Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
77. Membawa Kalian


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan, saat ini mereka sedang berada di danau sambil menikmati sunset di tepi danau.


Dengan di temani suara deburan ombak yang bergulung-gulung, serta segarnya dari air kelapa muda dan tidak lupa Nasya memakan rujak buah yang terasa lezat saat di makan pada cuaca terik seperti saat ini.


"By, Nana sangat suka dengan indahnya cahaya senja, karena memberikan nuansa ketenangan batin, di tambah lagi dengan warna jingga yang sungguh memberikan kesan damai" Beo Nasya setelah memakan dua porsi rujak buah serta dua buah kelapa muda.


"Memang sangat indah, tapi ByBy tidak suka dengan cahaya senja" Sahut El yang juga sedang menikmati indahnya proses matahari terbenam.


"Kenapa tidak suka By" Tanya Nasya dengan menoleh kearah El sambil menunggu jawaban sang suami.


"Karena indahnya cahaya senja, hanya bisa kita nikmati sementara," Jawab El setelahnya menoleh kearah Nasya yang juga sedang menatapnya.


Sementara Nasya hanya menyimak penjelasan dari El tentang indahnya cahaya senja yang hanya bisa kita nikmati hanya sementara.


"By, besok jadwalnya hari kontrol lagi dengan dokter Arum," Kini Nasya mengalihkan pembicaraan dan mengingatkan sang suami kalau besok waktunya kontrol dengan dokter kandungan.


Semenjak usia kehamilan Nasya menginjak tujuh bulan, dokter Arum menyuruh untuk kontrol kehamilannya setiap dua Minggu sekali, apalagi kalau ada masalah dengan kandungan, pasti kerumah sakit hari itu juga.

__ADS_1


"Siap.! Besok akan ByBy antar," Jawab El seraya menatap sang istri dengan menunjukan deretan gigi putihnya.


Tidak lupa El mengabadikan moment matahari terbenam dengan ponsel yang dia pegang.


Setelah matahari benar benar terbenam, El dan Nasya bersiap untuk pulang.


Saat sedang di dalam perjalanan, Nasya melihat kedai yang menjual durian dan berbagai olahan dari durian, seketika jiwa lapar dari seorang Nasya datang.


"By, Nana ingin makan eskrim durian, dan SOP durian" El yang mendengar sang istri ingin makan dari olahan durian, segera menepikan mobilnya.


Dengan penuh semangat karena sudah membayangkan betapa lezatnya eskrim dan sop dari olahan durian, Nasya segera turun dan masuk kedalam kedai itu untuk memakannya.


"Iya By, Nana tidak akan banyak makan nya," Nasya berusaha menenangkan El kalau dia pun tahu akan konsekuensinya makan olahan durian saat sedang hamil.


Benar saja, begitu mereka masuk kedalam dan Nasya hanya memesan satu porsi eskrim dan sop durian saja, sedang El hanya memesan jus durian saja.


Setelah puas memakan olahan dari durian, mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah.

__ADS_1


Karena perjalanan yang lumayan jauh, perlahan Nasya memejamkan matanya, dan tertidur di mobil.


El melirik sekilas lalu tersenyum, dia sudah faham dengan kelakuan sang istri yang selalu tertidur saat sedang di perjalanan semenjak hamil.


Laju ban dari mobil yang El kendarai akhirnya sampai juga di rumah, karena kehamilan Nasya yang sudah sangat besar, El sudah tidak sanggup lagi untuk menggendong sang istri masuk kedalam kamar.


"Sayang, bangun.! Sudah sampai," Dengan mengusap pundak Nasya lembut, El mencoba membangunkannya.


"Sudah sampai rumah yaa?" Perlahan Nasya membuka matanya karena sayup sayup mendengar suara El membangunkannya.


"Maafkan ByBy yang sudah tidak sanggup untuk membawa kalian masuk kedalam" Ucap El karena merasa bersalah tidak dapat menggendong Nasya seperti kemarin kemarin.


"Tidak apa By, entah mengapa semenjak hamil, Nana sering sekali tertidur di mobil" Nasya yang mengerti akan kesedihan El, segera meraih tangan El dan menggenggamnya erat sambil tersenyum.


Sebelumnya Author minta maaf karena beberapa hari kemarin tidak update 🙏🙏


Karena kesibukan Author di dunia nyata lebih padat dan banyak 🙏😇

__ADS_1


Tetap semangat dan love you all 😘😘


__ADS_2