Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Pernikahan


__ADS_3

Angelina sangat kaget mendengar ucapan Nino yang memintanya untuk menjadi pacar.


Angelina memang belum mempunyai pacar tapi bukan berarti tidak ada laki-laki yang menginginkannya.


Bahkan banyak laki-laki di kampusnya bahkan dikalangan bisnis orang tuanya yang menginginkan Angelina untuk menjadi pasangan.


Bisa di bilang Angelina sosok wanita yang sempurna, sudah cantik, pintar bahkan kaya raya.


Akan tetapi Angelina belum mau membuka hati kepada siapa pun setelah penghianatan mantan pacarnya.


Laki-laki yang telah membuatnya memberikan seluruh hatinya ternyata hanya tertarik kepada harta dan tubuhnya.


Untung saja Angelina menyadari hal itu sebelum terlambat. Dan syukur juga Angelina belum sampat memberikan tubuhnya kepada mantan pacarnya itu.


Tapi sekarang tiba-tiba ada laki-laki yang belum dikenalnya betul memintanya menjadi pacarnya.


Angelina tidak ingin bertingkah tidak sopan kepada laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Apalagi Nino adalah sepupu dari kakak iparnya.


"Iya, maukah kamu menjadi pacarku?" tanya Nino lagi dengan sungguh-sungguh.


Angelina menarik napas panjang. Ia berpikir keras menyusun kata-kata yang tidak kasar.


"Maaf Nin, Aku lagi ngga pengen pacaran saat ini. Lagi pula kita juga baru saling kenal", jawab Angelina sopan.


"Apa kalo kita sudah kenal dekat, kamu mau jadi pacar aku?" tanya Nino lagi yang membuat Angelina jadi tambah bingung untuk menjawabnya.


"Eh mungkin kalo kita cocok. Tapi kalo sekarang aku lebih suka sendiri aja" jawab Angelina tenang.


"Baiklah. Aku mengerti. Aku yakin setelah beberapa waktu kamu pasti mau jadi pacar aku", jawab Nino sambil tersenyum.


"Ayoo kita cari Shofi dan Tari!", ajak Nino sambil menarik tangan Angelina agar mengikutinya.


Anggie kaget tapi mau tidak mau ia mengikuti Nino saja tanpa berusaha melepaskan pegangan tangan Nino di tangannya.

__ADS_1


***


Beberapa hari kemudian.


Hari pernikahan Dika dan Shofia berlangsung pagi itu.


Villa keluarga Ajiwijoyo yang berada di pinggir pantai itu disulap menjadi wedding party dengan banyak bunga-bunga dan meja kursi yang disusun sedemikian rupa ditambah accessories yang digunakan.


Sederhana namun ada kesan elegan dan mewah.



Dika, Tuan Akbar dan Penghulu sudah menunggu di meja tempat diadakannya ijab kabul.


Tamu-tamu undangan yang jumlahnya terbatas karena hanya mengundang keluarga dekat dari Shofia dan Dika saja sudah memenuhi area di samping kolam renang.


Mereka memang sengaja tidak mengundang banyak orang dan relasi-relasi keluarga Ajiwijoyo karena Dika dan Shofia ingin pesta pernikahan yang kecil saja.


Ditambah lagi mami Dika memang tidak menyetujui pernikahan anaknya dan tidak mau banyak orang tahu.


Kemudian tuan Akbar memulai pembacaan ijab kabul dan di jawab oleh Dika dengan mantap. Penghulu dan saksi-saksi mengucapkan SAH.


Dika sangat lega begitu pula tuan Akbar.


Ada sedikit genanganan air mata di sudut mata tuan Akbar.


Perasaan bahagia dan sedikit sedih setelah menikahkan putri tunggalnya itu.


Kemudian tuan Akbar memeluk dika dan berbisik " jaga dan bahagiakan putriku. Kalo kau macam-macam akan kubunuh kau!".


Tuan Akbar menepuk punggung Dika. Dika hanya tersenyum.


Tak lama kemudian Shofia memasuki area pesta.


Shofia berjalan dengan gaun pengantin tanpa tangan yang memperlihatkan keindahan bahu dan lehernya.

__ADS_1



Shofia berjalan ke arah Dika.


Shofia menatap wajah Dika yang sekarang benar-benar menjadi suami sahnya.


Ada gemuruh di dadanya saat mata mereka bertatapan.


Walaupun baru sebulanan mengenal Dika dan tinggal bersama tapi Shofia sudah merasa ada sesuatu berbeda dalam hatinya.


Dika pun begitu saat melihat Shofia berjalan mendekatinya.


Wanita itu sekarang sudah menjadi istri sahnya.


Sudah ada perasaan sayang pada Shofia begitu juga Zidan yang sudah dianggapnya seperti anak kandungnya sendiri.


Kini Shofia sudah ada di depannya.


Lalu Dika memakaikan cincin pernikahan ke jari Shofia begitu juga sebaliknya.


Kemudian Shofia mencium punggung tangan Dika dan Dika membalas dengan mencium kening Shofia.


Setelah menandatangani surat nikah dan mengucapkan ikrar taklik talak, Dika dan Shofia melakukan sungkem dengan ny Indira, papi dan tuan Akbar.


Mami memang sengaja tidak menghadiri pernikahan putranya.


Pesta berlangsung meriah.


Zidan yang sedari tadi digendong oleh Angelina begantian dengan Nino dan sus Nani pun sangan anteng tidak menangis.


Setelah pesta berakhir. Tamu-tamu pun sudah beranjak pergi begitu juga keluarga dari Shofia dan Dika.


Tinggal Dika dan Shofia yang masih tinggal di villa itu.


Mereka memang sengaja tetap tinggal malam itu disana.

__ADS_1



__ADS_2