
Hari ini author mau kasih visual para pemain utamanya dulu ya
Dika
Shofia
Baby Zidan
***
Siang itu Dika dan Shofia melakukan pengambilan foto untuk foto pernikahan mereka.
Shofia sangat cantik sekali mengenakan gaun pengantin dengan potongan sederhana.
Begitu juga dengan Dika yang mengenakan tuxedo hitam membuatnya sangat tampan.
Mereka mengambil foto dengan latar belakang hutan pinus yang menambah keromantisan suasana.
Setyo dengan gaya professional ala photografer memerintahkan Dika dan Shofia berpose.
" Ya Dika coba matanya ke arah Shofia dan juga sebaliknya..oke..oke. Ganti gaya coba tangan lu Dika letakan di pinggang Shofia..iya kaya gitu..oke..oke " perintah Setyo sambil terus mengarahkan gaya kepada pasangan tersebut.
__ADS_1
Sebenarnya Shofia agak grogi juga harus berpose romantis dengan Dika karena kan mereka hanya sepasang suami istri palsu saja.
Tapi kok sepertinya Dika sangat menghayati perannya sebagai suami.
"Shof, tolong gayanya jangan kaku gitu dong. Usahakan serileks mungkin ya!"perintah Setyo pada Shofia yang terlihat sangat tegang.
Dika memandang wajah Shofia. "Santai aja Shofi. Anggap aja kita lagi jadi model baju nikah" ucap Dika sambil tersenyum.
"Ih enak aja sih Dika ngomong gitu. Aku kan deg-degan gini kalo harus peluk-pelukan gitu sama kamu"ucap Shofia dalam hati.
"Kamu mungkin biasa aja kali Dika kalo bersama wanita tapi aku kan cuma pernah dekatnya sama Arya doang"lanjut shofia lagi dalam hatinya dan jadi kesal kalo ingat Arya.
Setelah take foto selesai, Dika mengajak Shofia jalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta.
"Wah baju ini pasti bagus banget kalo dipake sama anakku"ujar Dika.
"Anakku...enak aja ngaku-ngaku" ucap Shofia sambil menjulurkan lidahnya.
"Emang Zidan anakku. Aku mungkin buan ayah biologisnya. Tapi sekarang aku adalah papanya" kata Dika tegas.
Shofia hanya tersenyum mendengar perkataan Dika. Ada perasaan tenang mendengar Dika menyebut dirinya sebagai papa dari anaknya.
Setelah selesai di toko itu mereka lanjut keliling dan berakhir di sebuah restoran steak.
"Aku sangat lapar, Dika"kata Shofia sambil membuka buku menu.
__ADS_1
"Pesanlah yang kau suka, sayang"jawab Dika sambil nyengir.
"Sayang-sayang apaan. Kalo kita berdua aja ngga usah sayang-sayangan. Ntar keterusan loh"ucap Shofia sambil terus melihat-lihat menu yg ada di tangannya.
"Ngga apa-apa lagi kalo keterusan aku malah senang" jawab Dika ngasal.
Shofia hanya bisa mencubil tangan Dika.
"Oww sakit tau" Dika menarik tangannya yang sudah merah akibat cubitan Shofia.
."Makanya jangan bercanda mulu deh"ucap Shofia lagi.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengikuti mereka dan diam-diam mengambil foto mereka.
***
Malamnya di suatu tempat.
"Bos, tadi sore saya melihat orang yang mirip dengan putri bos. Ini Fotonya", kata orang tersebut kepada Tuan Akbar.
Tuan Akbar langsung mengambil foto itu dari tangan anak buahnya dan langsung tersenyum bahagia melihat anaknya ternyata sudah kembali ntah dari mana.
Tapi saat melihat laki-laki yang berada bersama Shofia, emosinya langsung naik.
Apakah itu Arya pacar Shofia? Yang pasti laki-laki itu yang membuat putrinya pergi dari sisinya.
"Cari laki-laki itu! Bagaimanapun caranya bawa dia kehadapanku!" perintah Tuan Akbar pada anak buahnya.
__ADS_1
***