
"Nanti setelah meeting dengan klien yang dari Jepang selesai, kita akan pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi baby twins, sekalian untuk mengetahui jenis kelaminnya" Saat ini mereka sedang ada di teras, karena El akan segera berangkat ke kantor.
"Memangnya ByBy sudah membuat janji dengan dokter kandungannya? Bukannya kandungan Nana masih belum tri mester ketiga?" Tanya Nasya saat El membicarakan tentang jenis kelamin anak yang sedang di kandungnya.
"Semoga saja bisa sayang, alat USG disini lebih canggih, dan ByBy kemarin sudah ada janji dengan teman ByBy yang bekerja di rumah sakit internasional yang ada disini" Jawab El kalau memang kemarin dia sudah menghubungi temannya yang memang dokter spesialis kandungan yang bekerja di rumah sakit.
"Papih berangkat kerja dulu, nanti kita akan mengecek kondisi kalian yaa,!" Tidak lupa El berpamitan kepada bayi yang masih ada di kandungan Nasya seraya mengusapnya lembut.
Cup
El mengecup kening Nasya, lalu di balas Nasya dengan mencium punggung tangan kanan El, setelahnya Nasya memberikan tas kerja suaminya.
Selepas kepergian El ke kantor, Nasya duduk di sofa ruang keluarga dengan memainkan ponselnya.
Nasya berselancar di media sosialnya, dia ingin tahu kabar teman temannya, terutama Feby yang hilang komunikasi setelah acara perpisahan di sekolahnya.
Lama Nasya mencari, akhirnya dia menemukan juga akun Feby dan ternyata sekarang Feby sedang menempuh pendidikan di Paris, untuk menjadi seorang designer seperti Ibu nya.
"Alhamdulillah, sekarang Feby benar benar melanjutkan sekolahnya di Paris, dan hasil belum lama ini dia mengadakan fashion show di Paris bersama dengan Ibunya" Lirih Nasya berucap seraya terus mengikuti informasi tentang temannya itu.
"Permisi Nyonya, apa butuh sesuatu? Biar saya buatkan" Tawar Novi yang tiba tiba saja muncul dari arah dapur dan sukses membuat Nasya terkejut.
"Boleh,! Buatkan saja salad buah dan setelahnya tolong buatkan pasta" Dengan mendongakkan kepalanya kearah Novi, Nasya berucap.
"Baik Nyonya, segera akan saya buatkan" Kemudian Novi membalikkan badannya dan berlalu dari hadapan majikannya untuk ke dapur.
__ADS_1
'Apa memang sudah bisa terlihat yaa jenis kelaminnya? Mengingat usia kandungan aku baru akan menginjak enam bulan' batin Nasya berucap dengan menaruh ponselnya di atas meja sofa.
El memang tidak mempermasalahkan jenis kelamin anak anaknya, bagi El yang terpenting mereka sehat sampai saat waktu lahir tiba, begitu juga dengan Nasya yang tidak ingin tahu jenis kelamin anak anaknya, biar menjadi surprise.
Tidak berselang lama Novi datang dengan membawa satu porsi salad dan satu porsi pasta.
"Nyonya, ini salad dan pastanya, apa perlu sesuatu lagi?" Tanya Novi setelah meletakkan satu porsi salad buah dan pasta di atas meja.
"Sudah Novi, terimakasih,! Lebih baik sekarang kamu duduk dan temani saya disini, untuk pekerjaan yang lain nanti saja di teruskan, dan untuk makan siang juga nanti kita buat bersama sama," Ujar Nasya kepada Novi, dan memerintahkan Novi untuk menemaninya.
"Apa nanti Tuan tidak akan pulang untuk makan siang?" Tanya Novi lagi kepada majikannya.
"Tidak Novi, karena hari ini Tuan ada meeting dengan klien dari Jepang dan setelahnya di lanjutkan dengan agenda makan siang bersama, jadi nanti setelah acara meeting nya selesai, Tuan akan pulang dan kami akan ke rumah sakit untuk kontrol dengan dokter kandungan," Jelas Nasya terhadap Novi, sambil memakan salad buah yang tinggal separuh.
"Iya Nyonya, tidak apa apa kalau memang Tuan hari ini tidak makan siang di rumah, biar nanti saya siapkan untuk makan malam saja, apa Nyonya ingin saya buatkan lagi salad buahnya?" Tawar Novi saat melihat mangkuk yang berisi salad buah majikannya tinggal separuh.
Kini pandangan Novi beralih ke layar televisi yang ada di depannya, sesekali Novi tertawa saat melihat ada yang lucu dari acara talk show yang sedang dia tonton.
Saat tengah asyik menonton televisi, tiba tiba saja terdengar suara bel dari pintu depan apartemen.
Tingtong....!
"Coba saya lihat dulu Nyonya" Dengan sedikit berlari, Novi segera menuju arah suara ketukan pintu.
Ceklek
__ADS_1
Nampaklah sang Mamah dengan gaya elegan namun terkesan mewah sedang berdiri di depan pintu apartemen.
"Apa Nyonya kamu ada di dalam?" Tanya Mamah begitu pintu di buka, Novi yang memang hanya sesekali melihat Mamah El, belum terlalu mengenal Nyonya besar dari majikannya hanya bisa diam saat melihatnya.
"A~, Ada didalam, sedang di ruang keluarga" Segera Novi memberikan jalan untuk Nyonya besarnya masuk.
"Sayang, kamu sedang ada dimana?" Langsung saja Mamah bersuara sedikit agak keras saat masuk kedalam apartemen.
"Mamah,!" Ucap lirih Nasya saat mendengar suara familiar dari sang Mamah mertua dan langsung menoleh kearah sumber suara.
"Bagaimana kabar kalian?" Mamah langsung saja mendaratkan bokongnya di samping menantu kesayangannya.
"Alhamdulillah Mah, kabar kami baik, dengan siapa Mamah kesini?" Jawab Nasya seraya mencium punggung tangan kanan sang Mamah.
"Tadi Mamah minta Ilham untuk mengurusnya, karena Mamah sudah sangat rindu dengan kalian,.sebab kemarin Mamah kerumah kalian, tapi kata Mbok Lastri kalian sedang pergi ke Singapura, jadi Mamah memutuskan untuk menyusul kalian disini, Mamah tidak puas kalau hanya berbicara melalui sambungan telpon" Keluh Mamah saat tahu anak serta menantunya tidak ada dirumah.
"Kami berangkat memang mendadak Mah, sebenarnya Nana tidak ingin ikut, hanya saja Kaka El memaksa dan akhirnya Nana membawa Novi untuk menemani, saat di tinggal ke kantor seperti sekarang ini" Jelas Nasya yang kini menggenggam jemari tangan sang Mamah.
"Bagaimana kabar mereka?" Kini Mamah beralih mengusap perut buncit Nasya.
"Alhamdulillah mereka semakin aktif Mah, apalagi saat malam hari, dan rencananya nanti setelah makan siang, kami akan kerumah sakit untuk mengecek perkembangannya" Tangan Mamah langsung di tuntun Nasya agar Mamah bisa merasakan pergerakan dari anak anaknya.
"Silahkan di minum Nyonya besar," Tawar Novi dengan membawa nampan berisi minuman dan juga cemilan, lalu meletakkan nya di atas meja, dan hanya di angguki oleh sang Mamah dengan menoleh sekilas kearah Novi.
"Apa nanti Mamah boleh ikut untuk melihat perkembangan mereka?" Tanya Mamah kemudian, dengan ekspresi muka penuh harap.
__ADS_1
"Tentu saja Mah, Tapi sebelumnya kita makan siang bersama dahulu, lagi pula Mamah juga kan baru sampai" Langsung saja Nasya menawarkan sang Mamah untuk makan siang.
"Iya sayang," Ujar Mamah dengan senyum yang manis semanis gula di hadapan menantu kesayangannya.