
Setelah drama didalam kamar usai, kini El dan Nasya sudah berada di meja makan untuk sarapan, dan El bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Sayang, rencananya nanti untuk acara tujuh bulanan di rumah Ibu ingin konsep yang seperti apa?" Tanya El setelah selesai dengan sarapan paginya dan sambil menunggu Nasya selesai makan.
"Kalau menurut Ibu sih nanti menggunakan tradisi dari daerah Ibu" Jawab Nasya yang memang kemarin Ibu nya sudah memberikan usul untuk menggunakan adat dan tradisi dari tanah kelahiran Ibu nya.
"Baiklah, nanti biar ByBy bicarakan dengan pihak EO nya agar mereka bisa mempersiapkannya dari sekarang" El memang selalu ingin yang terbaik untuk anak anaknya, karena momen ini adalah hal yang pertama bagi El.
"Kalau begitu ByBy berangkat ke kantor dulu, kalau terjadi sesuatu segera hubungi ByBy atau Ilham" Lanjut El berucap dan segera pamit setelah melihat Nasya menghabiskan makanannya dan tidak lupa meminum susu hamilnya, lalu mereka keluar menuju teras depan rumah.
Tidak lupa El memberikan pesan agar menghubunginya saat terjadi sesuatu, karena El juga tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama.
Sudah bisa di pastikan kalau pekerjaannya pasti sudah menumpuk setelah dia tinggal beberapa hari ke Singapura.
"Iya By, hati hati di jalan" Kemudian Nasya menyerahkan tas kerja suaminya dan mencium punggung tangan kanan El.
Dan di balas El dengan mencium kening Nasya, tidak lupa El berpamitan kepada calon anak kembarnya dengan berjongkok di hadapan perut Nasya.
__ADS_1
"Papih berangkat kerja dulu, kalian jangan nakal didalam, kasihan Mamih, oke.!" Seperti mengerti dengan ucapan El, anak anaknya pun merespon dengan gerakan kecil, sehingga membuat El tersenyum di buatnya.
Tiinn
Setelah El duduk di depan kemudi, El memberikan klakson, tanda dia akan segera berangkat, dan terlihat Nasya melambaikan tangannya.
Begitu mobil El sudah tidak terlihat lagi, Nasya segera masuk kedalam rumah dan meminta Mbok Lastri yang melintas di hadapannya untuk membuatkan rujak buah dan jus jeruk.
"Mbok, tolong buatkan rujak buah dan jus jeruk yaa, nanti bawakan saja ke lantai atas," Ujar Nasya berbicara kepada Mbok Lastri dan segera menaiki lift menuju lantai atas rumahnya untuk melihat taman bunga.
Tidak hanya tanaman bunga yang ada, tapi juga ada beberapa tanaman buah yang sengaja El tanam, jadi terlihat seperti penghijauan di dalam rumah namun tertata dengan rapi, karena setiap harinya selalu di rawat oleh pekerja kebun.
Setelah puas melihat berbagai tanaman bunga, kini Nasya duduk di kursi kayu yang memang sudah di sediakan disana.
"Sayang, Mamih sudah tidak sabar menunggu kalian launching, rasanya sudah tidak sabar ingin segera mengajak kalian bermain disana" Lirih Nasya berucap seraya mengusap perut buncitnya yang sudah sangat besar, lalu melirik ke arah samping dimana berbagai jenis permainan sudah El siapkan untuk menyambut kelahiran sepasang anak kembarnya.
"Maaf Nyonya, ini rujak buah dan jus jeruknya" Dengan tergopoh gopoh Mbok Lastri mendekat kearah majikannya dengan membawa nampan berisi rujak buah dan jus jeruk.
__ADS_1
Sontak Nasya menoleh kearah Mbok Lastri yang bersuara dan meletakkan nampan diatas meja.
"Terimakasih yaa Mbok" Sahut Nasya kepada Mbok Lastri.
"Sama sama Nyonya, apa ada lagi yang ingin Nyonya butuhkan?" Sahut Mbok Lastri lalu bertanya kembali kepada majikannya.
"Tidak ada Mbok, apa Mbok Lastri bisa menemani saya disini?" Kini giliran Nasya yang bertanya kepada Mbok Lastri.
"Bisa Nyonya, dengan senang hati Mbok temani," Jawab Mbok Lastri kemudian duduk bersebelahan dengan Nasya.
Kemudian Nasya memakan rujak buah yang memang terlihat sangat segar hingga habis tidak tersisa, lalu segera meminum jus jeruknya.
"Nyonya, barang barang untuk keperluan si Dede, kemarin sudah Mbok rapihkan dan sudah Mbok taruh di kamar," Ucap Mbok Lastri yang memang sudah menaruh dan merapikan barang keperluan calon anak majikannya.
"Terimakasih Mbok" Tutur Nasya saat mendengar Mbok Lastri memberitahukan kalau dia telah merapikan semua barang keperluan calon anak kembarnya.
"Sama sama Nyonya" Sahut Mbok Lastri.
__ADS_1