Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
44. Tidak Ingin Menyakiti


__ADS_3

Perlahan sinar rembulan mulai berganti dengan sinar matahari pagi yang mulai merangkak naik ke atas untuk menyinari bumi.


Setelah semalam di guyur hujan yang cukup deras, Nasya mulai membuka matanya perlahan, dia teringat akan kelakuan suaminya semalam, El benar benar memperlakukannya sangat lembut dan penuh dengan ke hati hati an, karena dia tidak ingin menyakiti anak anaknya yang masih di dalam perut Nasya.


Mereka melakukan penyatuannya sebelum waktu subuh, karena Nasya tertidur semenjak pukul tujuh malam dan terbangun pukul dua dini hari karena merasakan lapar dan ingin memakan nasi goreng buatan sang suami.


Demi buah hati yang sedang di kandung istrinya El rela berkutat di dapur dini hari, sedang Nasya hanya memperhatikan suaminya dari meja makan yang sedang memakai Appron dan dengan lihainya memegang spatula di tangan kanannya dan wajan di tangan kirinya.


"By, bangun,! Sekarang sudah pukul 06.30." Nasya mencoba membangunkan sang suami yang masih setia melingkarkan tangannya di perut buncitnya.


"Lima menit lagi," Dengan suara serak khas orang bangun tidur, El berucap dengan masih memejamkan matanya.


Cup


Tanpa aba aba Nasya mengecup pipi El, berharap sang suami segera bangun dan bergegas untuk berangkat ke kantor.


"Yang sebelahnya juga iri, dia ingin mendapatkannya juga" El menunjukan pipi sebelahnya dengan telunjuknya agar Nasya mengecupnya juga.


Cup


"Sudah ahh, Nana ingin segera ke toilet, sudah tidak tahan" Dengan perlahan Nasya bangun dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, karena sudah bisa di pastikan kalau Nasya berlama lama nanti yang ada bakal panjang urusannya.


"Ternyata kamu masih malu malu saja sayang, padahal ini bukan yang pertama bagimu, inilah yang membuat ku semakin gemas dengan sifat mu" El segera bangkit dan bersiap turun ke bawah untuk sarapan menyusul sang istri yang lebih dulu turun ke bawah.


"Memangnya sudah makan nasi?" El bertanya setelah dia melihat istrinya memakan rujak di pagi hari yang terlihat sama sekali tidak merasakan masam ataupun pedas, El yang membayangkan nya saja sudah ngilu dan memegangi perutnya.


"Belum By, tapi Nana ingin sarapannya ini saja, makan nasinya nanti saja, kalau jam sepuluh" Nasya berucap seraya menatap El dengan senyum manis yang hanya dia tunjukan kepada sang suami.


"Huuff" Terlihat El menghembuskan nafasnya pelan lalu duduk di samping Nasya.

__ADS_1


Mereka makan dengan hening, sampai sarapan yang El makan habis tidak tersisa.


Nasya mengantarkan El sampai ke halaman rumah, tidak lupa Nasya mencium punggung tangan kanan El, kemudian El mencium kening sang istri di lanjutkan dengan berjongkok untuk berpamitan kepada Baby twins yang ada di dalam perut Nasya.


"Papih berangkat kerja dulu, jangan nakal yaa di dalam, saat weekend besok kita jalan jalan" Tidak lupa El juga mencium perut buncit Nasya yang terlihat sangat bulat dan menggemaskan.


"Iya Papih, Dede tidak akan nakal di dalam" Dan di jawab Nasya dengan menirukan suara anak kecil.


Tiiinn


El membunyikan klakson mobil nya, tanda dia akan segera berangkat, tidak lupa Nasya melambaikan tangannya sampai mobil suaminya benar benar menghilang lalu masuk kembali ke dalam rumah.


"Mbok, tolong buatkan jus jeruk, lalu bawa ke lantai tiga, karena aku ingin melihat bunga di taman" Titah Nasya begitu melihat Mbok Lastri yang kebetulan lewat di hadapannya.


"Baik Nyonya, segera akan saya buatkan" Ucap Mbok Lastri melenggang pergi menuju dapur, untuk membuatkan jus jeruk permintaan majikannya.


Begitu Nasya sampai di taman dan membuka pintu penghubung antara taman dan ruang bermain anak, aroma wangi dan sejuk langsung saja menyeruak indera penciuman Nasya.


"Maaf Nyonya menunggu lama," Ujar Mbok Lastri meletakkan jus jeruk dan cemilan nya di atas meja.


"Tidak Mbok, aku juga sedang menikmati indahnya taman di pagi hari" Elak Nasya yang membuka matanya saat melihat Mbok Lastri menghampirinya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya, kalau nanti perlu apa apa panggil Mbok saja." Pamit Mbok Lastri dan di angguki Nasya.


Setelah puas berada di taman, dan meminum jus jeruk serta beberapa cemilan, Nasya segera turun untuk mengisi perutnya yang sudah mulai terasa lapar, ternyata Mbok Lastri sudah menyiapkan semuanya di meja makan.


"Mbok, apa semua ini baru saja Mbok siapkan?, kenapa Mbok bisa tau kalau aku akan makan sekarang?" Nasya di buat kaget, pasalnya begitu dia sampai di depan meja makan, nasi serta lauk pauknya sudah tertata rapih di atas meja, bahkan ada juga satu gelas susu hamil.


"Tidak berselang lama Nyonya naik ke atas Tuan telpon, dan memberitahukan kalau nanti pukul sepuluh, Nyonya akan makan nasi" Mbok Lastri menjelaskan kalau dia tadi mendapat telpon dari El untuk mempersiapkan makan dan susu hamil untuk sang istri.

__ADS_1


"Baiklah Mbok, sekarang Mbok temani aku makan yaa" Langsung saja Nasya berucap dan mengajak Mbok Lastri untuk menemaninya makan.


Karena Nasya tidak ingin ada jarak antara dirinya dengan Mbok Lastri.


Mengingat beliau tidak hanya sebagai teman sejak kecil bagi El, tapi juga sudah seperti orang tua sendiri bagi sang suami.


Dan Mbok Lastri pun tidak bisa menolak ajakan Nasya yang sudah menarik kursi di sebelah nya.


"Terimakasih Nyonya,!" Ujar Mbok Lastri duduk di samping Nasya, mereka makan bersama, walaupun Mbok Lastri sudah sarapan, namun beliau tetap menghargai majikannya untuk menemaninya makan.


"Sama sama Mbok.!" Nasya tersenyum ke arah Mbok Lastri, kemudian mereka makan dengan hening, sampai makanan yang Nasya makan habis tidak tersisa, karena memang merasakan perutnya yang sudah sangat lapar.


"Alhamdulillah,! terimakasih Mbok, karena sudah menemani aku makan," Tidak lupa Nasya meminum susu hamil nya, kemudian pamit dan hendak naik ke atas.


"Justru Mbok yang seharusnya berterimakasih Nyonya," Ujar Mbok Lastri seraya membereskan meja dan peralatan bekas makan mereka


"Kalau begitu aku pamit ke atas yaa Mbok,"' Dan di angguki Mbok Lastri serta berucap, "Silahkan Nyonya, kalau nanti butuh sesuatu jangan sungkan untuk memanggil Mbok,"


Baru saja Nasya membuka pintu kamar hendak masuk, namun El langsung menyusul masuk.


"By, kenapa tidak menelpon kalau ingin pulang?" Tanya Nasya yang terkejut saat melihat El memeluknya dari belakang.


"Sengaja, kalau di beritahukan terlebih dahulu namanya bukan kejutan," Jawab El yang kini sudah berada di samping Nasya dan memeluknya dari samping dengan menuntunnya agar duduk di sofa.


"Sayang, besok ByBy akan ke luar kota, perusahaan anak cabang yang di sana sedang membutuhkan ByBy, tapi tidak akan lama lusa sudah pulang, untuk dua hari kedepan Ilham yang handle perusahaan di sini, ByBy janji, setelah ini tidak akan ada lagi perjalanan keluar kota ataupun keluar negeri sebelum mereka lahir." EL menjelaskan tentang rencananya yang besok akan melakukan perjalanan ke luar kota, seraya mengusap perut sang istri, karena setelah usia kehamilan Nasya menginjak trimester ketiga, El berjanji akan menjaga anak-anak nya sampai lahir.


"Tidak mengapa By, lagipula di sini juga kan ada Mbok Lastri yang selalu standby saat Nana membutuhkannya kapan pun" Dengan memegang tangan sang suami yang berada di perutnya, Nasya mencoba mengerti dengan kesibukan El.


"Terimakasih sayang,!" Lalu El mengecup tangan sang istri.

__ADS_1


Author mohon maaf baru bisa update, kemarin selama dua hari habis menjenguk anak Author yang sedang di pondok pesantren.🙏🙏😘😘


__ADS_2