
"Bagaimana kalau kita menghabiskan sisa bulan madu ini dengan di mansion saja? Karena sebentar lagi ByBy akan mengadakan meeting online dengan para pemegang saham yang ada di Singapura" Usul El setelah mereka selesai sarapan dan kini sedang bersiap untuk melakukan meeting online.
Ini adalah hari terakhir mereka berada di pulau mahar, karena esok mereka akan kembali.
"Tidak mengapa By,! Lagi pula Nana juga ingin merapikan oleh oleh dan memasukkannya ke dalam koper, agar besok tidak ada yang tertinggal" Nasya memang ingin mengepak koper oleh oleh, dan barang barang yang sekiranya sudah tidak di gunakan.
Dengan duduk bersila di atas kasur, El sedang melakukan meeting online, namun Nasya di buat tidak habis fikir saat melihat tingkah suami tampan nya itu.
Bagaimana tidak, El memakai kemeja lengkap dengan jas dan tidak lupa memakai dasi, namun tidak dengan bawahnya, karena El hanya memakai boxer sambil menatap laptop di pangkuannya.
Namun sesekali matanya melirik ke arah Nasya yang sedang fokus mengemas barang ke koper.
Tidak berselang lama Nasya menutup koper oleh oleh serta barang bawaannya, El pun menutup laptopnya.
"Apa sudah selesai mengemas barang barang nya?" El bertanya dengan membuka jas dan dasi nya, lalu menaruhnya di sofa.
"Sudah By, tinggal beberapa barang saja yang belum, karena masih terpakai" Jawab Nasya mengambil jas yang El sampirkan di sofa dan menaruhnya di lemari.
"Sekarang, coba kamu ambil dan buka paper bag yang ada di atas nakas,!" Tunjuk El memerintahkan Nasya mengambil paper bag yang berwarna pink yang ada di atas nakas.
"Memangnya itu paper bag apa By?" Bukannya segera menuruti keinginan El, Nasya justru balik bertanya.
"Ambil saja dan buka, nanti juga akan tahu isinya apa,!" El yang enggan menjelaskan hanya duduk di samping sang istrinya.
"Sepertinya kemarin Nana tidak berbelanja di outlet pakaian dalam?" Lirih Nasya berucap, itu terlihat dari gambar dan tulisan yang ada pada paper bag.
Namun dengan perlahan Nasya pun berjalan dan mengambil paper bag tersebut.
Dan betapa terkejutnya Nasya saat melihat isinya, ternyata tiga buah lingerie dengan model dan warna yang berbeda.
"Dasar otak mesum, bagaimana mungkin aku memakainya, ini sama saja tidak memakai pakaian" Nasya membolak balikan lingerie berwarna maroon yang model jaring.
"Sekarang coba pakai sayang, ByBy ingin melihatnya" Kini El mendekati Nasya dan memeluknya dari belakang, berbicara tepat di telinga Nasya.
"Ini bukan pakaian By, tapi lebih tepatnya mirip saringan tahu" Nasya mulai membayangkan otak mesum suaminya yang pasti sudah traveling.
__ADS_1
"Tapi ByBy ingin kamu memakainya, dan hanya saat kita berdua saja di dalam kamar" Suara El sudah mulai serak karena hasratnya sudah tidak tertahan, tangan El pun sudah bergerilya menjelajahi setiap inci lekuk tubuh Nasya.
"Tapi Nana ingin ke kamar mandi sebentar By" Belum sempat Nasya beranjak ke kamar mandi, El sudah membuka daster yang Nasya kenakan, dan menggantinya dengan pakaian dinas Nasya untuk di ranjang.
Setiap kali El ingin bercumbu dengan Nasya, tidak lupa mereka membaca doa, dan El selalu mengajak berbicara kepada anak anaknya karena ingin menjenguknya.
Agar anak anaknya bisa di ajak kerjasama dan Nasya juga merasakan rileks.
"Sayang, jangan nakal yaa,! Papih akan menjenguk kalian di dalam" Dan benar saja, anak anaknya pun seperti mengerti akan keinginan El, mereka hanya bergerak pelan.
Di pulau ini mereka benar benar menikmati Quality Time dan bulan madu yang tertunda.
Suara erangan dan ******* dari mulut Nasya, seolah menambah semangat El untuk memperdalam penyatuannya.
Kemeja yang El kenakan, serta pakaian dinas Nasya sudah teronggok dan berserakan di lantai.
El benar benar memperlakukan Nasya sangat lembut selembut sutera, mengingat ada dua nyawa dalam perut sang istri.
Kini Nasya hanya mengenakan underwear saja, dua benda kenyal yang kini sudah sangat membesar karena faktor kehamilan Nasya, jadi tempat favorit El dan tidak luput dari serangan El di siang hari yang lumayan cuacanya agak teduh.
Peluh serta keringat bercucuran di tubuh kekar El, seolah hawa dingin dari AC tidak terasa baginya.
Tangan Nasya pun tidak tinggal diam, dengan memejamkan matanya jemari lentik Nasya bergerak di dada bidang El serta perut six Packs suaminya.
Hingga membuat El makin semangat dalam menjalankan tugas batinnya.
Satu jam sudah mereka bergumul di atas ranjang, dengan sekali hentakan akhirnya El tumbang dan terbaring di samping Nasya.
Cup
"Terimakasih sayang, karena sudah bekerja sama" El mengecup perut buncit Nasya lalu kemudian dilanjutkan dengan mencium kening Nasya dan menyelimuti tubuh polos istrinya.
Nafas El masih tersengal-sengal seperti habis lari Marathon.
Selepas itu Nasya langsung tertidur karena lelah, sedang El membersihkan dirinya terlebih dahulu, dengan mengambil pakaian mereka yang berserakan di lantai karena ulahnya.
__ADS_1
Karena merasakan lapar, Nasya perlahan membuka matanya, senyum Nasya pun terbit saat mengingat kejadian tadi, El benar benar memperlakukan dirinya sangat lembut dan penuh dengan kehati hatian.
"Kemana ByBy?" Lirih Nasya saat tidak melihat keberadaan suaminya di kamar.
Dengan hanya mengenakan selimut, Nasya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Ceklek
El membuka pintu kamar dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk sang istri.
Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, senyum El pun langsung tercipta dari wajahnya.
Lalu El menyiapkan pakaian ganti untuk sang istri dan menaruhnya di atas kasur.
Dan benar saja, tidak berselang lama Nasya keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono dan rambut yang di lilitkan handuk di kepalanya.
"Apa ByBy yang menyiapkan pakaian untuk Nana?" Tanya Nasya saat melihat pakaiannya sudah tersedia di atas kasur.
"Hmm" Jawab El tanpa mengalihkan pandangannya dari benda pipih di tangannya.
Kini Nasya sedang duduk di depan meja rias dan menyisir rambut setengah basahnya.
Tiba tiba saja El mengambil alih sisir yang Nasya pegang lalu mengeringkan rambut Nasya dengan hair dryer.
"Terimakasih By," Ujar Nasya menatap El dari balik cermin.
"Iya sayang,! Hanya ini yang bisa ByBy lakukan" Jawab El dengan senyum dan membalas tatapan Nasya seraya mengeringkan rambut istrinya lembut.
"Tadi ByBy kemana?" Tanya Nasya kemudian.
"Tadi ByBy kedapur sebentar" Setelahnya El menuntun Nasya untuk duduk di sofa.
Sementara El mengambil nampan yang ada di atas nakas dan membawanya kemudian menaruhnya di atas meja.
"Jadi tadi ByBy memasak untuk Nana?" Tanya Nasya menatap sang suami intens, sedang yang di tatap hanya tersenyum dan mengedipkan matanya sebelah.
__ADS_1
El ingin memperlakukan Nasya sebaik mungkin selama mereka masih berada di pulau ini, karena sudah bisa di pastikan kalau mereka sudah kembali, El sudah di sibukkan dengan segudang aktivitas di kantor.