Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
45. Sangat Rindu


__ADS_3

Perjalanan El keluar kota kali ini bisa di bilang paling singkat, mengingat dia tidak bisa meninggalkan Nasya terlalu lama, awalnya El ingin menundanya setelah Nasya melahirkan, namun dengan bujukan dari Ilham akhirnya El berangkat juga.


Setelah tadi pagi El berpamitan kepada Nasya Untuk berangkat keluar kota, karena Ilham telah menjemputnya di rumah untuk segera berangkat agar klien dari luar negeri tidak terlalu lama menunggu.


Kini El telah sampai di anak perusahaan nya, dan langsung saja di sambut oleh orang suruhannya yang dia percayakan untuk mengelola perusahaannya.


Sementara di rumah, setelah El berpamitan untuk berangkat, Nasya langsung tertidur pulas dan terbangun setelah merasakan perutnya lapar.


"Euuuggghhhh, sudah jam berapa sekarang,!" Dengan perlahan Nasya mencoba bangun dan hendak turun dari ranjang, namun tiba tiba saja ponselnya berdering, ternyata El yang menelpon nya.


Segera Nasya mengangkat ponselnya yang ada di atas nakas.


"Assalamu'alaikum" Nasya langsung bersuara dan menaruh benda pipih tersebut di antara telinga dan rahang nya.


"Wa'alaikumsalam, sedang apa Mamih?" Terdengar El menjawab salam Nasya, dan langsung menggodanya.


"Nana baru saja bangun tidur By, setelah ByBy tadi pagi pamit, Nana langsung tertidur, entahlah By, akhir akhir ini Nana mudah sekali mengantuk," Jawab Nasya yang memang baru saja bangun dari tidurnya.


"Pasti Baby twins Papih lapar yaa,?" El yang memang sudah faham dengan jadwal sang istri langsung saja bisa menebaknya.


"Biasa By, sekarang memang sudah waktunya mereka makan," Ucap Nasya dari balik sambungan telpon.


"Makan yang banyak, agar mereka tumbuh dengan sehat, ByBy mungkin setelah ini hingga malam tidak bisa di hubungi, Karena ada meeting hingga malam hari, supaya besok pagi ByBy bisa pulang, karena sudah sangat rindu dengan Mamih dan Baby twins" El menjelaskan kalau jadwalnya setelah ini padat dengan agenda meeting hingga malam hari.


"ByBy juga harus jaga kesehatan, jangan lupa makan," Nasya kembali mengingatkan sang suami agar tidak lupa untuk makan dan menjaga kesehatan nya.


"Siap Mamih,! ya sudah sekarang ByBy akan siap siap untuk meeting kembali," Setelahnya El segera melihat arloji yang ada di pergelangan tangannya dan bersiap untuk meeting.


"Jangan lupa memberi kabar saat hendak pulang By,!" Nasya kembali mengingatkan sang suami untuk selalu memberinya kabar saat ada waktu senggang.

__ADS_1


"Baik sayang,! Tunggu ByBy yaa,! kalau begitu sekarang ByBy tutup dulu telponnya, Assalamu'alaikum" El segera mengakhiri panggilan nya dengan sang istri.


"Wa'alaikumsalam, By" Jawab Nasya seraya mematikan sambungan telponnya.


Nasya segera menaruh ponselnya kembali di atas nakas, dan turun ke bawah untuk makan siang.


Waktu terus berputar, matahari mulai terbenam di ufuk, tanda malam mulai menjelang, dan terang cahaya rembulan di malam hari pun mulai tergantikan dengan sinar matahari yang berangsur naik untuk menyinari bumi.


Kini Nasya sedang menonton acara televisi di ruang keluarga dengan di temani satu porsi rujak dan Mbok Lastri yang setia dan selalu ada di saat Nasya membutuhkan.


"Mbok, bagaimana kabar keluarga Mbok yang ada di kampung?" Tanya Nasya di saat Mbok Lastri sedang asik menonton acara talk show di salah satu stasiun televisi.


"Alhamdulillah Nyonya, kabar mereka semuanya baik, belum lama cucu Mbok juga menelpon karena akan segera masuk sekolah" Jawab Mbok Lastri dan menjelaskan kalau memang belum lama cucunya menelpon dan memberitahukan kalau dia akan masuk sekolah.


"Mbok, apakah stok bahan makanan masih banyak?' Kini Nasya bertanya kembali kepada Mbok Lastri.


"Sepertinya akhir Minggu ini akan habis Nyonya, bumbu dan makanan ringan pun sudah tinggal sedikit lagi" Ujar Mbok Lastri yang memang persediaan bahan makanan di dapurnya sudah mulai habis.


"Kalau Mbok, Bagaimana Nyonya saja, kalau memang Nyonya tidak keberatan mengajak Mbok yang sudah tua ini untuk belanja" Mbok Lastri sadar betul kalau dirinya memang sudah tidak lagi muda.


"Aku tidak hanya mengajak Mbok Lastri, tapi juga mengajak bik Lulu untuk membawa belanjaan, Mbok Lastri tenang saja, aku juga tidak mungkin menyuruh Mbok Lastri membawa barang barang belanjaan, karena Mbok Lastri sudah aku anggap sebagai pengganti orang tua dan juga sebagai pengganti suami di saat aku di tinggal sendiri seperti sekarang ini" Nasya juga faham, tidak mungkin dia memperlakukan Mbok Lastri hanya untuk membawa barang barang belanjaan nya, dia juga mengikutsertakan pelayanan yang lain yang tentunya masih muda, agar bisa di andalkan.


"Itu memang sudah menjadi kewajiban saya Nyonya, untuk menjaga Nyonya dan Tuan, karena ini amanat dari Nyonya besar sendiri, apalagi sekarang Nyonya sedang mengandung dan Tuan sedang tidak ada di rumah" Mbok lastri menjelaskan kalau dia memang sudah di amanah kan sebelumnya oleh sang Mamah, begitu El memutuskan untuk tinggal mandiri.


"Terimakasih Mbok," Nasya sudah kehabisan kata kata, dia benar benar salut terhadap Mbok Lastri yang sudah mengurus El sedari kecil hingga sekarang ini.


"Sama sama Nyonya" Jawab Mbok Lastri.


"Khem, sedang membicarakan apa sih, sepertinya seru sekali?" Tiba tiba saja El datang dan mengejutkan Nasya serta Mbok Lastri yang sedang asik bercengkrama sampai tidak mendengar suara orang masuk.

__ADS_1


"By, kapan sampai? Kenapa tidak ada memberi kabar Nana? Apakah ByBy sudah lama berada di belakang kami?" Sederet pertanyaan pun Nasya lontarkan kepada sang suami yang datang secara tiba tiba dan mengejutkannya.


"Kalau bertanya itu satu satu sayang,!" El langsung saja duduk di samping sang istri.


Melihat El sudah datang, Mbok Lastri segera bangun dan bergegas ke dapur untuk membuatkan minum untuk Tuan nya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya, karena saya akan membuatkan minum untuk Tuan" Pamit Mbok Lastri melenggang pergi meninggalkan sepasang suami istri yang sedang bucin tingkat akut.


"Sebelumnya terimakasih Mbok, tapi tidak usah repot repot Mbok, karena kami akan langsung naik ke atas dan istirahat" El langsung saja bersuara karena memang dirinya sangat lelah setelah semalam pulang dari perusahaan dini hari bahkan menjelang subuh.


Dia baru merasakan tidur setelah berada di dalam jet pribadinya.


"Baik Tuan,! Nyonya, kalau begitu Mbok permisi ke dapur dulu, ingin menyiapkan untuk makan siang nanti" Kini Mbok Lastri benar benar pergi ke dapur dan di angguki Nasya.


"Sayang, ByBy ada kejutan," El langsung bersuara setelah mereka sampai di dalam kamar.


"Kejutan apa By?" Nasya mendongakkan kepalanya menatap sang suami penuh selidik, yang sedang membuka jas dan menaruh nya di sofa..


"Minggu depan kita akan Baby moon ke pulau mahar selama satu Minggu, dan Ilham sedang mengurus semuanya" El menjelaskan kalau mereka akan melakukan Baby moon.


"By, apa benar seperti itu?" Dengan menutup mulutnya tidak percaya dan membulatkan matanya, Nasya benar benar di buat tidak percaya.


"Iya sayang, memang nya kapan ByBy pernah berbohong, hmm?" Kini El berbalik badan seraya menghampiri sang istri yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Maaf yaa, karena kesibukan ByBy, akhirnya baru sekarang kita bisa berangkat untuk honeymoon, bahkan ByBy tidak hanya di temani kamu, tapi juga ada Baby twins kita yang kini ikut serta." El menggenggam tangan sang istri dan setelahnya dia mengusap perut buncit Nasya, sontak saja mendapat respon dari anak anaknya sebuah gerakan.


"Sepertinya mereka ikut bahagia, Karena sebentar lagi kita akan Baby moon" El sangat bahagia saat dia mengusap anak anaknya yang masih dalam perut sang istri bergerak.


"ByBy sudah sangat rindu kepada kalian, tidak berjumpa sehari saja rasanya seperti satu tahun" El Berjongkok di hadapan Nasya dan berbicara kalau dirinya benar benar rindu.

__ADS_1


"By, sebaiknya mandi dulu, biar Nana siapkan baju ganti nya" Nasya memegang pundak El, dan memberitahukan untuk segera membersihkan badannya yang lelah setelah dari luar kota.


__ADS_2