Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
85. Tidak Akan Membalasnya


__ADS_3

Pagi ini Nasya tengah di sibukkan dengan mengurus si kembar terlebih dahulu, mulai dari memompa ASI hingga memandikan si kembar, tidak lupa Nasya juga menyiapkan perlengkapan El ke kantor.


Karena mulai hari ini Nasya sudah ada jadwal untuk kuliah.


"By, Nana tunggu di bawah, Nana ingin melihat si kembar, apakah sudah terbangun atau belum" Pamit Nasya dengan sedikit berteriak saat El memakai dasinya.


Cup


"Morning kiss dulu, agar ByBy mendapat sedikit vitamin saat bertemu dengan klien nanti" Tanpa aba aba, El langsung menahan pergelangan tangan Nasya dan menahan tengkuk leher istrinya.


Awalnya hanya kecupan biasa yang El berikan, namun El menahan pinggang istrinya dan memperdalam pagutan nya terhadap Nasya.


Nasya yang memang selalu tidak pernah menolak akan sentuhan yang suaminya berikan, hanya bisa menerima dan menikmatinya.


"Sudah By, takut Nevan dan Nessa menangis di bawah," Nasya langsung melepaskan dan menghentikan perlakuan suaminya yang sudah di pastikan akan berakhir di ranjang.

__ADS_1


"Kenapa semakin kesini istri ByBy semakin cantik saja, hmm?" Tanya El yang memang sekarang Nasya semakin terlihat montok, bahkan setelah melahirkan aura kecantikannya bertambah.


"By, hari ini Nana sudah mulai masuk kuliah, nanti tidak enak kalau sampai Nana terlambat," Nasya yang merasa malu karena di puji sang suami mencoba membuang mukanya kesamping.


"Biarkan saja, kalau memang nanti mereka sampai mengancam, ByBy sendiri yang akan turun tangan" El memang punya kuasa penuh di universitas tempat Nasya kuliah.


"Untuk saat ini lebih baik jangan By, karena Nana baru memulai menuntut ilmu, Nana tidak ingin semua teman teman tahu siapa Nana sebenarnya" Nasya yang tidak ingin jati dirinya di sorot di kampusnya, berusaha mencegah El.


"Tapi kalau memang mereka sampai membuat istri ByBy malu, ByBy akan tutup semua akses dan bahkan akan ByBy black list sebagai universitas dengan predikat terburuk" El memang tidak pernah main main dengan ucapannya, kalau sudah berhubungan dengan nama baik keluarga, karena harga diri adalah prioritas utama.


"Tapi ingat, nanti jangan ngebut saat berkendara, dan kalau sudah waktunya pulang kampus, jangan main ke mana mana," El mulai memperingati Nasya untuk berhati hati dalam berkendara, bukan masalah mobil yang El khawatirkan, tapi lebih tepatnya adalah nyawa sang istri.


"Siap.! Nana pasti akan selalu berhati hati dalam berkendara" Dengan mengangkat tangannya di atas dahi, seolah Nasya sedang hormat kepada El.


"Ya sudah, lebih baik sekarang kita turun ke bawah, pasti Nevan dan Nessa sudah menunggu kita" Dengan menggandeng tangan Nasya, mereka akhirnya turun ke bawah untuk sarapan dan menemui anak anaknya.

__ADS_1


"Mah.....mah......mam.!" Teriak Nessa saat melihat Nasya menghampirinya yang sedang di suapi makan oleh suster.


"Wahh, ternyata anak anak Mamih sedang sarapan yaa," Nasya langsung menghampiri si kembar dan menciumi pipi chubby mereka secara bergantian.


Lalu di lanjutkan dengan Nasya dan El yang sedang sarapan, dengan sesekali El melihat kedua anaknya yang selalu tidak bisa diam saat sedang di suapi makan.


Yaa, saat ini si kembar sedang aktif untuk berjalan merambat di tembok, jadi para suster yang berjaga juga sudah tidak bisa lengah sedikitpun.


Apalagi saat mereka berenang di kolam khusus untuk balita, pasti mereka akan sama sama saling menikmatinya.


"Mamih berangkat dulu yaa,! Jangan nakal di rumah" Tidak lupa Nasya mengajarkan anak anaknya untuk mencium punggung tangannya.


"Boy, Papih berangkat ke kantor dulu, tolong jaga princes dirumah" Kini giliran El yang pamit kepada anak anaknya.


Nasya mulai menjalankan mesin mobilnya dan di lanjutkan dengan El.

__ADS_1


__ADS_2