan.
sesekali El mengusap perut Nasya saat berada di dalam air, tidak lupa mereka juga mengabadikan moment mereka saat berenang.
Menjelang matahari terbenam, baru mereka naik ke darat untuk melihat sunset.
"Untuk sekarang cukup sampai di sini saja, besok baru kita sambung lagi," Ujar El dan mereka naik ke darat untuk segera membersihkan badan mereka sebelum waktu Maghrib.
"Sebaiknya sekarang kita mandi, setelahnya kita duduk di gazebo sambil melihat sunset" Lanjut El berucap seraya membawa sang istri masuk kedalam rumah untuk membersihkan badannya.
"Tapi janji ya By, hanya mandi saja,?" Nasya yang mengerti dengan sifat jahil sang suami, langsung saja bertanya.
"Untuk masalah itu, ByBy tidak bisa janji," El yang memang baru saja merasakan buka puasanya, setelah kurang lebih empat bulan menahan hasratnya, seperti menemukan oasis di Padang pasir.
Nasya yang mendengar suaminya berbicara dengan senyum devill nya, hanya bisa pasrah.
Di bawah guyuran shower dan air yang gemericik, mereka tidak hanya mandi bersama, melainkan sedang meneguk dan menikmati indahnya bulan madu mereka yang tertunda.
Suara merdu dan indah bagai sebuah alunan lagu pun keluar dari mulut Nasya, sehingga membuat El semakin bersemangat untuk melakukan lebih.
Kini mereka sedang menikmati indahnya sore dari arah belakang rumahnya.
Tidak lupa El mengabadikan moment saat matahari terbenam dengan handycam yang ada di tangannya.
Sesekali El mencuri gambar sang istri tanpa sepengetahuan Nasya.
"By, Nana sangat menyukai cahaya matahari yang sudah mulai akan terbenam seperti sekarang in" Beo Nasya sambil memakan cemilan yang di bawakan salah satu pelayan yang bertugas di rumah singgah itu.
"Memang sangat indah cahaya senja, tapi ByBy tidak suka" Ucap El tanpa mengalihkan pandangannya dari handycam yang sedang dia pegang.
"Kenapa tidak suka?" Sontak Nasya menoleh kearah sang suami untuk mencari jawaban atas Ucapan El yang sedang fokus membidik lensa kamera handycam.
"Karena indahnya cahaya senja hanya sementara dan sebentar saja, dan setelahnya tenggelam dan menghilang" Jelas El menoleh dan menatap istrinya yang juga sedang menatapnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Nasya yang mendengar penjelasan El langsung berfikir, ternyata memang benar apa yang suaminya katakan, keindahan senja hanya bersifat sementara.
"Khemm,! Kenapa melamun? Memang nya sedang memikirkan apa, hmm?" Langsung saja El bertanya karena melihat Nasya melamun dengan menatap dirinya intens.
"Tidak By, Nana hanya sedang memikirkan perkataan ByBy barusan" Elak Nasya dengan mengalihkan wajahnya berpaling kearah depan melihat matahari yang sudah mulai terbenam sempurna.
__ADS_1
"Tidak usah di pikirkan, rencananya besok kita akan pergi kemana?" El berusaha mengalihkan topik pembahasannya.
"Terserah ByBy saja, Nana belum tau daerah dan tempat tempat yang bagus di sekitar sini" Memang baru kali ini Nasya mengunjungi pulau ini yang juga salah satu mahar dari El.
"Bagaimana kalau besok kita pergi ke pasar tradisional yang ada di dekat sini?" Usul El karena biasanya wanita itu sangat menyukai pasar.
"Emm, tidak buruk,! Nana juga ingin tau jajanan serta makanan khas daerah sini" Jawab Nasya yang memang sangat penasaran dengan daerah yang baru kali ini dia sambangi.
"Oke,! Kalau begitu besok kita pergi ke sana, sekarang sudah gelap, lebih baik kita masuk ke dalam dan bersiap untuk sholat Maghrib, setelah itu kita makan malam" Segera El bangkit dari duduknya dan mengajak Nasya untuk masuk, mengingat udara malam tidak baik untuk calon anak mereka.
Mereka melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dengan para pekerja yang bertugas merawat pulau itu.
Tidak berselang lama mereka melaksanakan sholat Maghrib, makanan sudah tersaji di meja makan, lauk pauk sudah tertata rapi mengelilingi nasi yang berada di tengahnya.
"Ingin makan lauk yang mana?" El segera mencegah Nasya yang ingin mengambil nasi serta lauk nya.
"Nana ingin ikan gurame bakar, sup kakap merah, dengan tumis jamur" Jawab Nasya yang memang sangat menyukai makanan olahan ikan.
Dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya, El segera mengambil lauk yang Nasya inginkan.
"Tidak mengapa sayang,! ByBy hanya ingin agar mereka tumbuh dengan sehat tanpa kurang suatu apapun" El yang faham dengan arah pembicaraan Nasya mencoba untuk tidak membahas nya lebih lanjut.
"Lebih baik sekarang kita makan," El langsung menyuruh Nasya makan setelah dia mengambil makanan untuk dirinya juga.
Mereka makan dengan hening, tidak ada yang berbicara, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring, sampai makanan yang mereka makan habis tidak tersisa.
"Sayang, setelah ini ByBy akan mengecek email sebentar" Ucap El seraya mengusap mulutnya setelah makanan di piringnya habis.
"Iya By, Nana juga ingin menonton televisi sebentar di ruang keluarga" Jawab Nasya juga Setelah menghabiskan dua porsi makannya.
Yaa, semenjak bertambahnya usia kandungan Nasya, kini porsi makan Nasya pun ikut bertambah, bahkan setelah makan pun Nasya masih di sibukkan dengan memakan cemilan.
Saat Nasya sedang menyaksikan sebuah acara komedi di salah satu stasiun televisi dengan satu toples cemilan di pangkuannya.
Tiba tiba saja Nasya di kejutkan dengan suara dering ponselnya yang dia taruh di atas meja nakas
__ADS_1
Segera Nasya mengambil dan melihat siapa yang menelponnya.
Namun Nasya langsung membulatkan matanya sempurna, pasalnya dia tidak percaya, kalau ternyata Abang nya Raffa menelpon dirinya.
"Assalamu'alaikum,! Bagaimana kabar Bang Raffa? Sekarang Abang Raffa sedang ada dimana? Kenapa kemarin tidak datang saat acara syukuran empat bulan aku? Apa Bang Raffa sudah lupa dengan adik Abang yang satu ini?" Sederet pertanyaan pun langsung Nasya lontarkan begitu mengangkat telpon dari Raffa.
Sedang di seberang sana, Raffa yang begitu faham dengan reaksi adiknya saat di telpon, langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya, karena sudah bisa di pastikan kalau adiknya itu pasti Langsung menerornya dengan berbagai pertanyaan untuk dirinya.
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah, kabar Abang baik de, Alhamdulillah juga, sekarang Abang sedang ada di kota S sedang melakukan pembukaan cafe dan restoran Abang, yang Abang dirikan dari hasil tabungan Abang sendiri." Jelas Raffa to the poin terhadap pertanyaan sang adik.
"Maaf, Abang kemarin tidak bisa datang ke acara syukuran empat bulanan karena Abang sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara grand opening" Lanjut Raffa menjelaskan kalau dirinya kemarin tidak bisa datang.
Karena sudah bisa di pastikan kalau adiknya itu akan terus bertanya kalau Raffa belum menjelaskan semuanya.
Memang kemarin Nasya ada menghubungi Abang nya untuk hadir di acara syukuran empat bulanan, namun Abang nya tidak bisa hadir, karena sedang sibuk.
"Alhamdulillah, akhirnya sekarang Abang punya cafe dan restoran sendiri," Ucap syukur Nasya begitu mendengar Abang nya sudah punya cafe dan restoran sendiri.
"Bagaimana kabar kedua calon ponakan Abang?" Tanya Raffa kemudian.
"Alhamdulillah, mereka sehat, dan sudah menunjukkan respon kalau di sentuh, Abang kapan ke rumah Ayah dan Ibu?" Jawab Nasya menjelaskan kalau anak anak yg ada di dalam perut nya dalam keadaan sehat, kemudian bertanya kepada Raffa.
"Untuk saat saat ini Abang sedang fokus untuk mengembangkan usaha Abang dulu de, mungkin nanti saat acara tujuh bulanan kamu saja, kita akan bertemu dan berkumpul" Raffa menjelaskan kalau dirinya sekarang sedang fokus terhadap promosi dan penjualan cafe dan restoran dulu.
"Benar yaa bang,! Nanti datang saat acara syukuran tujuh bulanan Nana?" Nasya benar benar mengharapkan sang Abang bisa hadir dan ikut mendoakan untuk anak anak nya.
"Inn sha Allah de,! Tapi nanti akan Abang usahakan, setelah nanti benar benar bisa Abang tinggal" Ucap Raffa.
"Oiya, kata Ibu sekarang kamu sedang honey moon di pulau mahar?" Tanya Raffa.
"Iya bang, ternyata pulau nya benar benar indah dan masih sangat asri, airnya juga sangat jernih dan sejuk, serta karang nya juga terawat" Tutur Nasya menjelaskan tentang keindahan pulau mahar yang El berikan.
"Syukurlah kalau memang kamu menikmatinya de, baiklah sekarang Abang ingin rapat dulu dengan para pegawai dan manager, salam saja untuk suamimu, dan jaga calon kedua ponakan Abang" Pamit Raffa yang memang ingin segera melakukan rapat untuk acara pembukaan besok.
"Baik bang, semoga usaha cafe dan restoran Abang lancar, nanti akan Nana sampaikan salam Abang" Doa Nasya untuk usaha baru Abang nya.
"Kalau begitu Abang tutup dulu telponnya yaa de,! Assalamu'alaikum" Pamit Raffa dari balik telpon.
__ADS_1
"Iya bang, Wa'alaikumussalam" Nasya menaruh kembali ponselnya di atas meja nakas begitu sambungan telponnya dengan Raffa terputus.