Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Aku Takut Kehilanganmu


__ADS_3

"Iya, mama kan sekarang sudah ada Istrinya Kris yang cantik ini mana mungkin Kris mau menduakan Dia"


"Awas aja kalau sampe kamu mengingkari janji setia kamu, mama akan dukung Yuni"


"Iya mama, Istri aku cuma satu yaitu wanita yang ada bersama denganku sekarang ini bukan yang lain"


ketika dokter keluarga yang ditelepon oleh Kris datang Mereka pun bersama mengikuti dokter tersebut masuk ke dalam untuk melihat kondisi dari Sofia.


setelah selesai Dokter memeriksa keadaannya Tuan Rudipun bertanya.


"Bagaimana kondisinya?"


"Maaf tuan sepertinya Wanita ini perlu dibawa kerumah sakit untuk memeriksakan keadaannya"


"Bawa saja Dokter wanita ini bukan siapa-siapanya kami !" Sambung mama Bela dengan sinis.


"Mama jangan gitu" sambung Tuan Rudi, Saat mereka sedanga berbincang Sovia sadar dari pingsannya.


"bagus kalau kamu sudah sadar sekarang kamu pergi dari rumah kami kata Kris"


"Kris Aku mohon kepadamu tolong kasih Aku kesempatan"


"kamu jangan mengada-ada Aku sudah mempunyai istri dan Aku sangat mencintai istriku ini" kata Kristian sambil memeluk Yuni.


"sudah-sudah Dokter tadi Anda bilangkan wanita ini perlu melakukan pemeriksaan lebihkan lebih baik Dokter tolong bawah Dia sekarang dari rumahku"


"Baik Nyonya"


"sekarang kamu pergi dari rumahku, dan Kamu jangan pernah ganggu rumah tangga anakku" Kata Mama Bela dengan mengancam.


"Mari Nona saya bantu" Sovia pun akhirnya mengikuti kata Dokter. setelah Dokter dan sovia berada di ruang tamu Tuan Rudi meminta terima kasih kepada Dokter.


"Terima kasih banyak Dokter Salim" ucap Tuan Rudi kepada Dokter paru baya itu.


"Sama-sama Tuan Rudi"


"Maaf Dokter dan Om biar saya pulang sendiri saja"


"Tapi kondisimu lagi tidak baik Nona"


"Tidak apa-apa Dokter saya hanya pusing saja tadi"


"Ya sudah kalau begitu"


"Om saya pamit" Sofia pun akhirnya pergi dari rumah tuan Rudi.


" Ya sudah kalau begitu saya juga pamit"


Tuan Rudi pun mengangguk, setelah Dokter pergi dari rumahnya Ia pun masuk untuk menemui istrinya.

__ADS_1


"Mama seharusnya nggak boleh gitu kita harus saling tolong menolong, kalau mama balas kejahatan dengan kejahatan ya sama saja mam"


"Sudah papa nggak usah lagi bahas soal Dia" kata mama Bela.


Tuan Rudi pun akhirnya diam tidak membalas ucapan istrinya.


Sementara Yuni dan Kris yang sedang berada dikamar mereka. Kristian yang sedang menerima laporan dari Ando, sedangkan Yuni yang memperhatikan Kristian secara terus menerus hingga Kristian sadar kalau istrinya sedang menatapnya, Ia pun memberitahukan kepada Ando untuk menyudahi percakapan mereka.


Lalu Ia berjalan mendekat ke istrinya dan bertanya.


"Kamu kenapa sayang ?"


Yuni yang mendapat pertanyaan dari suaminya Ia akhirnya berdiri dan memeluk suaminya dengan erat "Aku takut kehilangan kamu sayang" kata Yuni yang tetap memeluk Kristian.


"Heii, dengarkan Aku sayang Aku tidak akan meninggalkanmu, Aku akan selalu berada disisimu dengar sayang Aku sangat mencintaimu dan sangat menyayangimu Dia itu masalaluku dan Aku tak mencintainya lagi"


"Benar kamu cuma cinta sama Aku?"


"Iya Aku cuma cintanya sama istriku yang cantik ini" Ucap Kris sambil mengecup kedua mata Yuni. lalu mereka berdua melepaskan pelukannya.


"sudah jangan sedih lagi sekarang lebih baik kita pergi kerumah sakit" kata Kris lagi dan Yuni pun hanya mengangguk lalu mereka pun bergegas menuju ke kerumah sakit.


****


Dari arah kejauhan Sandro memarkirkan mobilnya Ia mulai memantau keadaan sekitar dan mulai melakukan penyamaran agar bisa menyusup masuk untuk mengambil Reinhard.


"Gara-gara laki-laki tak berguna itu Aku yang harus bekerja sendirian untuk membereskan anaknya Ricard"


Pak satpampun segera berlari ke dalam rumah untuk untuk melaporkan keaadaan di luar rumah.


"permisi tuan saya mau melaporkan" kata salah seorang satpam kepada Tuan Andi yang sedang bersama dengan yang lainnya menikmati sarapan.


"Ya bagaimana"


"Maaf tuan diluar ada seseorang terus memantau rumah, dan sekarang sudah di amankan oleh pengawal"


Tuan Andi yang mendengar segera melihat kedepan tuan Dion dan dan yang lainnya mengikuti.


Betapa terkejutnya tuan Dion ternyata itu Sandro.


"Sandro jadi benar selama ini kamu yang selalu ingin mencelakai pinakanmu sendiri?"


"A-Ayah" kata Sandro yang terkejut dengan kehadiran ayahnya.


Buuukk, Buuuuk Dua pukulan dari Tuan Dion ke perut Sandro.


"Ampun ayah"


"Ayah tidak menyangka kamu tega kepada saudaramu sendiri"

__ADS_1


"Kak Aku sebenarnya salam apa sampai kakak sangat membenciku" Kata Ricart.


"Jawab Sandro apa tujuanmu mencelakai ponakanmu sendiri?"


Sandro yang tak menjawab memancing emosi tuan Dion hingga tuan Dion pun semakin marah dan terus memukul Sandro.


"Ayah cukup jangan terus memukul kak Sandro" ucap Riacard yang iba dengan kakak tirinya itu.


"Tidak usah munafik kamu pasti senang melihat Aku seperti ini" ucap Sandro.


tuan Dion yang mendengar Sandro berbicara meminta tolong kepada Tuan Andi.


"Andi Aku minta tolong kamu panggil orang dari pihak dokter Aku akan melakukan test DNA dengan anak ini jangan-jangan benar dugaanku Dia bukan anak kandungku"


"Ayah aku minta maaf, Aku salah tapi jangan ayah bicara seperti itu Aku ini anak kandung Ayah ibu tidak mungkin mengkhianati ayah"


"Kita lihat saja nanti, dan jika terbukti kamu bukan anak kandungmu, Aku akan membuatmu masuk kedalam penjara dan membusuk"


"Dion kau tenang dulu"


"Kalian bawa Dia masuk kedalam gudang jaga Dia jangan sampai Ia kabur" perintah tuan Andi.


"Baik Tuan"


"Ayah Aku mohon" ucap Sandro namun tuan Dion sudah terlalu marah dengan Sandro.


Sandro pun dibawa masuk ke dalam gudang yang tidak ada ventilasi udara sama sekali yang ada cuma subuah pintu untuk akses masuk keluar, meraka mengambil sampel darah yang akan di berikan kepada bagian lab.


Setelah beberapa jam menunggu akhirnya hasil dari test DNA keluar.


Dan sangat mengejutkan ternyata Sandro bukan anak kandung dari tuan Dion.


Tuan Dion yang mengetahui hal itu menjadi sangat marah ternyata selama ini yang Ia banggakan bukan anak kandungnya.


"Aku harus segera menelpon asistenku untuk menarik semua yang telah kuberikan kepada mereka" kata tuan Dion dalam hatinya.


"Ayah tolong jangan penjarakan kak Sandro"


"Untuk apa kamu pedulikan Dia, Dia bukan siapa-siapamu"


"Biar bagaimanapun dulu sewaktu Aku masih kevil kak Sandro yang menjagaku Ayah"


"Tapi Dia sudah banyak membuatmu menderita bahkan anakmu hampir jadi korban"


"Dia melakukan itu karena takut Ayah akan lebih memperhatikan anakku, apalagi kak Sandro tisak mempunyai anak"


"Tidak Ayah tidak peduli, Ayah mau Dia pertanggung jawabkan perbuatannya, Dia salah menggunakan fasilitas yang ayah berikan kepadanya"


Setelah mereka berdebat tuan Dion pun pergin ke tempat Sandro membawa hasil test DNA.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2