
Saat ini usia Nevan dan Nessa sudah menginjak dua tahun, kedua anak kembar El dan Nasya sudah mulai belajar berbicara dan sedang dalam masa aktifnya.
Seperti sekarang ini, saat El sedang pergi ke kantor dan Nasya sedang ada jam kuliah, kedua anaknya sedang bermain di lantai atas, semua permainan memang sudah El persiapkan lengkap layaknya taman bermain anak anak.
Dua orang suster yang menjaga mereka pun selalu mengawasi pergerakan Nevan dan Nessa, tidak jarang keduanya berebut mainan dan bahkan sifat jahil Nevan sering membuat Nessa menangis.
"Hiks.....hiks....! Abang jaat, padahal tan neca uluan yang aik pelmainan itu, hiks....hiks.....!" Tangis Nessa dengan suara cadel, saat hendak naik permainan pesawat, namun Nevan malah menyela nya dan segera naik ke atas permainan pesawat.
"Ya sudah, sekarang Nessa naik yang helikopter saja yaa, nanti baru gantian dengan Abang Nevan" Bibi yang melihat Nessa menangis, karena berebut ingin sama sama naik pesawat, akhirnya melerai Nessa dan mengalihkannya dengan naik permainan helikopter.
Dengan masih menitikan air matanya, akhirnya Nessa mau juga menaiki permainan helikopter.
Setelah mereka puas bermain di tempat bermainan, kini mereka sedang berada di ruang keluarga untuk menunggu El dan Nasya pulang, setelah sebelumnya mereka di mandikan dan di suapi makan oleh para suster.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," Nasya langsung mengucapkan salam saat masuk kedalam rumah.
"Mamih, Mamih.! Eca angen" Teriak Nessa saat melihat Nasya masuk kedalam ruang keluarga.
Sedang reaksi Nevan hanya cuek dan biasa saja begitu melihat Nasya pulang dan menghampirinya.
"Pelan pelan saja sayang, nanti terjatuh" Cegah Nasya saat melihat Nessa berlari menghampirinya dan langsung memeluknya.
Tidak lupa Nasya mencium kedua pipi gembul anaknya, dengan menghampiri Nevan yang sedang asik menonton film kartun dari televisi sambil menggendong Nessa.
"Nevan sedang menonton acara cartoon network Mih." Jawab Nevan yang memang kalau berbicara sudah lancar dan tidak cadel.
Perkembangan Nevan juga sudah layaknya seperti anak yang berumur lima tahun, bahkan Nevan sudah tidak ingin di mandikan suster dan juga di pakaikan baju.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu Mamih ingin ganti baju dahulu, kalian tunggu saja disini." Pamit Nasya dengan menaruh Nessa di samping Nevan.
"Bi, aku ke atas dahulu untuk ganti baju dan menaruh tas, nanti aku akan kesini lagi" Kini Nasya pamit kepada kedua suster yang bertugas menjaga kedua anaknya.
"Iya Nyonya, silahkan.! Nona Nessa dan Tuan muda Nevan biar kami yang menjaganya" Jawab salah satu suster.
Sepeninggalan Nasya, Nessa ingin mengambil toples yang berisi biskuit coklat, namun lagi lagi Nevan malah lebih dahulu merebutnya karena dia pun sangat menyukai coklat.
"Huwaaaa, neca uga mau uwe itu" Tangis Nessa saat toples berisi biskuit coklat di kuasai Nevan.
"Sebentar yaa Nona, biar bibi ambilkan di dapur dulu, sepertinya masih ada stok" Ucap bibi yang menjaga Nessa dan di angguki Nessa.
Dan benar saja, ternyata bibi membawa satu toples berisi biskuit coklat yang sama dengan yang Nevan makan.
__ADS_1
"Bibi, kapan Papih akan pulang?" Tanya Nevan kepada bibi yang selalu menjaganya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi yang ada di hadapannya.