Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
25 . Taman Bunga


__ADS_3

Pagi pagi setelah sarapan, El dan juga Nasya pulang dari rumah Mamah, mereka ingin mempersiapkan untuk keberangkatan nya ke Jerman esok hari, karena bukan hanya El seorang yang pergi ke Jerman, jadi El juga harus mementingkan keselamatan Nasya, selama dalam rangkaian perjalanan bisnisnya


"Sayang, jangan terlalu banyak membawa pakaian, kalau memang nanti ada yang kurang, biar nanti kita membelinya disana saja," Ucap El ketika melihat Nasya memasukan pakaian dari dalam lemari ke kopernya


"Iya By, Nana hanya membawa beberapa potong stel pakaian Nana dan juga ByBy," Sahut Nasya yang memang tidak banyak membawa baju ganti


"By, nanti kita berapa hari di Jerman?" Tanya Nasya yang sekarang sudah berada di tepi ranjang, sambil mendekat ke arah El yang sedang asyik dengan laptop di pangkuannya


"Mungkin sekitar tiga sampai empat hari sayang, tapi nanti ByBy usahakan supaya urusan yang disana cepat selesai dan kita cepat kembali" Jawab El menoleh ke arah Nasya dan kembali ke layar laptop yang ada di hadapannya, dan di angguki Nasya


"ByBy mau di masakin apa? biar Nana buatkan" Tanya Nasya lagi, karena dia ingin belajar melayani El


"Apa saja sayang, apapun yang kamu masak, pasti ByBy memakan nya" Jawab El seraya mengusap kepala Nasya yang tidak tertutup kerudung karena hanya berdua dengan El di dalam kamar


"Kalau begitu Nana ke dapur dulu By," Ucap Nasya bangun dan di angguki oleh El


Begitu sampai dapur, Nasya melihat Mbok Lastri sedang sibuk dengan beberapa ART yang lain


"Sedang masak apa Mbok?" Tanya Nasya yang sukses membuat Mbok Lastri yang sedang memotong sayuran terkejut karena posisi Mbok Lastri Lastri yang memang sedang membelakangi Nasya


"Iya Nyonya.! Saya sedang memasak cumi asam manis, capcay, ayam goreng tepung, gurame bakar dan sambal goreng," Jawab Mbok Lastri yang langsung menoleh ke arah Nasya yang sedang mendekatinya di dapur


"Apa yang bisa aku bantu Mbok?" Tanya Nasya yang sekarang sudah berada di dekat Mbok Lastri


"Tidak usah Nyonya, sebaiknya Nyonya istirahat saja, biar kami yang melakukannya," Mbok Lastri menjeda ucapannya, "Lagi pula disini panas, nanti badan Nyonya lengket kena asap dari masakan," Ucap Mbok Lastri yang tidak mengizinkan Nasya untuk membantunya


"Tidak apa Mbok, saya juga bosan tiduran terus" Jawab Nasya yang kini sudah memegang spatula dan ada di depan kompor sambil membalik ayam yang sedang di goreng


"Tapi nanti saya kena marah Tuan El" Cegah Mbok Lastri yang masih tetap dengan pendiriannya


"Tidak akan Mbok, tadi saya sudah minta izin suami saya, dan saya pun sudah terbiasa di dapur membantu Ibu kalau sedang di rumah" Jawab Nasya menjelaskan kalau memang dirinya sudah Terbiasa ada di dapur untuk membantu Ibunya

__ADS_1


Setelah Satu jam Nasya berkutat di dapur, akhirnya makanan sudah siap di hidangkan dan tinggal menaruhnya di atas meja


"Akhirnya selesai juga, sekarang tinggal temui ByBy dan mengajaknya untuk makan siang" Ucap Nasya setelah selesai menata makanan di atas meja


Ceklek


Nasya membuka pintu kamarnya, dan di lihatnya El sudah tidak ada di kasur, kemudian Nasya menuju ruang kerja El, dan benar saja El sedang menerima telpon entah dari siapa, karena El menelpon sambil menghadap jendela


El mematikan telpon nya, dan membalikkan badan, setelah dia melihat Nasya di hadapannya El di buat terkejut, pasalnya dia tidak mendengar suara pintu di buka, karena memang tadi dia sedang melakukan panggilan telpon dari paman nya yang di Jerman


"Sayang, sejak kapan kamu berada di situ?" Tanya El yang seperti orang bingung, "Sejak ByBy menelpon,!" Jawab Nasya yang memang dia sudah masuk, dan sedang melihat El sedang Vidio call entah dengan siapa


"Ohh....! Apa sudah selesai memasaknya?" Tanya El lagi, "Sudah By, dan tadi pas Nana masuk kamar, Nana tidak melihat ByBy di kasur, makanya Nana cari kesini" Jawab Nasya


"Tadi ByBy menerima telpon dari siapa?" Tanya Nasya seraya tersenyum manis yang selalu dia tunjukan di hadapan El, dan penasaran karena melihat ekspresi El seperti orang yang sedang tertangkap basah


"Itu tadi Paman Roy telpon, dia memberitahukan ByBy agar cepat berangkat ke Jerman, dan menyelesaikan masalah yang ada disana" Jawab El sambil mendekat ke arah Nasya untuk menghindari perdebatan dan mengajak Nasya untuk keluar dari ruang kerja dan menuju lantai atas untuk menunjukkan ruang yang ada di sana


Tiinngg


Pintu lift terbuka, dan nampaklah ruang bermain, seperti mandi bola, ayunan, dan berbagai macam mainan yang di design seperti Taman bermain yang ada di lingkungan kompleks nya


Sedang di sekelilingnya ada dinding kaca yang menghadap langsung arah timur, dan ada taman bunga yang sangat indah dan dari dalam sudah tercium wangi, karena ada berbagai jenis bunga bunga yang di tanam di situ memang bunga hias semua, mengingat Nasya sangat menyukai bunga


"By, apa yang sebelah sana itu taman bunga?" Tunjuk Nasya seraya menoleh ke arah di balik jendela yang memang tampak indah untuk dipandang


"Iya sayang, ByBy yang meminta Ilham untuk mendesign nya, dan Alhamdulillah, semua sesuai dengan apa yang ByBy inginkan, kemarin ByBy hanya melihat nya dari Vidio, tapi sekarang ByBy melihat sendiri bagaimana hasilnya, apa sayang ingin melihatnya?" El menjelaskan kepada Nasya, memang dia pun belum melihatnya secara langsung, mengingat kemarin masih dalam proses renovasi


Nasya yang tidak bisa berkata kata, hanya bisa menutup mulutnya tidak percaya, ternyata El benar benar memberinya kejutan yang membuat Nasya terasa tersanjung dengan El


"Terimakasih By, ternyata ByBy benar benar tau apa yang Nana inginkan,!" Ucap Nasya seraya memeluk El dari samping

__ADS_1


"Tapi ini semua tidak gratis sayang.!" Ucap El kemudian, dengan menaik turunkan alisnya ke arah Nasya dan tersenyum


"Maksudnya By?" Tanya Nasya yang memang tidak mengerti dengan ucapan El, sambil menatap ke arah El


"Malam ini cukup siapkan saja stamina yang kuat, karena ByBy akan memakanmu,!" Ucap El sambil mencubit gemas hidung Nasya


"Awwsshh, ByBy.!" Nasya langsung meringis karena El mencubit hidungnya, lalu melanjutkan ucapannya, "Memang nya Nana makanan" Sedang El hanya tersenyum manis ke arah Nasya


Nasya langsung saja membuka pintu kaca yang menyatu dengan jendela, dan begitu melihatnya, Nasya langsung saja berhambur berlari ke arah taman dan mencium semua tanaman bunga yang memang sedari tadi menggodanya


"By, tapi ada yang kurang jenis tanaman bunganya, bunga Lily belum ada," Ucap Nasya yang memperhatikan tidak ada tanaman bunga Lily di sekitar taman bunganya


Tanpa banyak bicara lagi, El langsung merogoh saku celananya dan menghubungi Ilham melalaui pesan singkat, untuk mencarikan bunga Lily dan membawanya segera ke taman


"Sayang, nanti sore bunga Lily nya di kirim kesini," Ucap El setelah berbalas pesan dengan Ilham lewat sambungan telpon


"Terimakasih yaa By," Nasya langsung saja berjongkok dan membuang rumput liar yang ada di sekitar tanaman bunga


'Apapun akan aku lakukan untukmu sayang, yang penting kamu selalu barada di di sampingku apapun yang terjadi nanti' batin El seraya memperhatikan Nasya yang sedang mencabut rumput yang ada di sekitar tanaman bunga


"Sayang, nanti kita lanjut lagi, sekarang sudah siang, cacing yang ada di perut ByBy sudah minta jatah makan" Ucap El lagi setelah melihat jam yang ada di pergelangan tangan kirinya, dan mengusap perutnya, seolah memberi isyarat bahwa dirinya sekarang sudah laparr


"Iya By," Jawab Nasya kemudian bangkit dan segera mencuci tangannya dan menghampiri El yang sedang berdiri sambil tersenyum ke arah Nasya


Mereka pun berjalan bersama untuk turun ke lantai bawah, dan makan siang, karena setelahnya El akan mengadakan meeting lewat laptop, Karena El masih ingin bersama Nasya dan menikmati masa masa pengantin baru mereka, sebelum acara resepsi tiba


TBC


Jangan lupa like dan komentar nya


Dukung terus Author yaa

__ADS_1


See you


__ADS_2