Aku Bukan Gadis Kecil, Om!

Aku Bukan Gadis Kecil, Om!
61. I Found You


__ADS_3

Joseph hanya terdiam saat Jorgie mengetahui bahwa Jeniffer memiliki dua kepribadian yang berbeda saling bertolak belakang. Dalam hati dia juga tidak dapat menyalahkan sang kakak ipar karena pribadi kedua itu tidak menunjukkan eksistensinya yang terlalu besar.


Namun melihat dari gelagatnya, Joseph yakin setelah mereka menemukan Jeniffer dan Edward pria itu pasti akan membawa sang keponakan kepada psikiater untuk menghilangkan pribadi kedua itu.


Tring


Bunyi notifikasi yang menandakan ada sebuah pesan masuk pun terdengar dari smartphone Joseph. Matanya melebar saat membaca jika teman-temannya yang berdomisili di Salatiga melihat keberadaan kedua remaja itu di gerai ayam goreng tadi sore.


Teman-temannya mengatakan mungkin saja kedua remaja mencari penginapan di daerah dekat dengan restoran ayam goreng tersebut mengingat di daerah itu perkantoran dan pusat perdagangan. Setidaknya anak kota pastinya mencari daerah yang sudah lebih maju dibandingkan daerah permukiman penduduk yang jauh dari pusat kota dan keramaian.


Setelah balas pesan selamat 10 menit akhirnya Joseph merasakan kantuk pada matanya dan dia memutuskan untuk tidur menyusul ketiga pria yang sudah mendengkur dari tadi.


***


Keesokan harinya, Joseph menjadi orang yang terakhir paling bangun. James akhirnya membangunkan sang putra dengan peran Karena mereka berencana untuk mencari sarapan di luar penginapan ini.


"Mau makan apa di Salatiga?" tanya Joseph sambil mengucek mata.


"Ya makanan khas sini," jawab James singkat.


"Tadi aku udah cari-cari di internet kayaknya makan sate sapi, soto esto, opor bebek sama gudeg itu yang masih masuk di lidah kita." ucapan Jorgie mengalihkan perhatian ayah dan anak itu.


"Aku mau makan yang berbau mie aja deh," ucap Joseph yang merasa aneh dengan makanan-makanan yang disebut oleh kakak iparnya.


"Masa jauh-jauh ke Salatiga makannya mie, yang lain atuh, Jos," ucap James dengan nada menyindir.


"Yang penting judulnya ada makanan yang masuk ke dalam perut Jadi kita nggak akan sakit," sahut Joseph santai.


"Sudah sudah, lebih baik kita cari sarapan dulu untuk mengisi tenaga," kata Stanley dengan cepat dia tidak ingin kedua ayah dan anak itu berdebat untuk hal yang tidak jelas.


***


Restoran yang dipilih Jorgie ternyata menyediakan menu yang cukup lengkap termasuk dari nasi goreng, mie goreng, makanan nasional sampai makanan khas daerah Salatiga. Joseph penasaran ingin mencoba mie goreng Jawa, waktu di kantor dia pernah memakannya karena manager akuntansi mentraktrik satu kantor. Dia penasaran apakah mie goreng Jawa ini akan sama cita rasanya atau tidak.


Baru saja keempatnya memulai makannya, smartphone Joseph berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Dengan cepat pemuda itu mengambil perangkat telekomunikasinya dan melihat siapa gerangan yang meneleponnya pada pagi hari menjelang siang ini.

__ADS_1


Guntoro is calling


Terlihat tampilan layar smartphone Joseph memberi tahukan siapa sang penelepon. Dengan cepat Joseph mengangkat panggilan itu dan suara sang teman segera menyapa telinganya.


"Joseph tentang kedua orang yang sedang lo cari, temen gua yang lagi liburan kebetulan tdi lihat mereka berdua. Mereka terlihat di pasar XXX jam 7 pagi tadi,"


"Terima kasih ya, Gun, oke ntar gua bilang sama yang lain. Thanks banget atas infonya," ucap Joseph dengan nada riang.


Ketiganya lantas menghentikan makannya dan melihat Joseph dengan penuh rasa heran.


"Ada apa, Joseph?" tanya James.


"Barusan ada yang bilang lihat Jeniffer sama Edward di pasar XXX jam 7 pagi, artinya kita semakin dekat dengan pencarian," jawab Josep yang lalu menghabiskan makanannya dengan cepat.


Di dalam hatinya, Joseph berharap bahwa Jeniffer baik-baik saja dan andai memang pribadi keduanya yang menguasai pikiran dan tubuh gadis itu, Joseph harus bertindak hati-hati.


***


Dan ternyata hal yang sama juga dirasakan oleh Leo, saat mendengar berita Jeniffer dan Edward yang kabur keluar kota membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Leo bertekad untuk menyusul keduanya.


Leo tidak berangkat sendiri melainkan bersama dengan sang om yang juga adalah guru BK Gold Lotus Flower High School. Mister Alvin.


Meskipun awalnya sang guru BK menolak keras agar Leo ikut serta dalam pencarian Jeniffer dan Edward namun berkat kegigihannya akhirnya pemuda itu dapat menyakinkan semua keluarganya jika tidak akan merepotkan Mister Alvin selama salah proses pencarian.


"Leo kalau mau bantu Shushuk, kamu jangan buat ribut, tenang selama dalam perjalanan," ucap Mister Alvin memperingatkan.


"Iya, Leo nggak akan buat masalah koq, Shuk, berarti ayo kita jalan sekarang." ucap Leo dengan penuh semangat.


"Sebentar ini tunggu teman Shushuk dulu, biar gantian nyetirnya sama dia. Kalau sama kamu Shushuk belum percaya," Leo memberengut saat mendengar perkataan dari sang om.


"Oke, Shuk, yang penting kita cepat nemuin Jeniffer sama Edward," ucap Leo dengan lirih.


Padahal dia ingin juga bergantian mengendarai mobil dan sudah memiliki SIM tapi kenapa sang om seperti tidak mempercayai dirinya. Apakah karena dia masih berada di bawah 20 tahun? Tanya Leo dalam hati.


"Nanti kalau sudah usia 20 tahun, baru gantian nyetirnya. Kalau sekarang emosi kamu belum stabil yang ada malah ngajak ribut sama pengguna jalan lain," ucap Mister Alvin sambil menepuk bahu sang keponakan.

__ADS_1


Ternyata teman yang dimaksud orang Mister Alvin adalah Mister Andrew guru BK Jeniffer semasa SMP, saat ini sekolah sedang diliburkan maka dari itu Mr Andrew dapat menemani Mr Alvin untuk mencari Jennifer dan Edward.


Leo semakin memberengut kala kedua pria dewasa itu berbicara tanpa melibatkan dirinya. Pemuda itu merasa keduanya menganggapnya masih kecil yang tidak tahu apa-apa.


"Kalian berdua berbicara kayak enggak anggap aku ada aja," ucap Leo berdesis kesal.


"Maaf, Boy, pembicaraan ini terlalu dewasa untuk kamu yang masih bocil," Mister Andrew langsung membalas perkataan Leo dengan menyindirnya.


"Ughh, terus kenapa masih ngobrol kalau tahu ada anak di bawah umur," balas Leo sengit.


"Siapa suruh kamu ikut, ini bukan acara jalan- tapi pencarian orang yang hilang karena kabur," ucap Mister Alvin dengan nada suara agak tinggi yang membuat Leo memilih untuk tidur di sisa perjalanan mereka.


***


Josep dan yang lainnya menelusuri pasar XXX sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh sang teman. Namun sudah 30 menit mereka menjelajah tempat ini tidak ada hasil yang didapatkan.


Benar kata Jorgie kalau pribadi kedua Jeniffer sangat lihai dan cerdik. Dia bahkan dapat menghapus jejak keberadaan mereka berdua agar tidak ditemukan.


"Bagaimana ini, Pa? Sudah hampir siang dan kita semua belum menemukan keberadaan Jeniyfer dan Edward," ucap Jorgie yang mulai merasa penat yang menandakan bahwa pria itu kurang olahraga.


"Kita cari lagi kalau sampai ke hotel untuk istirahat dan makan siang," ucap Stanley yang sedang menyeka keringat yang bercucuran melalui pori-pori kulitnya.


"Oke, kita berpencar sekali lagi dan bertemu di titik ini," ucap James yang memang paling tenang dibandingkan keempatnya.


"Papaaa, Josep lihat Jeniffer!" pakaikan Joseph yang kuat membuat games yang hendak melangkah mengurungkan niatnya.


Pria itu menoleh dan melihat arah yang ditunjuk oleh Joseph benar saja dia melihat kedua remaja yang berlainan jenis itu sedang memilih-milih bahan makanan mentah berupa sayuran dan buah-buahan.


Dengan cepat James menghubungi Stanley dan Jorgie untuk mengetahui bahwa Jeniffer telah ditemukan sementara Joseph langsung beralih menuju ke arah kedua remaja yang tidak menyadari kehadiran mereka.


"Jeniffer!"


Baik gadis dan pemuda yang bersamanya menolehkan wajah saat panggilan itu keluar dari bibir Joseph. Wajah sang gadis menegang menandakan bahwa dia tidak menyukai keberadaan Joseph di tempat ini karena pemuda itu dapat membahayakan eksistensinya bahkan juga bisa menghilangkannya.


"Cepat kabur dasar oon!" jerit Jessi yang langsung menarik tangan Edward.

__ADS_1


"Jeniffer, kamu enggak bisa ke mana-mana lagi sekarang. I Found You," ucap Joseph sambil menunjukkan seringai puas dibibirnya.


__ADS_2