Aku Bukan Gadis Kecil, Om!

Aku Bukan Gadis Kecil, Om!
71. Memulai penyelidikan terhadap Joseph


__ADS_3

Leo yang masih menyimpan kecurigaan mengenai Joseph berniat untuk mengawasi dan menyelidiki Joseph. Yang dia tahu Edward pernah mengatakan jika melihat pemuda itu di sekitar rumahnya.


Maka dari itu langkah pertama Leo adalah mendatangi daerah rumah Edward dan menyelidiki di mana Joseph tinggal. Tapi untuk kali ini dia tidak akan melibatkan siapapun karena Leo memiliki firasat jika melibatkan adik kelasnya itu akan sangat berbahaya untuk Jeniffer maupun Edward.


"Oke, mari ingat-ingat lagi di mana Edward tinggal," gumamnya sambil melihat tampilan akun media sosial dari Edward.


Setelah menstalking akun Edward selama 15 menit, Leo akhirnya mengingat di mana perumahan keluarga Sukmajaya tinggal.


Dengan langkah mantap Leo memesan ojek daring untuk sampai ke perumahan semi elit yang berada di daerah Jakarta bagian barat itu. Untungnya tidak perlu meninggalkan tanda identitas untuk memasuki perumahan ini. Namun banyak anjing berkeliaran yang memang dipelihara oleh pihak security kompleks untuk membantu menjaga keamanan komplek ini 24 jam.


"Mas, sudah sampai di kompleknya, nomor berapa rumah temannya?" tanya mas ojek mengingatkan jika Leo sudah sampai tujuan.


"Saya agak lupa, ya sudah saya jalan saja, Mas. Kayaknya enggak terlalu jauh dari gerbang depan," kata Leo sambil membuka helm milik mas ojek.


"Oh ya sudah, kalau begitu jangan lupa kasih bintang 5 buat saya,ya," ujar mas ojek sambil menerima helm yang disodorkan oleh Leo yang hanya ditanggapi anggukan kepala.


"Beres itu, terima kasih ya, Mas," ucap Leo sebelum mas ojek meninggalkan gerbang depan komplek perumahan Edward.


Sambil melihat akun media sosial Edward, Leo mulai menjelajahi bagian depan perumahan yang sepertinya sengaja ditanami pohon-pohon besar untuk membuat udara menjadi sejuk.


"Sepertinya ini deh rumah Edward, tapi gua enggak tahu tuh bocah keluar atau di rumah pas weekend begini," ucapnya sambil mencocokkan foto Edward yang berfoto di depan rumah dengan rumah yang berada dihadapan.


Beruntung bagi Leo sebab Edward tak lama keluar dari rumah dengan memakai kaus berwarna merah marun dan celana jeans panjang serta memakai tas selempang hitam. Sepertinya Edward berniat untuk pergi saat ini juga.


"Edward," sapaan Leo membuat Edward menoleh dan terkejut saat melihat Leo yang berdiri di depan rumahnya.


"Bang Leo? Koq Abang bisa ke mari?" tanya Edward dengan bingung.

__ADS_1


"Gua memang mau ke rumah lo, cuma kayaknya mau pergi, ya. Gua lagi gabut dan mau main sebentar, sepertinya lain kali saja gua mainnya," ujar Leo dengan mimik wajah kecewa.


"Eh, eh, kalau begitu Abang ikut aja deh. Aku juga enggak mungkin batalin janjiku sama orang ini," Leo mengernyit saat Edward menyebut kata orang ini yang berarti hubungannya antara orang yang ditemui tidak terlalu dekat.


"Apa tidak apa-apa, gua ikut sama lo?" pancing Leo yang ingin melihat reaksi Edward.


"Enggak apa-apa, koq, Bang. Ayo kita pergi sekarang. Aku pesan taxi dulu, ya," Leo tersenyum puas saat mengetahui reaksi Edward yang sedikit resah.


'Gua terpaksa harus mengikuti lo selama beberapa waktu ini agar dapat menyelidiki ke mana Jeniffer pergi,' ucap Leo dalam hatinya.


***


15 menit kemudian, mereka tiba di sebuah mall yang berada di daerah Jakarta Utara. Leo memikirkan siapa orang yang akan ditemui oleh Edward sekarang. Matanya membelalak saat melihat Joseph-lah ternyata orang itu. Terlihat dari tampilan PP aplikasi perpesanan milik Edward yang tidak sengaja dia lihat.


"Lo kenal sama om ini?" tanya Leo bingung bercampur senang karena niatnya untuk bertemu Joseph dapat terlaksana saat ini juga.


Selama ini gosip yang beredar adalah Jeniffer dan Edward saling suka namun tidak mendapatkan restu dari orang tua. Maka dari itu keduanya memutuskan untuk kabur bersama. Tapi apakah benar gosip itu sementara nama belakang keduanya adalah Sukmajaya? Pikir Leo dalam hati.


"Ed, gua boleh tanya enggak? Tapi terserah lo sih mau dijawab atau enggak," ucap Leo dengan nada santai.


"Tanya apa, Bang?" tanya Edward yang sedang menunggu Joseph menuju ke tempat mereka. Terakhir pria kantoran itu berkata jika sudah sampai di mall ini. Hanya tinggal memarkirkan motornya saja.


"Apa lo ada perasaan sama Jeniffer, terus ortu enggak setuju makanya lo berdua kabur," tanya Leo dengan hati-hati.


Tak lama Edward tertawa kencang seakan jika pertanyaan dari Leo itu adalah hal yang lucu. Dan Leo dapat menyimpulkan jika tidak ada perasaan khusus diantara keduanya, membuat Leo lega saat mengetahuinya.


"Aduh, gosip dari mana pula itu. Benar-benar liar banget, ya enggak mungkin dong, gua punya perasaan lebih sama kakak satu ayah," ucap Edward tanpa sadar dan Leo cukup tersentak mendengarnya.

__ADS_1


Namun Leo lebih memilih untuk tidak menanyakan lebih lanjut mengapa Edward dapat mengetahui fakta itu. Untuk saat ini cukuplah dia mengetahui jika ada hubungan darah diantara Jeniffer dan Edward.


"Edward," sapaan itu membuat kedua remaja itu mengalihkan pandangannya. Terlihat Joseph yang terlihat kusut dan lelah dengan kemeja berlengan pendek warna kuning gading yang mulai kusut di mana-mana.


"Bang Joseph," Edward melambai ke arah Joseph yang terkejut saat melihat jika pemuda itu bersama dengan Leo.


Dalam hatinya, Joseph merasa resah jika tujuan Leo bersama dengan Edward hari ini adalah untuk mengorek informasi mengenai Jeniffer. Mungkin pembicaraan mengenai gadis itu harus ditunda hari ini.


"Sudah lama tunggunya?" tanya Joseph yang mengambil duduk di samping kiri Edward.


"Tidak terlalu lama juga karena aku ditemani oleh Bang Leo," ucap Edward yang memang tidak memiliki firasat mengenai Leo yang berniat mencari Jeniffer.


"Oh, gitu, gimana? Sudah lancar latihan yang Lo tanyakan sama gua?" ucap Joseph membuat Edward bingung, namun sesaat kemudian Edward menangkap kode yang dilemparkan oleh Joseph yang sayangnya sempat dilihat oleh Leo.


'Memang benar rupanya ada yang disembunyikan oleh kedua orang ini,' ujar Leo dalam hatinya dan dia bertekad akan menyelidiki Edward dan Joseph karena merasa bahwa mereka berdua lah kuncinya untuk dapat menemukan Keberadaan Jeniffer.


"Belum,Bang, ternyata susah banget ya oprek-oprek sistem keamanan password WIFI," ujar Edward berbohong.


Namun naasnya, kebohongan Edward memberikan ide bagi Leo untuk dapat menyadap alat komunikasi dari Edward. Tapi dia tidak boleh gegabah karena Joseph adalah seorang ahli IT setahunya.


"Lagian kamu ngapain mau ngoprek password WIFI tetangga lo, kayak keluarga lo itu enggak mampu aja," ucap Joseph yang merasa memiliki kesempatan untuk menyindir Edward. Istilahnya kesempatan dalam kesempitan.


"Hehehehe, habis kadang lemot banget kalo lagi MABAR. Siapa tahu aja nyolong WIFI tetangga bisa lancar," ucap Edward sambil tertawa garing.


Leo mulai bosan mendengar percakapan antara Edward dan Joseph yang menurutnya berputar-putar, seakan memang mengalihkan topik dari pembicaraan penting yang seharusnya mereka lakukan hari ini.


'Lihat saja, berarti Joseph-lah, orang yang harusnya gua selidiki lebih lanjut. Gua yakin Edward memang tidak tahu apa-apa mengenai keberadaan Jeniffer,' ucap Leo membulatkan tekadnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2