
"Sayang, sekarang pilih tema untuk konsep acaranya," Mamah berjalan mendekati Nasya yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya, Mamah memberikan Album Poto tentang macam macam tema dalam acara resepsi pernikahan, setelah kemarin mereka melakukan Fitting baju pengantin.
Nasya langsung menoleh ke arah Mamah dan menaruh ponsel di atas meja, lalu menerima Album Poto yang Mamah sodorkan kepadanya.
Dengan membuka dan melihat lihat contoh yang ada di dalam nya, akhirnya Nasya berucap "Aku ingin tema seperti putri kerajaan yang ada di dalam cerita dongeng Mah,"Jawab Nasya dengan mendongakkan kepala lalu menyerahkan kembali Album Poto tersebut kepada Mamah.
"Oke ! Nanti akan Mamah kasih tau pihak WO nya, yaa" Ujar Mamah seraya membelai kepala Nasya dan di angguki oleh Nasya.
Sekarang mereka sedang berada di rumah Mamah, karena Mamah menyuruh El agar Nasya yang memilih sendiri tema dari acara resepsi pernikahan nya.
"Kalau untuk undangannya ingin yang seperti apa Na?" Kini giliran sang suami yang buka suara.
"Seperti yang kita bicarakan kemarin saja By.!" Jawab Nasya yang menginginkan Tema undangannya yang elegan, perpaduan warna dark Chocolat dan gold.
"Oiya, Besok acara Foto prewedding jam berapa By?" Lanjut Nasya berucap menghadap sang suami yang sedang fokus dengan laptop di pangkuannya.
"Besok kita melakukannya dari pagi saja, supaya pulang nya tidak terlalu malam, karena kita harus mengunjungi dua tempat yang berbeda dan jaraknya lumayan jauh." El menatap sang istri dan menjelaskan kalau besok mereka harus melakukan sesi pemotretan di dua tempat yang berbeda dan dengan kostum yang berbeda pula.
"Jangan terlalu capek sayang, kalian juga harus mempersiapkan stamina agar nanti pas hari H tidak drop, karena musti berdiri lama dan bersalaman dengan tamu satu persatu" Sela Mamah yang datang dengan membawa nampan berisi salad buah yang dia buat khusus untuk sang menantu kesayangannya dan menaruhnya di atas meja.
"Istirahat dulu sayang, ini Mamah buatkan salad buah, supaya cucu Mamah cepat hadir karena Mamah sudah tidak sabar ingin menimang cucu dari kalian, agar rumah ini terasa ramai" Tutur Mamah dengan memberikan satu porsi salad ke tangan Nasya yang sukses membuat pipi Nasya merah merona.
"Untukku tidak ada Mah?" El bertanya kepada Mamah, sebab dia melihat hanya ada dua porsi salad.
"Bukannya kamu tidak suka salad?" Mamah tidak langsung menjawab pertanyaan El dan malah balik bertanya karena seingatnya El tidak suka salad, sambil memakan salad dan tersenyum ke arah Nasya.
"Ckk," El berdecak dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"By, kita makan berdua saja, lagi pula ini juga porsinya lumayan banyak" Nasya yang melihat El menghembuskan nafasnya akhirnya mengerti dan berinisiatif menawarkan salad kepada sang suami, kalau saat ini El sedang cemburu melihat kedekatan Mamah dan dirinya.
"Tidak usah sayang, biar nanti Mamah buatkan yang baru saja, kamu habiskan saja salad kamu, oke.!" Cegah Mamah saat melihat Nasya menawarkan salad yang sedang dia makan, dan berjalan ke arah dapur untuk membuatkan salad yang baru untuk El.
Kini sepasang pengantin baru itu sudah berada di rumah mereka, setelah berdiskusi dengan Mamah tentang acara resepsi yang akan berlangsung di sebuah hotel berbintang dengan undangan yang rata rata dari kalangan menengah ke atas, dan di hadiri oleh rekan bisnis El dari dalam dan luar negeri.
__ADS_1
"By, ini Nana buatkan coklat hangat" Nasya menghampiri El yang sedang duduk di tepi kolam renang dengan memainkan ponselnya.
"Terimakasih sayang," El membenarkan posisi duduknya saat Nasya menaruh nampan di atas meja dan duduk di sampingnya.
Langsung saja El tidur di pangkuan sang istri, jari jari lentik Nasya pun tidak tinggal diam, dia membelai kepala sang suami dan sesekali memijatnya, El yang mendapat respon dari sang istri langsung membuka piyama tidur Nasya dan mengrecupi perut Nasya gemas.
"Ahaha....hahaha ..geli By,!" Nasya tertawa terbahak bahak, karena mendapatkan kecupan bertubi tubi di area perutnya dari sang suami.
"Sayang, semoga cepat tumbuh dan di segerakan doa ByBy" Akhirnya El berhenti mencium perut Nasya, dan merabanya seraya berdoa.
"Aamiin.!" Nasya menjawab doa sang suami dan El segera bangkit dan mencium bibir Nasya sekilas sebelum benar benar duduk.
Cup
"Akhirnya ByBy benar benar jatuh cinta terhadap kamu, dan kenapa tidak dari dulu saja ByBy menerima perjodohan ini, kalau ternyata cinta setelah halal itu indah" El meminum coklat hangat yang Nasya bawa dan menatap langit malam yang terang dengan sinar cahaya rembulan dan bintang.
"Itulah yang di namakan takdir By, dan Nana juga sangat bahagia dan tidak menyangka di usia Nana yang menginjak 18 tahun, ternyata Nana menikah dan mempunyai seorang suami yang sangat mencintai dan menyayangi Nana apa adanya, hiks....hiks..." Jujur Nasya dengan menitikan air mata, entah kenapa akhir akhir ini dia sering melow dan mudah terbawa suasana.
"Kenapa menangis? Hmm.! Lebih baik sekarang kita masuk kedalam, udara malam tidak baik untuk kesehatan" El segera memeluk Nasya setelah menghabiskan coklat hangat dan memakan biskuit, setelahnya menggendong Nasya untuk masuk kedalam kamar.
El segera menurunkan Nasya perlahan di atas kasur, perlahan tapi pasti mata mereka pun terpejam dan terbang berkelana ke alam mimpi, dengan lengan El sebagai bantal untuk Nasya.
Denting jam terus berputar ke kanan, sayup sayup terdengar suara adzan dari pengeras suara masjid yang ada di dekat komplek.
Nasya membuka mata perlahan, dan menyingkirkan tangan sang suami yang melingkar di perutnya.
" Ternyata sudah masuk waktu shalat subuh" Lirih Nasya berucap dan segera membangunkan sang suami.
"By, sudah masuk waktu shalat subuh, sebaiknya kita segera shalat, nanti takut kesiangan" Nasya membelai lengan El seraya membangunkan El agar segera menunaikan shalat subuh.
"Hmm, morning kiss," El menunjuk bibirnya dengan telunjuknya, khas suara orang yang baru bangun tidur.
Cup
__ADS_1
Nasya langsung bangkit dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi sebelum El menahannya untuk melakukan olahraga ranjang dan sudah di pastikan mereka akan kehabisan waktu shalat subuh.
Sedang El tersenyum begitu melihat Nasya langsung berlari ke kamar mandi.
Nasya mencium tangan El, begitu mereka selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah di mushola yang ada di dalam rumahnya dan menaruh kembali peralatan shalat di tempat nya.
"By, bagaimana kalau kita joging di taman komplek, sebelum kita berangkat untuk melakukan foto prewedding" Usul Nasya kepada sang suami, mengingat dirinya sudah lama tidak melakukan olah raga.
"Boleh, kalau begitu kamu siap siap saja, ByBy tunggu di bawah, karena Ilham sebentar lagi sampai membawakan berkas untuk ByBy tanda tangani" Ucap El setelah membuka ponselnya dan mendapat email dari Ilham.
"Siap By, nanti Nana menyusul ke bawah, Nana akan bersiap dan ingin melihat sebentar taman bunga yang ada di atas." Nasya yang memang sangat senang dengan tanaman bunga, tidak pernah terlewatkan sehari pun dia melihat taman nya yang ada di lantai atas.
Setelah Nasya keluar dari lift dan sampai di lantai bawah, dia melihat sang suami masih berbincang dan sesekali membuka berkas yang ada di atas meja.
"By," Dengan kehati hati an dan merendahkan suaranya, Nasya mencoba memanggil El.
"Apakah sudah siap?" El menoleh kesamping ketika melihat Nasya sudah ada di sampingnya.
"Kalau memang ByBy sibuk, lebih baik di tunda saja, nanti saja By kapan kapan" Ujar Nasya menundukkan kepalanya dan memainkan kakinya yang sudah memakai sepatu sport.
"Ham, kalau begitu aku tinggal dan tolong nanti kirim saja lewat email, sekarang aku ingin ke taman komplek dulu, setelahnya akan melakukan foto prewedding di dua tempat yang berbeda," El segera pamit kepada Ilham dan memerintahkan Ilham untuk menghandle perusahaan sementara dia tidak bisa hadir dalam beberapa hari ini.
"Beres, nanti akan aku laksanakan, lebih baik kalian sekarang menikmati saja masa masa pengantin baru dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan, agar secepatnya memberikan aku keponakan yang lucu lucu" Goda Ilham sambil merapikan tumpukan berkas dan bergegas untuk pergi ke kantor.
El langsung memicingkan matanya dan menatap horor ke arah Ilham, sedang yang di tatap hanya acuh tak acuh sambil menahan tawanya dan masuk kedalam mobil meninggalkan rumah El.
Segera El menggapai tangan Nasya dan menuntunnya untuk masuk ke dalam mobil,.
"By, nanti sekalian kita mampir untuk sarapan di kedai yang menjual nasi uduk yaa" Nasya langsung angkat bicara saat mobil sudah melaju menuju taman yang ada di lingkungan komplek, karena biasanya kalau pagi seperti ini banyak warga komplek yang melakukan olahraga, mengingat di sana memang masih banyak pohon dan tanaman sehingga udaranya pun masih segar yang memang di sediakan pihak komplek untuk warganya.
"Iya sayang, apapun yang kamu minta, pasti akan ByBy kabulkan," Jawab El dengan mengecup tangan Nasya.
Ayoo tinggalkan jejak kalian
__ADS_1
Dukung terus Author
Supaya Author Semangat Update